#222. Students guess that the biography term paper accomplishing supposes the most time taking thing. Nevertheless, students rely on the classification essay service assistance every time when it is demanded.
Posted by KRISTA31oS
on 16-Feb-2010, 00:15 MYT
#221. LINDA: Macam tu lah.
Posted by Fairy
on 11-Oct-2009, 05:35 MYT
#220. dasyat kau fairy topic ni dari thn 2002 hingga skrang masih dapat sambutan.
Posted by linda
on 4-Oct-2009, 15:18 MYT
#219. Bravo buat Fairy! Semoga masih belum bosan menulis tentang Indonesia, negeri indah yang banyak bom. Kapan ada tulisan tentang Indo lagi, nih?
Posted by Mariana
on 20-Jul-2009, 18:16 MYT
#218. Setelah gue baca postingan #217, gue jadi penasaran deh! Iseng2 gue cari di Youtube soal lagu Bengawan Solo yg dijiplak Dato Shake. Ternyata emang bener sih! Coba klik disini: Link
Posted by Dina
on 3-May-2009, 16:14 MYT
#217. Kalo soal artis Malaysia menjiplak lagu Indonesia itu udah nggak aneh lagi. Dulu di awal tahun 80-an, artis Malaysia bernama Dato Shake menjiplak habis2an lagu BENGAWAN SOLO. Syairnya sama persis hanya judulnya aja yg diganti menjadi BEGAWAN SOLO. Anehnya, dia nggak malu ngaku-ngakuin kalo lagu itu ciptaannya, padahal itu ciptaan GESANG, maestro keroncong asal kota Solo. Kok pede banget ya ngaku-ngakuin itu lagu ciptaan dia, padahal lagu Bengawan Solo itu udah terkenal di mancanegara (Jepang, Belanda, Suriname, etc) termasuk di Malaysia yang banyak orang Indonesia-nya. Ya udah pastilah cepet ketahuan, secara disana banyak orang Jawa dan juga ada Kedutaan Besar Indonesia gitu loh!
Coba klik disini Link
Artis Malaysia, cape deh!
Posted by Andrina
on 27-Feb-2009, 16:22 MYT
#216. Coba dengar syair 'COPY MY STYLE' dari Saykoji yang menyindir Joe Farizal yang nyontek lagu 'Tahukah Kamu'.
Link
Artis Malaysia emang udah parah, nggak kreatif, bisanya cuma plagiat.
Posted by Adhe
on 11-Feb-2009, 17:59 MYT
#215. Wah kenapa Malaysia ga mau rukun sama Indonesia??? Tki diusir2 disiksa...perbatasan negara maen ambil..budaya hasil plagiat..ngaku2 punya budaya2 bla bla bla...batik asli Indonesia 100 lho..kenapa yah Malaysia numpang jiplak dari Indonesia??? Katanya lebih maju..so aya naon atuh??? Jangan sombong gitu dong...kita sama tetangga harus rukun bin menghargai sesama.. X:x
Posted by asli indonesia
on 6-Feb-2009, 12:50 MYT
#214. Yang menjadi masalah adalah pendefinisian Melayu versi pemerintah Malaysia yang memasukkan semua suku (penduduk pribumi) yang ada di Nusantara sebagai orang melayu. Baca disini Link
Bahkan orang non pribumi yang menikah dengan orang melayu dan dan memeluk agama Islam bisa disebut sebagai orang melayu. So, kalau ada orang afrika yang keling menikah dengan orang melayu Malaysia dan dia memeluk agama Islam maka dia akan disebut orang melayu Kayaknya ngaco banget deh!
By the way busway, nama Nusantara itu sebenarnya adalah nama lain dari Indonesia. Baca disini Link
Tapi kata tersebut sekarang juga digunakan di Malaysia sehingga artinya menjadi lain.
Salut deh buat Fairy yang mau menulis tentang Indonesia. Bravo!
Posted by Rini
on 6-Jan-2009, 17:49 MYT
#213. Indonesia - Malaysia saudara serumpun (melayu)? BASI!!! Asal tau aja ya, orang melayu di Indonesia itu cuma salah satu suku dari ratusan suku yang ada di Indonesia. Kita masih ada suku2 lain yang berbeda dgn orang melayu di Malaysia, spt: Jawa, Sunda, Madura, Manado, Ambon, Papua, dll. Indonesia nggak bisa dibilang serumpun melayu dgn Malaysia. Indonesia ya Indonesia!! Jelas aja orang Maluku & Papua dari ras Melanesia nggak mau dibilang serumpun melayu. Orang Jawa juga ogah dibilang orang melayu. So, jangan lagi bilang Indonesia serumpun dgn Malaysia. Indonesia berbeda dgn Malaysia dan kita bukan serumpun.
Posted by Jablay
on 30-Dec-2008, 23:35 MYT
#212. Serumpun sih serumpun.... Masa urusan lagu aja selalu ciplak. Setelah itu diaku-akuin. Kalo orang Indonesia lagi lengah terus dipatenkan. Mau enaknya aja, nggak kreatif. Memalukan!!!!
Posted by Indo Belanda
on 21-Dec-2008, 02:40 MYT
#211. namanya juga negara serumpun, sudah pasti punya selera yang sama ... "Malindo" adalah negara serumpun" (kata Petinggi malaysia), tetapi malaysia tidak siap menghadapi konsekuensi dari sebuah negara serumpun."alhasil uring-uringan? kalau memang kita serumpun tunjukanlah sikap2 yang serumpun.. dulu pemertintah indo jga tidak pernah membatasi musik2 malay mari bersaing " musisi dan musisi" tanpa campurtangan pemerintah.
Posted by Shanjie
- Website
on 18-Nov-2008, 15:21 MYT
#210. Ya ampun.... Terulang lagi? Gue cume bisa bilang : MEMALUKAN!! Artis M'sia kreatif dikit lah..!! Masak harus plagiat terus sih?
Gue bukannya mau nyombong ya... Nih satu lagi prestasi artis Indonesia yg Go International. SLANK udah rekaman di USA. Mau denger sample-nya, silakan klik disini: Link
Posted by Rininta
on 1-Nov-2008, 15:02 MYT
#209. Duh...duh... Fairy, ternyata masih ada lagi artis Malaysia yang curi lagu artis Indonesia. Berita ini gue ambil dari sini : Link
Nih, baca deh... hwaduh? bingung juga ya... lagu SAYKOJI yg judulnya TAHUKAH KAU
ini link youtube nya
Code: Link
lirik lagu gue yg ini dipakai plek plek, cuma diubah kata seperti "indonesia kita kaya" jadi "malaysia kita kaya"
nama rappernya JOE FARIZAL
linknya myspacenya dia:
Code: www.myspace.com/joefarizal gue sih nggak marah, tapi orang ini friend gue di myspace. lama gk ada kabar, tiba2 ada temen gue bilang kalo lirik gue dipake ama dia tapi musik beda.
pas gue buka lagi pagenya dia, ternyata dia udah NGEBLOCK gue jadi friend. kayaknya supaya pas dia upload lagu nggak ketahuan ama gue..
ck ck ck.. kalau dia bilang2 sih gue justru seneng. kan berarti kualitas lirik gue diakui.
balesan gue di youtube dan facebook gak pake marah2 maki2.. kita orang indonesia smart2 men..
Code: Link
Posted by Rindu
on 24-Oct-2008, 14:51 MYT
#208. saya mahu menyampaikan selamat hari raya kepada kawan-kawan saya iaitu Nur sabrina,sharmila iman,Nur intan suraya,Nur Aya Najwa dan tidak lupa juga guru-guru saya iaitu Pn foaizah Binti Sidek , Ustazah Fazlluliaini dan Datin maznah.Dan semua yang saya kenal SELAMAT HARI RAYA.
Posted by PARVINDER KAUR
on 28-Sep-2008, 20:48 MYT
#207. Film Sepet baguskah? Napa nggak beredar di Indo. Sepet itu sipit ya, Fai? Kalo di Indo Sepet itu buah yg masih mentah berasa kecut dan pahit.
Gue pernah nonton film Cinta Kolesterol (udah lama banget), kayaknya film itu bergenre komedi. Cuma karena gue nggak ngerti bahasa M'sia, jadinya film itu nggak nyambung dan nggak lucu lagi. SEPI PENONTON.
Film Diva juga pernah tayang di bioskop Indo. Ceritanya mirip sinetron Indo th 90-an. Juga SEPI PENONTON.
Plis deh M'sia.... kasih kami film yg bagus2 donk...!!
Posted by Dita
on 28-Sep-2008, 18:21 MYT
#206. Filem Sepet katanya bagus yah? Kamu udah nonton Fai? Kalo ga salah itu film cinta antar ras.... tema yg menarik.... sayang di sini jarang beredar filem2x malaysia... seingatku baru dua filem malaysia yg masuk video ezy (tempat sewa VCD/DVD) deket rumah... judulnya Gol dan Gincu sama filemnya Revalina Temat bareng Yusri KRU (judulnya lupa...) Dua2xnya ga nonton sih... kaya'nya kurang bagus, masih mending filemnya Miller..... 
Mungkin kamu bisa buat artikel tentang filem2x malaysia yg bagus, Fai.... (kriteria filem bagus menurutku adalah filem yg ga bikin kita nyesel buang2x waktu nontonnya dan bisa bikin kita kepengen nonton lagi dilain waktu....)
PS: Tentunya permintaanku ini masih relevan dengan hobi kamu kan Fai...?
Posted by loveprince
- Website
on 24-Sep-2008, 22:47 MYT
#205. FIRDAUS: Saya baru tau tentang Miller. Pernah tampil di filem Sepet katanya (mungkin small role ya) Baguslah kalau dia nak jadi WNI, kenapa tidak? 
SHINTA: Saya nak kasi komen tentang lagu Aspalela by Saiful Apek. Saya pernah baca bahawa lagu itu diproduce oleh KRU dan mereka telah mendapat kebenaran yang sepatutnya dari pihak Indonesia. Jadi kalau kenyataan itu betul, boleh jadi lagu Aspalela itu sah dari segi legal/hukum.
Biasakan, artist kadang2 menggunakan lagu orang lain dengan kebenaran untuk tujuan commercial.
SANDY: Menurut saya, harga CD di Malaysia tidaklah terlalu mahal sekarang. Kita boleh cari dan beli CD artist barat dengan harga RM29.90 - RM35.90 (cetakan/edisi Malaysia). Artist lokal sekarang pun dah bijak dan tidak mahu meletak harga yang terlalu tinggi.
Posted by Fairy
on 24-Sep-2008, 10:32 MYT
#204. Menurut gw boikot musik Indo oleh artis2 Malay bukan satu2nya cara utk meningkatkan penjualan CD/kaset musik Malay. Tindakan itu justeru akan menjadikan mereka seperti katak dlm tempurung, karena nggak ada lagi pembanding antara musik lokal & luar. Ujung2nya mereka akan merasa cepat puas dgn apa yg telah mereka hasilkan, padahal nun diluar sana ada musik yg lebih berbobot dibanding musik lokal.
Berupaya utk menghasilkan karya bermutu adalah cara yg bijak utk keluar dari keterpurukan industri musik lokal. Ini pernah dialami Indonesia sewaktu membanjirnya musik Malay di thn 80-an. Tapi artis musik Indo nggak pernah pesimis akan datangnya kejayaan musik Indo di negerinya sendiri, meskipun pemerintahnya kurang peduli.
Harga CD yg mahal di Malaysia dan juga beredarnya CD bajakan adalah faktor2 lain yg menyebabkan berkutangnya penghasilan artis2 Malay. Di Indonesia pun sulit utk memberantas CD bajakan. Tapi se-tidak2nya harga CD disini lebih murah sehingga terjangkau oleh masyarakat, sekaligus dpt mengurangi membeli bajakan.
Boikot musik Indo akan lebih efektif jika syair lagu tsb mengandung unsur anti suku, anti agama, anti ras, pornografi (lucah) atau pun karya bajakan. Selama syairnya nggak menyalahi norma2 yg berlaku di masyarakat maka boikot tsb hanya menjadi bahan pertanyaan. Bagaimana dgn musik Malay hasil karya artis Indo atau pun bajakan dari musik Indo, apakah akan diboikot atau malah sering diputar disana? Itu yg juga hrs dipikirkan oleh artis2 Malay bersama pemerintahnya.
Posted by Sandy
on 22-Sep-2008, 19:37 MYT
#203. Oh.. si Miller itu ternyata orang Malaysia toh. Baru tau gue! Pantesan aja waktu gue liat filmnya, ngemengnya kok rada aneh gitu. Tapi baguslah... ternyata ada juga orang Malaysia yang main di film Indo. Toh banyak juga artis Indo yang main di film Malaysia. So what gitu loh
Kalau nanti musik Indo jadi diboikot di Malaysia, apakah selanjutnya giliran film Indo akan diboikot juga? Terus film yang dibintangi si Miller itu akan kena boikot juga nggak sih? Duh duh duh...kasihan sekali dia, udah di negaranya sendiri nggak ada peluang, eh filmnya kena boikot. Please deh...
Posted by Geovani
on 20-Sep-2008, 19:58 MYT
#202. Kalo musik Indo jadi diboikot di Malay nggak akan jadi masalah buat artis2 Indo. Job manggung masih tetap mengantri di Indonesia sebab kita sudah punya lebih dari 100 channel TV swasta di seluruh Indonesia. Di Jakarta aja udah ada 15 channel TV swasta yang acaranya bagus2. Hampir setiap hari kita selalu disuguhi acara musik Live dari grup band dan artis2 ngetop Indo.
Buat artis2 Indo, gue harap kalian nggak usah berkecil hati. Kita nggak usah ngebalas tindakan artis2 Malay dengan memboikot artis atau musik dari Malay. Tunjukan kalo kita legowo dan siap menerima persaingan. Anggap aja kalo job manggung di Malay itu cuma sebagai selingan. Job manggung kalian yang sebenarnya ada di Indonesia yang masih mengantri. Hidup Musik Indonesia!!!!
Posted by Rudy
on 17-Sep-2008, 16:16 MYT
#201. Betul Fairy, kami di Indonesia welcome aja sama artis2 dari Malaysia. Kita juga welcome sama Miller yg udah main di film dan sinetron Indonesia. Kalau produk budaya dari Malaysia bagus, kenapa harus kita tolak?
Tentang Miller kamu bisa baca disini Link
Posted by Firdaus
on 16-Sep-2008, 15:14 MYT
#200. Lucunya si Amy Search itu, dia bilang kalau diatas jam 10 malam Malaysia sudah seperti Jakarta hanya karena musik Indonesia sering diputar. Padahal di tahun 80-an keadaan di Indonesia juga seperti itu, seperti di Kuala Lumpur. Tapi artis Indonesia nggak pernah protes tuh!!
Bagaimana artis2 Malaysia akan disuka oleh peminat musik di Malaysia kalau urusan lagu aja masih copy & paste. Contoh yang paling memalukan adalah pembajakan lagu BINTANG KEJORA & ABANG TUKANG BAKSO menjadi lagu ASPALELA. Kemudian 2 buah lagu Raja: JUJUR & TAKKAN MELUPAKANMU dinyanyikan oleh Ella menjadi satu lagu menjadi JUJUR TAKKAN MELUPAKANMU. Bagaimana peminat musik di Malaysia akan respek dengan lagu ciplak. Mereka juga pasti akan bosan mendengarnya. Di Indonesia sendiri lagu baru tidak selalu bisa menjadi hit, apalagi lagu ciplak.
Siapa bilang kalau artis Malaysia tidak dilayan dengan baik di Indonesia?!! Buktinya Raihan masih sering tampil di Indonesia. Kami tidak anti dengan artis Malaysia, asalkan yang kalian tawarkan benar2 bermutu dan disuka orang Indonesia. Kami terbuka dengan artis dari luar Indonesia. Hardy Mirza dari Singapore juga disuka disini. Begitu juga Maribeth dari Filipina yang sukses dengan lagu DENPASAR MOON sudah berkarir dan tinggal di Indonesia sejak tahun 90-an.
Artis Malaysia... please deh ah... jangan cengeng begitu donk...!! Malu tuh dengan pepatah 'Buruk Rupa Cermin Dibelah', Tidak laku lagu Malaysia di negerinya sendiri, eh lagu Indonesia yang diboikot.
Posted by Shinta
on 14-Sep-2008, 18:07 MYT
#199. DITO, RIFKI, HENGKI, terima kasih atas komen2 anda.
Memang betul ada pihak artis dari Malaysia yang mengadu tentang betapa seringnya lagu2 Indonesia diputar di gelombang radio Malaysia.
Yang saya rasa lebih ironis lagi, orang yang paling kuat mengadu itu adalah Amy Search sendiri, artis yang telah mendapat banyak rezeki dari peminat Indonesia pada tahun 80an. Ibarat kacang lupakan kulit, Amy telah lupa dengan jasa orang Indonesia dalam karir muziknya.
Posted by Fairy
on 12-Sep-2008, 11:49 MYT
#198. orang m'sia terlalu lembek alias...malas.sikit2 mengadu ama pemerintah. apa orang m'sia tidak bisa kreatif.makanya hidup jangan dibawah ketiak pemerintah. masa cuma soal lagu aja.ampe ngadu ke pemerintah.di indonesia lagu apa aja bisa tenar. tapi tidak pernah diboikot oleh artis dan pencipta indonesia. mereka menghargai karya seni seseorang atau negara manapun. makanya belajar mengahargai karya seni orang lain. jangan hanya pandai mencaplok dan memboikot karya seni seseorang. di indonesia pun pernah booming lagu2 m'sia. tp tidak pernah diboikot oleh orang artis serta industri musik indonesia. karena mereka menghargai karya seni seseorang
Posted by hengki
on 11-Sep-2008, 01:34 MYT
#197. saya Rifki, asli Indonesia, saya study di Kuala Lumpur... artikel anda bagus sekali... saya hanya ingin kasi info, bahwa indonesia itu bukan hanya Jakarta yg polluted and crowdeed, juga gaji rendah... di hometown saya, Balikpapan (east Borneo), no polluted, dan gaji juga oke... tapi itu hanya salah satu contoh... Indonesia terdiri dari 31 provinsi, so, if you come to Indonesia, please visit another City beside Jakarta, so you can see another side of My Beloved Country, hehehe... dan satu lagi,,, sebenernya, to be honest, orang2 indonesia kurang nyaman (selesa) dgn sebutan "INDON", krn terkesan agak kurang enak di dengar,,, so, boleh tak kalau di ganti menjadi orang Indo sahaja?,,, hehe,,, dgn segala hormat saya ucapkan Terimakasih banyak... with Peace & Love... -Rifki- (^_^)
Posted by Rifki A Brilliant
on 8-Sep-2008, 23:36 MYT
#196. Fairy, sebenarnya ada satu penyanyi Malaysia yang punya potensi untuk dijual albumnya ke Indonesia, yaitu SEAN GHAZI. Gue udah pernah dengar lagu-lagunya di Multiply. Gue cuma bisa bilang BAGUS dan nggak kalah sama penyanyi dari Indonesia. Tapi kayaknya artis atau produser rekaman di Malaysia nggak pernah melihat peluang itu. Mereka malah sibuk ingin memboikot musik Indonesia. Lho kok bisa sih? Sepertinya mereka itu kurang smart dalam mencari, memperkenalkan dan memasarkan potensi artis-artis Malaysia di Indonesia. Kadang-kadang gue berpikir betapa kerdilnya artis-artis Malaysia yang cuma merengek ke pemerintahnya untuk memboikot musik Indonesia. Apakah Malaysia sudah sebegitu makmurnya sehingga bukan masalah perut lagi yang mereka protes, tapi masalah telinga. Telinga orang juga punya selera, nggak bisa dipaksa untuk mendengar lagu yang nggak mereka suka. Mungkin kamu sudah tahu kalau artis Malaysia nggak main-main untuk memboikot musik Indonesia. Ini gue kutip berita dari koran Media Indonesia.
Rabu, 03 September 2008 15:46 WIB Karyawan Malaysia Minta Pemutaran Lagu Indonesia Dibatasi KUALAU LUMPUR--MI: Persatuan karyawan industri musik Malaysia (Karyawan) akan menuntut kepada Menteri Tenaga, Air, dan Komunikasi Malaysia Shaziman Abu Mansor agar dibuatkan aturan yang membatasi penyiaran lagu Indonesia di radio di negeri itu.
"Kami akan menghadap menteri Shaziman besok untuk menyampaikan tuntutan kuota 90 persen siaran lagu-lagu Malaysia, sisanya baru lagu Indonesia 10 persen," kata ketua Karyawan Ahmad Abdullah kepada Malaysiakini.com, Rabu.
Menurut Karyawan, jika tuntutan kuota itu tidak diterima, perbandingan 80:20 masih bisa diterima.
Tuntutan itu didukung sekitar 700 karyawan yang bekerja di industri musik. Dalam pertemuan itu, Presiden Karyawan Freddie Fernandez, komposer dan penyanyi terkenal M Nasir dan Nan Saturnie akan hadir dalam pertemuan dengan menteri.
Para karyawan industri rekaman Malaysia sudah lama memprotes dan menuntut agar radio di Malaysia tidak terlalu banyak menyiarkan lagu Indonesia karena akan menambah penjualan album penyanyi Indonesia di Malaysia, dan menurunkan pangsa pasar album penyanyi Malaysia.
Para penyiar dan pengelola stasiun radio Malaysia beralasan seringnya memutar lagu Indonesia disebabkan karena banyaknya permintaan dari pendengar.
Bahkan, tiga stasiun radio swasta yang saling berlomba menduduki posisi teratas di Malaysia, Era FM, Hot FM, dan Suria FM memiliki program pemutaran lagu Indonesia setiap hari Minggu, antara jam 10-12 siang.
Penyanyi rock terkenal Malaysia Amy Search mengatakan kepada pers, jika jam 10 malam ke atas Malaysia sudah seperti Jakarta karena semua radio menyiarkan lagu-lagu Indonesia hingga dinihari.
Karena banyak penggemarnya, banyak perusahaan telekomunikasi seperti Maxis, DIGI dan Celcom serta Telekom Malaysia (TM) yang mensponsori konser musik group band Indonesia di Malaysia.(Ant/OL-06)
Posted by Dito
on 5-Sep-2008, 16:01 MYT
#195. Hi semua..... lam kenal...
eh... ngomong2 SOUNDRENALINE 2008 akan diadakan di batam yah.....
Posted by dany
on 2-Jul-2008, 16:29 MYT
#194. Kenapa ya musik dan film Indonesia dipuja oleh orang Malaysia, sedangkan negara Indonesia sering mereka caci?
Posted by Tatiana
on 23-Jun-2008, 19:49 MYT
#193. Hey DAUS, apa kabar. Yes saya sudah ada CD Andezzz, memang sengaja saya cari 3 bulan lalu waktu di Jakarta, it's freakin' awesome, love his music tons.
Posted by Fairy
on 10-Jun-2008, 10:28 MYT
#192. Oh iya Fairy sudah tau blum DJ/Bass player Edward Fernandez atau topnya Andezzz yang bawain lagu chillout jazz/ deep house dengan bandnya yang bernama [Departure : People]? Topppp abis dah lagunya!!!  Saya tdk tahu apakah CDnya sudah beredar di Malay, tapi kamu bisa download salah satu single nya di link berikut
Download Koleksi MP3 Indonesia saya di sini!
Posted by daus
- Website
on 8-Jun-2008, 17:09 MYT
#191. The Changcuters is The Hottest band in Indonesia!!!!!
Posted by Changcutrangerswati
on 7-Jun-2008, 18:52 MYT
#190. saya ingin download lagu pengiring tari piring, bagaimana
Posted by Adi Hadi miharja
on 4-Jun-2008, 18:05 MYT
#189. bagaimana dong men-Download yanggratisan aja
Posted by richard
on 7-May-2008, 23:19 MYT
#188. Ada satu yang terlupa untuk kategori the best dari musik Indonesia, yaitu AFGAN. Pendatang baru ini masih terbilang remaja, tapi nggak kalah sama seniornya di dunia musik. Album perdananya terbilang laris manis. Olah vokal dan musiknya mirip dengan Marcel. Tapi Afgan tetap memiliki ciri khas dan power yang jarang dimiliki penyanyi Indonesia lainnya. Saya nggak tau apakah album AFGAN ini sudah beredar di Malaysia atau pun belum. Jikalau pun belum, silakan klik ke Link
Posted by Bobby
on 17-Apr-2008, 15:49 MYT
#187. to Nindy: blom sempet nonton AAC nih.... ngantrinya masih panjang.... nunggu sepi aja ah.....
to Fairy: Pure Saturday emang keren Fai.... kalo Nidji yg baru blom tau semuanya, tapi beberapa lumayan.... cobain juga Efek Rumah Kaca... (ini disaranin Dian Sastro....) asik juga....
to bibie: cobain taro demo lagu nya di myspace, multiply ato friendster.... dah banyak produser dan pencari bakat nyari di situ.....
to dimas: cabul aja bangga.....
Posted by cirebonese
- Website
on 28-Mar-2008, 18:06 MYT
#186. Supergay: Butuh = kemaluan lelaki.
Bibie: kcismail@yahoo.com
Posted by Fairy
on 28-Mar-2008, 12:54 MYT
#185. Loe semua pernah ndengerin lagu nya KUNGPOW CHICKEN ga??? itu tuuh grup hip-hop dari bandung yg lirik2 lagunya asli Cabul banget...!!!! Gw gak yakin remaja malaysia bisa bikin lagu sebebas ekspresi kaya gtu..
Posted by Dimas
on 18-Mar-2008, 02:13 MYT
#184. Emang "Butuh" apa artinya?
Posted by SuperGay
on 16-Mar-2008, 23:50 MYT
#183. fai........
boleh mintak e_mail KC ngak?
Posted by bibie
on 14-Mar-2008, 11:46 MYT
#182. hi......fai
aku ini orang melayu........... aku dan temen-temen punya lagu-lagu yang bagus. dan aku yakin lagu-lagu ini akan top di malay. dan kembali mengangkat citra musik di malaysia, aku bisa kasih dengar demonya kok.. dan lagu-lagu ini aku yakin mampu menandingi lagu-lagu di indonesia.
fai... bisa bantu kita ngak???? aku serius loh ... ini ngak bohong!!!!
e-mail aku ; obi_garang@yahoo.com
kasih kabar ya... nanti aku kasih nomor telp aku...
Posted by bibie
on 14-Mar-2008, 11:37 MYT
#181. NINDY: OK, insyaallah will check out this Ayat2 Cinta. Good stuff.
Posted by Fairy
on 4-Mar-2008, 17:18 MYT
#180. Of courselah Fairy! Buku dan movienya sama2 bagus. Ada lagi novel terbagus dari Indonesia selain karya Habibburahman Elsirazy, yaitu karya ANDREA HIRATA, berjudul: 1. Laskar Pelangi (sedang dibuat filmnya) 2. Sang Pemimpi 3. Edensor 4. Maryamah Karpov
Kalau mau mampir ke situs Andrea Hirata, silakan mampir ke: Link
Kalau Soal musik, The Rock (Dani Dewa) & Mulan Jameela (ex Ratu) juga bagus kok! Sebenarnya masih banyak lagi yang bagus, sayang aku lupa
Posted by Nindy
on 3-Mar-2008, 21:41 MYT
#179. NINDY: Thanks for the news, I also received the same kabar from another reader on myindo.com. How is the movie/book, bagus tak?
Btw, boleh tak you rekomen album2 baru Indonesia yang harus saya miliki?
So far I've identified a few yang saya mau beli, termasuk Andezzz, Andity (gosh, her voice is awesome!), DJ Riri, Jakarta Electronica Movement (saya lebih suka dengerin musik2 yang berbau electronica, nusoul, jazz-influenced lately). Kalau rock saya tertarik untuk membeli The Best of Pure Saturday, Andra and the Backbone (Nidji baru bagus tak?).
Anyway, I'm open to suggestions. Looking forward to hear your thoughts (and anyone else who wants to contribute ideas).
Posted by Fairy
on 3-Mar-2008, 21:11 MYT
#178. Kayaknya berita itu udah basi deh Fairy. Nih, ada berita terbaru yang heboh dari Jakarta. Film Ayat Ayat Cinta udah beredar bulan ini. Filmnya bagus, lucu, romantis dan mengharukan. Tapi difilm itu masih ada kata-kata 'butuh' Mudah2an orang Malaysia nggak salah mengartikannya
Posted by Nindy
on 29-Feb-2008, 23:43 MYT
#177. Jakarta wants to be informed whenever Malaysia uses any part of its cultural heritage for public show. Patutkah?
Jakarta: Inform us when using our songs
Source: News Straits Times Malaysia (12/1/2008) Link
PUTRAJAYA: Indonesia wants to be acknowledged when dances or songs originating from its culture are used by Malaysia. It also wants the courtesy of being informed when "shared songs" like Rasa Sayang are used by Malaysia for commercial purposes, such as in the Tourism Malaysia campaigns.
Indonesian Culture and Tourism Minister Jero Wachik said the government accepted Malaysia's explanation that it never made any official claims on dances like the barongan dance or Rasa Sayang, and that such claims were made by non-official parties.
"I already met Culture, Arts and Tourism Minister Datuk Seri Dr Rais Yatim twice before this, and he said the Malaysian government has never claimed this song or that dance as belonging to Malaysia.
"But just mention that it is an Indonesian song. And if you use something for commercial purposes, no problem, just inform us. It's our shared heritage, it's just like informing your brother," Jero told Malaysian and Indonesian reporters on the sidelines of the Annual Indonesia-Malaysia Consultation, here. A culture war of sorts erupted late last year when Indonesian media and arts activists criticised Malaysian cultural performances at official functions and in tourism campaigns, saying that the songs and dances belonged to Indonesia.
On batik, which was also disputed by the Indonesian press, Jero said the issue would be dealt with by culture representatives on the joint eminent persons group.
Prime Minister Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi and Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono yesterday agreed to establish the group to monitor various contentious issues between the two countries.
"We will choose a wise person to represent (Indonesian) culture on this group. We won't choose a politician or someone who will make issues out of it, but someone who understands culture," Jero said.
He said there would be more arts and cultural missions between both countries.
Posted by Fairy
on 17-Jan-2008, 10:33 MYT
#176. dari jurnalisme-radio.blo gspot.com
Cerita yang menarik tentang bagaimana radio di Kuala Lumpur, Malaysia, menjadikan lagu-lagu Indonesia sebagai "jualannya".
Ini juga menggambarkan bagaimana Malaysia melihat Indonesia: kota Jakarta yang sumpek, orang kaya yang sedikit, orang miskin yang banyak, tapi kagum pada kreativitas musisi Indonesia.
Di Malaysia, negara dengan warga non-Melayu yang cukup besar, ada dilema: apakah musisi harus menciptakan lagu bahasa Inggris atau Melayu? Mereka mencoba Inggris, tapi tidak lagu. Sedangkan lagu Melayu tidak laris.
Bahkan ada ironi: Penjualan kaset Siti Nurhaliza (Anda kenal, kan?) dikalahkah oleh penjualan album penyanyi Indonesia, Sheila on 7, justru "di kandangnya sendiri".
Senang juga masih ada bangsa lain mengagumi salah satu sisi bangsa kita, dari sisi karya musiknya, yang justru pemainnya adalah anak-anak muda. Pencipta lagunya, sebutlah Melly, anak muda. Penyanyinya, Dewa atau KD, anak muda. Di tangan anak-anak muda itulah Indonesia punya kebanggaan.
Saya memang sudah sering mendengar, anak-anak muda bangsa kita, mereka yang lulusan luar negeri, sangat profesional, bisa bersaing dengan tenaga-tenaga terbaik dari bangsa lain.
Ada ahli IT kita yang merancang banyak program Nokia, termasuk Communicator. Ada astronot kita yang mengepalai satu tim ilmuwan di Jerman yang menemukan planet baru.
Senang rasanya mendengar kabar tentang mereka. Satu sisi, kendati kecil sekali: satu sisi yang cerah, satu sisi indah.
Ada banyak sisi lainnya yang buram, memang. TKI (membuat citra bangsa kita seperti produsen pembantu untuk bangsa-bangsa kaya di dunia). Korupsi para pejabat yang gila-gilaan. Polisi yang gampang disogok. Tentara yang jatuh dari atas pesawat Nomad yang terbang dalam kondisi barang rongsokan. Politisi yang kerjanya cuma dua: bertengkar dan meminta kenaikan gaji.
Posted by Fans Tribun Timur
- Website
on 8-Jan-2008, 21:41 MYT
#175. Heiii...!!!!! dari pada rebutan lagu,.tar deh gw bikinin lagu kebangsaan indonesia Versi rock progresive...
Posted by Dimas
on 11-Dec-2007, 23:23 MYT
#174. kenapa musik malaysia kurang berkembang ? saya rasa hanya masalah kebiasaan mengucapkan atau cengkok bahasa melayunya yang terpengaruh logat cinanya itu yang bikin kurang enak didengar kalau perlu belajar musik jazz dulu pasti cengkoknya itu akan hilang, oke !
Posted by jalidu
on 10-Dec-2007, 08:22 MYT
#173. Hi TAMI, thanks for your input. I don't think the Malaysian govt intentionally wanted to infringe 'copyrights' by using the Rasa Sayang. For years, that song has been a part of Malay culture and heritage in Malaysia, and I believe the reason for using the song for its promotional campaign is because it is easily recognizable by many Malaysians.
And who's to say I am not grateful to be Malaysian. I truly am.
NITA: I've not heard about this new lagu ciplak by Saiful (I don't really listen to Malay music apart from the old few favorites that I currently own), it is a shame indeed that it's a ripoff of Abang Tukang Bakso.
To be frank, I am tired of these copycat issues. Next...!
Posted by Fairy
on 28-Nov-2007, 09:51 MYT
#172. Hi Fairy, Sekarang ada issue yang lagi hot nih! Lagu Aspalela yg dinyanyikan oleh Saiful Apek ternyata lagu bajakan dari lagu anak anak Indonesia yang berjudul ABANG TUKANG BAKSO ciptaan Mamo/Agil dan BINTANG KEJORA ciptaan A.T Mahmud. Itu lagu-laguku sewaktu aku masih kecil, lho. Apa iya lagu Aspalela lagi ngetop di M'sia? Duh... kok bisa bisanya sih lagu anak anak Indonesia dibajak...
Posted by Nita
on 25-Nov-2007, 21:07 MYT
#171. Hai Fai... Yesterday I went to goongle trying to get any Indonesian community in Malaysia, suprisingly I found your web so interesting all about Indonesia from ur point of u as a Malay. I am so impressed.
As an Indonesian who got married to Malaysian I found all those conflicts as a normal quarells between bro & sis. Besok-besokpun dah lupa and ok balik.
Before I got married and settled down for 3 years in Langkawi, I was a local staff for Tourism Malaysia at Embassy of Malaysia in Jakarta for 4 years. I've learnt and blend to Malay culture even before I moved to Malaysia.
From my point of u to the hot issue of Angklung, Rasa Sayange, Batik and more, without trying to be on one side only, I have to say yes your govt should be more creative in creating a promotion song. Malaysia Truly Asia is an example, such a good song, so original,so influencable and so easy listening.. I was suprise as well of Rasa Sayange song to be brought as a promotional song. Guess because ur Minister of Tourism's wife is an Indonesian so they choosed the song Maybe they should ask Dato' Ahmad Nawab who composed Malaysia Truly Asia song to create another promotional song use the original Malay like 'Jom come to Malaysia' it'll be not insult other country's heart.
About Indonesia muzic, yes it is alot more creative than Malaysians. Sebab apa? Life in Indonesia is tough. Full of competition, u haveto be creative, be different. Dari kecil kita sudah diajar untuksurvive. Di sekolah, musti cari dana buat bikin pensi (school arts performance), we have to think creative to get those fund in order to get our event succeded. Not like in Mala ysia, u have easy life. Semua kerajaan bagi, semua percuma. Cm dtg aja ke sekolah, duduk and study get the best marks. Sekolah gratis. Hospital pun free, tak payah pikir duit. That's what we don't have in Indonesia. Ur govt cares so much about the people needs, public facillities. That's why I admired Tun M for what he has done to Malaysia. u should be grateful being born as Malaysian I can say those backgrounds above had created the creative and more variety muzic of Indonesia.Kalau nak lebih popular,Pekerja seni Malaysia harus lebih kuat untuk berkompetisi, jgn asyik complain aje.. because I 100 believe, what makes SO7, Samsons, Dewa today are their never gave up works hard.
Aduh... capek juga pake Bhasa Inggris,btw aku kangen bgt ama teh botol. Kmren Lebaran balik Jakarta minumn kbnyakan ampe batuk2 hehe
Fai, kapan mau ke Langkawi? U can contact me and we can have more chat Cheers...
Posted by Tami
on 21-Nov-2007, 12:33 MYT
#170. Belum dengar project Ahmad Dhani yang baru, bagus ya. Saya hanya sempat dengar lagu baru dari band Andra Ramadan (lupa judul lagu dan nama bandnya). Tapi kata orang cuma satu lagu itu saja yang melodis dan slow, yang lainnya metal rock.
Posted by Fairy
on 17-Nov-2007, 10:37 MYT
#169. Tentu Fai, kalian berdua berbeda lah... IMHO, you're better...
Btw, Fai, dah denger lagu2xnya The Rock... proyek coba2x nya Ahmad Dhani ama band indie Australi, Fireshark...?
Melodinya standar seh... tapi main skill....
Not bad.... I like it...
Posted by cirebonese
- Website
on 16-Nov-2007, 19:50 MYT
#168. Fairy Mahdzan looks like Fairy Mahdzan lah, Nirini Zubir, ya mirip diri dia sendirilah.
Posted by Fairy
on 16-Nov-2007, 16:54 MYT
#167. Nirina Zubir emang mirip kamu, Fai...
Waktu liat film nya Nirina berjudul "Kamulah Satu-Satunya", aku malah kira kamu yg jadi inspirasinya...
Di film itu dia jadi fans DEWA juga lho...
Cuma sayang... kualitas film nya... "below average"....
Posted by cirebonese
- Website
on 16-Nov-2007, 06:35 MYT
#166. to fairy: salute ke kamu.. seems u're such a brill n nice gurl 4 me,.
yang bilang mukanya fairy mirip ulfa, masa sih?? ermm, i dont think so.. fairy looks like nirina zubir bangett lagi, he..he
Posted by andika
on 15-Nov-2007, 17:00 MYT
#165. music....
ada apa dengan music.....
kenapa music yg semuanya dr major label yg dikatakan sebagai music?...
indo : radja,so7,kagen,ungu ,...etc...and the new one Matta band...ala rock/dangdut klu ngak salah...
malaysia :jinbara,slam,scoin, spoon...etc adakah semua itu music yg kamu semua debatkan?
jgn ada yg panas dgn komen ku ini ya...ini pendapat dr aku yg meminati music....
mmg music n lirik nya bebeda....tapi klu kita pikirin samuanya sama aja dong...yg dtg nya dr major label semuanya sama aja...it's all 'bout money....tell me if i`m wrong....
saya lebih gemar pada music dr band2 independent/undergro und...ini dlm scene yg org org kebanyakkannya kurang ambil tau lebih jujur dr yg dtgnya dr major label....
seperti indie/underground scene di bandung yg mana terdapat byk label2 independent...sama juga seperti di malaysia...rasanya ngak ada beda...musicnya juga sama tiada yg lebih or kurang....
indie/underground scene x perlu rasa bongkak,hipokrit,fas ist....etc...
asal saje musicnya dr scene yg sama itu udah bagus...walaupon ada yg music nya pop...peminat/pemusi k nya ternyata lebih "support each other"....x kira dari mana asal nya band tersebut...
udah 3 hari saya meneliti komen kamu semua...ternyata yg bikin panas hanya dipertikaikan lagu yg gaya nya "lebih enak" gitu...
semua yg dtg nya dr major label sama aja bg ku...semua nya seperti org mau mati klu ngak ada cinta....
indie/underground scene juga ada "cinta"nya....it's all bout music...jika karyanya fresh ia pasti didengari....
saya juga meminati band dr indie/underground scene bandung....seperti.. .the sigit,the brandals,mocca,every body loves irene,rock n roll mafia,olive tree....etc.
di malaysia pon ada band dr scene yg sama seperti...bittersweet, kluk kluk adventures, the aggrobeat, the times, pintu merah, the bollocks....etc
aku rasa dr band2 yg aku sebut ni mungkin de mat2/minah2 indon ngan malaysia ni x tau n penah dengar...yg kononnye music dr tempat sendiri lagi hebat...ekekekeke
so...ada apa dgn music....culture?... sbb aku rase sume tu dr barat...
adios.....
Posted by aCidSoul
on 10-Nov-2007, 13:57 MYT
#164. perghhh...panas banget kolum neh.....
cam nk bergaduh je...jenuh membace nye...ahaks!....
pe la nk bertekak pasal music.... dlm sume bende mesti arr de good/bad nye...i'm right?
indon malay..malaysia malay gak....so what?
set ur mind with +ve not -ve......
malaysia ckp melayu indon phm... indon ckp melayu malaysia phm....
slang tu de beza arr 50/50..its not a problem...
klo ikut roots pon org malaysia zaman dulu asal dr indon gak...
maknenye klu kutuk kene diri sendiri arr...
hehee....
to cik fairy nye jgn patah semangat...u do the right things....chaiyuuukk kkkkk!!!
Posted by aCidSoul
on 10-Nov-2007, 05:24 MYT
#163. layari Filem Melayu Rasa Sayang, Eh untuk mengetahui lebih lanjut tentang rasa sayang.
Posted by arezeo
- Website
on 1-Nov-2007, 18:27 MYT
#162. MUHAMAD NURE77: Untung masih ada orang Indonesia yang tidak gampang makan apa yang diludah media atau blog2 lain ttg issue ini. Saya hairan kenapa some media Indonesia ngotot dengan statement bahawa Malaysia telah "mematen" batik, angklung, wayang kulit dan sebagainya, padahal dari mulut Pak Duta Malaysia di Jakarta (sekaligus wakil kerajaan Malaysia), beliau sendiri telah menafikannya.
Setengah claim media are lies, deceit and propaganda untuk mengeruhkan hubungan antara dua negara kita ini. Ada yang malah menanyakan soalan tak munasabah seperti, "should Indonesia sever diplomatic relationship with Malaysia?" Itu betul-betul soalan yang tidak pakai pemikiran rasional dan perasaan, tidakkah mereka fikir bahawa itu hampir tidak mungkin, memandangkan kita saling bergantung antara satu sama lain, dari urusan ekonomi, persahabatan dan hubungan kekeluargaan? Kalau kita putus hubungan, para tenaga kerja Indonesia yang mencari rezeki di Malaysia mau dicampak ke mana? Dan pelajar Malaysia yang menimba ilmu di Indonesia mau dihumban ke mana?
Budaya seni kita memang banyak mirip, dan kalau kita kaji dengan lebih mendalam, seni seperti wayang kulit itu malah asalnya dari India. Janganlah ada sikap 'ethnocentric' dimana anda merasa budaya itu khas dari negara sendiri tanpa ambil tahu mungkin seni itu asalnya dari tempat lain yang lebih bertamadun dan maju dari kita dulunya.
Yang ironisnya lagi, kalau kalian ke Google Patent database dan type in "Batik," anda bisa lihat kalau orang yang telah "mematen" cara-cara membuat corak batik rata-rata adalah kaum bukan Indonesia atau Malaysia (kalau kita lihat dari nama-nama mereka!):
Cubalah: Google Patent "Batik"
PS: And no, no one's ever told me I look like ibu Ulfa (plis lah). Tapi byk yang bilang Nirina Zubir mirip saya.
Posted by Fairy
on 20-Oct-2007, 11:25 MYT
#161. Debat yg oke punya nih. Baru ini saya dapat ngerti soalan2 ini ada acuannya. Jadi ngga asal komen+adu otot. Ngga kayak beberapa blog di Indo+m'sia yg nulis artikel cuma pendapat pribadi/marah2 aja tanpa bukti yg bisa kita pegang. mungkin mereka sengaja supaya pengunjung lebih banyak kali yah! Disini saya yakin yg kita ributin seperti batik,wayang,lagu dsb, cuma namanya sama tapi beda bentuk/corak aja. Seperti orang m'sia bilang budaya Indo+m'sia cuma setipis kulit bawang. Jadi soal patent2an saya kira nggak semudah itu khan?
Fai, apa ada yg bilang Kamu itu mirip ulfa dwiyanti, nggak?...buatku kamu mirip2 dia deh...hehehe...
Posted by MUHAMAD NURE77
- Website
on 20-Oct-2007, 04:04 MYT
#160. ADHIT: Ada ke Malaysian awak kenal yang deny? Buku teks sekolah Malaysia pun mengakuinya.
Posted by Fairy
on 16-Oct-2007, 18:54 MYT
#159. Akhirnya, ada juga orang Malaysia yang mengakuinya
Posted by Adhit
on 16-Oct-2007, 12:58 MYT
#158. blue_davidoff: Saya tahu menahu lah tentang sejarah negara saya sendiri dan asal usul lagu Terang Bulan itu. Malaysia tidak pernah menafikan kalau lagu Negaraku itu asal dari lagu Terang Bulan sekaligus berasal dari Indonesia.
"Before its independence, the national anthem of Malaya was the British national anthem, God Save the Queen. In 1957, the Negaraku was created. The choice of song was made by Tunku Abdul Rahman, the first Prime Minister of Malaysia who is also known as Malaysia's 'Father of Independence'. Tunku Abdul Rahman headed a group of judges at the Depoh Police Hall in Kuala Lumpur to decide on which of the four songs that the Royal Police Band presented should be chosen as the national anthem. Terang Bulan, was chosen for having Malay cultural elements. After the board of Malay Kings had given their favour on the decision made by the judges, the lyrics were re-composed by Saiful Bahari based on the Terang Bulan folk song from Indonesia."
Source: Link
Anda sendiri mempermasalahkannya kenapa? Marah?
Kebijaksanaan dan keputusan forefathers kita dahulu memang aneh, tapi nak macam mana - memang anak Malaysia zaman sekarang mengenali lagu kebangsaan seperti itu dan kita sebagai anak bangsa menghormati keadaan seadanya.
Posted by Fairy
on 16-Oct-2007, 01:24 MYT
#157. Gimana seh Fai,oh jadi lagu terang bulan itu lagu kebangsaan negeri perak,kayanya lo perlu belajar sejarah lagi deh,jelas jelas orang kerajaan yg diundang ma inggris tahun jadul itu ngakuin kalo lagu terang bulan itu lagu keroncong yg berasal dari jawa,terus lagu keroncong itu jadi terkenal dimalaysia,eh ngga taunya lagu itu jd lagu kebangsaan negeri perak terus jadi lagu kebangsaan malaysia,berarti lagu terang bulan dari indonesia itu udah 2 kali dong dijiplak jadi lagu kerajaan and lagu kebangsaan kalian hahahahaha,rakyat sama pemerintah sama sama susah banget ngakuin kalo suka jiplak lagu orang :-d coba deh loe pikir kira kira ada ngga dinegara laen pake lagu kerajaan yg berjudul senada dgn terang bulan,seharusnya lagu kerajaan perak itu kenapa judunya ngga yg patriotik aja y seperti negeri perak yg jaya atau apa ke,sekalian aja agu kerajaannya berjudul "gelap gerhana" or "malam yg sunyi" huahahahaha :d :d")
Posted by blue_davidoff
on 16-Oct-2007, 01:02 MYT
#156. this article makes me as indonesian feel so proud, tapi orang2 indonesia juga tidak boleh terlena, harus terus berkreasi dibidang lainnya juga..kalo soal musik di indonesia sepertinya memang sangat disalurkan. Tapi untuk urusan kreativitas yang lain juga sangat kurang, kami orang Indonesia banyak yang tidak suka dengan acara2 televisi Indonesia yang tidak kreatif dan plagiat. Juga budaya bermimpi yang terlalu disalurkan, mimpi yang tanpa usaha...Ayo..Indones ia dan Malaysia, mari kita berusaha, berkreasi yang terbaik
Posted by nurul
- Website
on 13-Oct-2007, 21:36 MYT
#155. More "Rasa Sayang"-fueled editorials!
We’ve lost that loving feeling
I agree wholeheartedly with this article:
Whither the feeling of love?
Posted by Fairy
on 11-Oct-2007, 10:43 MYT
#154. SpyCat : Gue sangat yakin karena memang menurut gw lagu itu kental banget budaya melayunya, ada pantun plus menggunakan bahas melayu. Gue juga pasti akan mengambil sikap yang berlawanan dengan sekarang klo seandainya lagu yang diclaim sebagai lagu Malaysia lagu 'Suwe Ora Jamu' misalnya. Dan satu hal yang pasti in case u didnt notice atau bahkan gak tau, saudara2 kita orang maluku ataupun kepulauan maluku dan papua itu bukan termasuk kedalam golongan ras melayu ataupun bagian dari wilayah malay archipelago. Mereka termasuk dalam golongan Melanesia Link. So kalo saudara2 kita disana berbicara atau menyanyikan lagu melayu pasti ada yang bawa ke mereka lah. Sekali lagi gue cuma mencoba untuk sedikit berpikir rasional.
Posted by SuperGay
on 9-Oct-2007, 23:04 MYT
#153. PAKDIN: Dak penat eh. Selagi boleh berbagi maklumat yang munasabah, saya akan 'teguihkan.' 
Nak pakai foto ketupat tu, silakan. Asal ada credit ke myindo.com, timakacih.
Masih lagi tentang isu Rasa Sayang, seorang rakyat Malaysia memberi pendapat di suratkhabar Utusan Malaysia:
"Kalau benar lagu itu milik Indonesia kenapa baru sekarang timbul isu pemiliknya? Kenapa tidak 10 atau 20 tahun lalu atau sebelum kita mencapai kemerdekaan? Lagu Rasa Sayang sudah dinyanyikan sejak sebelum merdeka lagi. Kenapa tahun 2007 dipilih sebagai tarikh untuk menuntut kembali hak yang dikatakan dimiliki oleh orang lain?"
Source: Apa isunya Rasa Sayang?
Dan sedikit coverage oleh Bernama:
"...Duta Besar Malaysia ke Indonesia Datuk Zainal Abidin Mohamed Zain berkata demi menjaga hubungan baik kedua-dua negara, polemik seperti menuduh Malaysia mencuri lagu tradisional itu perlu dielakkan.
Zainal berkata, ketika menjadi anggota panel satu dialog terbuka "Menata Kembali Hubungan Bilateral Indonesia-Malaysia" di sini pada Khamis, beliau menegaskan terdapat banyak persamaan di antara dua negara yang saling mempengaruhi itu.
Sebagai contoh, katanya, beliau bangga dengan baju batik corak dan ciri khas Malaysia yang dipakainya tanpa pernah sekali-kali menafikan keistimewaan batik Indonesia.
Katanya, begitu juga dengan lagu tradisional nusantara seperti Rasa Sayange yang sangat digemarinya; tidak pernah Malaysia mendakwa sebagai miliknya kerana ia khazanah Nusantara dan didendangkan sekian lama di mana saja ada manusia keturunan Melayu dari Asean hingga ke Afrika."
Source: Rakyat M'sia-RI Jgn Terperangkap Dlm Polemik Lagu 'Rasa Sayange'
Angklung dan batik "dipaten" Malaysia? Oh, tidak:
"Duta Besar Malaysia Dato’ Zainal Abidin Zain meminta agar hubungan Malaysia-Indonesia tidak terganggu hanya karena "sengketa" lagu Rasa Sayange. Menurut dia, lagu tersebut merupakan khazanah budaya rumpun Melayu di Nusantara. Demikian disampaikan Zainal Abidin dalam diskusi di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (4/10).
Dalam diskusi itu, dia juga membantah Malaysia telah menjiplak batik dan mengklaim alat musik angklung. "Batik Malaysia ada cirinya sendiri, batik Indonesia punya ciri dan keistimewaan sendiri.... Jadi, kenapa dipersoalkan jika Malaysia membuat batik dengan coraknya sendiri," kata Zainal Abidin sambil menunjukkan batik Malaysia.
Berkaitan dengan alat musik angklung, Zainal Abidin mengatakan, itu adalah alat musik Nusantara yang juga dimainkan di Malaysia. "Ini tidak bermakna kami ingin menyatakan bahwa alat musik itu berasal dari Malaysia. Di zaman sebelum Indonesia dan Malaysia merdeka, alat-alat musik itu telah dimainkan dan dibawa ke seluruh penjuru dunia," katanya. Pernyataan Zainal Abidin ini disampaikan ketika bangsa Indonesia terkejut melihat lagu Rasa Sayange dijadikan promosi lima puluh tahun Malaysia. Sebelumnya, berbagai pihak di Indonesia menuduh Malaysia mematenkan angklung dan motif batik dari Indonesia. (bsw)"
Source: Petikan dari Kompas.com, Kasus "Rasa Sayange"
Dan last but not least, comments from Menteri Kebudayaan, Kesenian dan Warisan, Datuk Seri Dr. Rais Yatim:
KUALA LUMPUR 5 Okt. – Menteri Kebudayaan, Kesenian dan Warisan, Datuk Seri Dr. Rais Yatim sedia berhujah dari segi undang-undang dan budaya Nusantara bagi membuktikan lagu Rasa Sayang tidak boleh dituntut oleh mana-mana negara termasuk Indonesia.
Beliau juga mahu melihat apakah tindakan dan undang-undang antarabangsa yang bakal digunakan oleh Indonesia bagi membuktikan lagu tersebut sebagai hak warisan negara itu.
‘‘Kita mempunyai bukti yang kukuh daripada kajian terperinci untuk menangkis tuntutan Indonesia tersebut,’’ katanya pada sidang akhbar di sini hari ini.
Beliau berkata demikian sebagai mengulas gesaan ahli-ahli Parlimen Indonesia yang mahu pemerintah Indonesia menyaman kerajaan Malaysia kerana menggunakan lagu tradisonal mereka iaitu Rasa Sayange dalam kempen ‘Malaysia: Truly Asia’ bagi menarik kemasukan pelancong asing.
Warisan
Lagu tersebut dikatakan sudah menjadi warisan sejati republik itu dan penggunaannya perlu mendapat keizinan daripada negara berkenaan terlebih dahulu.
Menurut Rais, pemimpin-pemimpin di Indonesia patut melihat lagu-lagu rakyat Nusantara sebagai medium untuk memupuk keharmonian dan hubungan dua hala di antara negara dan bukan untuk berbalah dengan Malaysia.
Gesaan itu, ujarnya, menunjukkan ahli Parlimen Indonesia yang terlibat tidak memahami makna budaya Nusantara serta mempunyai pemikiran yang mundur.
‘‘Lagu-lagu rakyat Nusantara tidak boleh dituntut oleh mana-mana negara kerana ia telah lama wujud melalui masyarakat pedagang dan tersebar di seluruh Nusantara sejak zaman Sri Wijaya lagi iaitu pada abad keenam hingga 13,’’ jelasnya.
Beliau berkata, rakyat Nusantara bermakna semua penduduk alam Melayu iaitu Malaysia, Indonesia, Selatan Thailand, Singapura, Brunei dan sebahagian daripada masyarakat Melayu minoriti Afrika Selatan serta Sri Lanka.
Source: Rais Yatim sedia debat isu lagu Rasa Sayang
Posted by Fairy
on 9-Oct-2007, 12:09 MYT
#152. Tak Penat ka Fairy?Dok pi buat research. Depa tu kena pebetoi silabus pendidikan. Pak Din dulu belajaq UUD45 (undang-undang dasar 45)penatarn 4P 100 jam isinya.. Selat Melaka pun depa sebut selat Sumatra. Jalan Hang Tuah di Jakarta tu pun pahlawan nasional Indonesia juga. Abdullah Munsyi yang lahir di Melaka pun depa kata sastrwan modern Indonesia. Biaq pilah...lagi tak pebetoi patriotisme melampau tu lagulah......oh ya Pak Din mintak izin ambik gambaq ketupat pulut hang tak pa kan...?
Posted by pakdin
on 9-Oct-2007, 09:02 MYT
#151. SPYCAT: Saya tak boleh buka link ke cerita "Batik Jogja" itu, mungkin salah?
Ok tentang artikel 'patent angklung' di Republika, here's my question to you: why are there two conflicting statements from two established Indonesian Media? Observe:
- According to Republika, your Foreign Minister alias Menlu Hassan Wirajuda said that Malaysia had patented the angklung. Ok fine. This article was dated July 2007.
- But in a recent Jakarta Post article dated 3 October 2007, Andy Noorsaman Sommeng, director general for intellectual property rights at the Justice and Human Rights Ministry, said he had checked in Malaysia (I assume he approached Menteri Kebudayaan M'sia) for batik/angklung patents and there was no such thing. Patents are about technology. This statement got published on October 3, 2007, a few months after the Republika article.
And besides, you cannot patent something that is centuries-old (in today's modern Indonesian law, you can own rights for a patent for a new invention for up to only 20 years.) What you can patent is how to mass produce angklung faster and in bigger quantities, or a specific brand of angklung - in short, the new technology or new process to make angklung.
Who is more credible, Menteri Luar Negeri or a director general who specializes in intellectual property rights?
Besides, Malaysia sendiri mengakui bahawa angklung itu adalah berasal dari Jawa, Indonesia:
"Tradisi kesenian muzik Angklung yang berkembang di Malaysia sekarang ini adalah berasal dari Tanah Jawa, Indonesia. Manakala tradisi Angklung di Jawa adalah merupakan satu ekstensi daripada alat 'Bongkel' yang mula wujud di Banyumas, Indonesia sejak beratus tahun lamanya."
Source: Website Kementerian Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Malaysia (KEKKWA)
"Even though angklung can be found in many parts of Southeast Asia, it is generally believed that it originated on the island of Java. Traditional angklung music is also used in East Java, Central Java and other islands. However the Angklung is now widely played in many parts of Malaysia."
Source: Central Market (Pasar Budaya, Kuala Lumpur) website
Posted by Fairy
on 8-Oct-2007, 18:11 MYT
#150. supergay : hey., mann, what's wrong with u?? kenapa lo gak percaya banget kalo lagu rasa sayange bukan berasal dari maluku??? apa landasan lo ngatain kalo lagu itu berasal dari malaysia dan dibawa ke indo oleh para pedagang dari sana.. asal lo tau, lagu rasa sayange memang milik rakyat indonesia dan orang2 maluku pada khususnya, dan pemkot maluku udah siapin bukti bukti yang menunjang kepemilikan lagu tersebut..
unke : setuju dg comment lu, bro. pas kita klaim balik lagu rasa sayange, Malaysia tanya "Kalau ini lagu lu, bilang pengarangnya siapa?"
Yah.... yang namanya lagu daerah atau lagu kebudayaan memangnya bisa di ketahui pengarangnya siapa? Kalau begitu bisa aja dong malaysia klaim lagu Apuse?
Malah malay sendiri bilang jawabannya "Ini lagu leluhur orang melayu."
Seharusnya Indonesia bertanya balik "Siapa pengarangnya?"
Well, ini sih masalah yang lucu juga. Kedua negara berantem untuk satu lagu.
Fairy: I hope u can click this link
Malaysia mematenkan (melakukan klaim hak paten) Batik Parang asal Yogyakarta Link
Malaysia mencoba melakukan klaim hak paten terhadap Angklung (alat musik khas Jawa Barat) Link
liat fai, jd gak heran orang2 indonesia get annoyed now of that sort of thing, kami disini merasa kecewa dengan segala perlakuan pemerintahan kalian yang seakan akan merendahkan martabat kami. beberapa benda budaya asli Indonesia ternyata sudah ada dipatenkan oleh malaysia sebelum2nya. we dont want our nation's heritage claimed as its own anymore and stolen by that contry.
Posted by spycat
on 8-Oct-2007, 17:23 MYT
#149. Hi all,
I found this article on "Indonesia Raya hasil jiplakan lagu Leka Leka Pinda Pinda" (and other types of jiplakan) on SwaraMuslim.net:
Lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diciptakan Wage Rudolf Supratman, ternyata merupakan karya jiplakan (contekan). Tudingan tersebut datang dari budayawan dan seniman senior Indonesia bernama Remy Sylado (23761). Menurut Remy yang bernama asli Yapi Tambayong ini, lagu Indonesia Raya merupakan jiplakan dari sebuah lagu yang diciptakan tahun 1600-an berjudul Leka Leka Pinda Pinda. Remy juga mengungkapkan selain Indonesia Raya, sebuah lagu lain berjudul Ibu Pertiwi juga merupakan karya jiplakan dari sebuah lagu rohani Kristen (lagu gereja).
Ungkapan tersebut disampaikan Remy Sylado di Jakarta 4 Januari 2007 pada saat menjelaskan hasil Festival Film Indonesia (FFI) 2006 yang kontroversial.
Source: UPAYA PLAGIATOR Membendung Syari’at Islam
Statement yang dikasi Remy Sylado itu belum cukup bukti (for me lah) to believe that lagu Indonesia Raya is memang hasil jiplakan. Saya ingin tahu lagu "Leka Leka Pinda Pinda" itu berasal dari mana? It's not clearly stated. Bahasa apa itu?
I am attaching this link bukan untuk mengapi-apikan rasa sentimen yang tidak enak, it is not a backlash of any kind - but rather sekadar renungan and healthy debate.
Posted by Fairy
on 8-Oct-2007, 17:09 MYT
#148. Fairy : U are so rite
Posted by SuperGay
on 7-Oct-2007, 01:00 MYT
#147. SUPERGAY: I admire your against-the-grain thought. Unpopular opinion is always harder to express. Hey nothing wrong with being a bit deep, eh?
Posted by Fairy
on 6-Oct-2007, 18:58 MYT
#146. Fairy : Indeed Fai, those islands produce a lot of talented artist, some are very amazing, but still it doesnt change my opinion upon the subject. I'm just trying to be rational here. And about the mendalam thingy, plss dech....
SpyCat : See, U do agree that those eastern Indonesian speak malay coz someone actualy brought the language included some songs to them, the Christian missionaries in ur opinion, traders in mine.
Ungke : F.Y.I dearest, I dont have any problems with any mollucans I have some good friends from Ambon, Kupang, Papua 
Posted by SuperGay
on 6-Oct-2007, 18:50 MYT
#145. Nindya: Kalau saya boleh buktikan, saya tak akan bertanya di sini. Masalahnya, saya tidak tahu, makanya saya bertanya tentangnya. 
Statement itu datang dari mulut seorang teman saya (WNI). I don't know where she got that information, but I must say I am very intrigued.
Maybe the Germans copied Indonesia Raya, eh? 
BTW, naskah dalam konteks ini bermaksud apa?
Posted by Fairy
on 6-Oct-2007, 17:53 MYT
#144. Kamu bisa membuktikannya Fai? WR Supratman adalah komponis besar Indonesia yg membuat lagu kebangsaan dan menyebarkan semangat rakyat Indonesia melalui lagu. Banyak lagu2 perjuangan yg sudah diciptakan olehnya sewaktu jaman Belanda dulu. Naskahnya aja masih ada, kok!
Posted by Nindya
on 6-Oct-2007, 14:43 MYT
#143. blue_davidoff: Sesungguhnya nada komen anda adalah cerminan keperibadian anda. Luahan kata-kata yang tidak konstruktif and menyindir hanya boleh menyinggung perasaan orang. Saya approve komen anda semata-mata untuk beri pendapat mengenai lagu Negaraku.
Sebenarnya, dari dulu Malaysia tidak menafi bahawa lagu kebangsaan "Negaraku" berasal dari lagu Terang Bulan (yang kebetulan juga bekas lagu kebangsaan negeri Perak pada waktu dulu). Bekas Perdana Menteri kita yang pertama Almarhum Tunku Abdul Rahman sedia mengakuinya. Sewaktu dia hendak pilih lagu negara untuk Malaya yang merdeka, dia bilang "we don't need a national song, we need a love song," maka dengan itulah lagu Terang Bulan ditukar liriknya menjadi lagu Negaraku, walaupun pada mulanya hendak diakan pertandingan mencipta lagu baru.
Kalau nak bercakap tentang penciplakan lagu negara, saya baru-baru ini diberitahu (oleh seorang teman Indonesia) bahawa lagu Indonesia Raya itu aslinya dari sebuah lagu patriotik Jerman. Saya belum tahu apakah ini benar?
UNGKE: Soal Supergay anti-Maluku, saya merasa tidak. Saya pasti dia punya sebab yang lebih mendalam.
SPYCAT: Thanks for the link. It's amazing how many languages are still being spoken in Maluku alone.
Posted by Fairy
on 5-Oct-2007, 21:54 MYT
#142. jujur saja malaysia punya vokal yang bagus, penyanyi malaysia punya vokal yang tinggi melengking..., tapi sayangnya lagu yg dibawakan sangat monoton..., dan klu di dengar rada bosan..., dari mulai nyanyi ampe kelar semuanya dengan nada tinggi.., beda dengan indonesia.., penyanyi indon lebih berani berimprovisasi.., apalagi didukung dengan lagu dan muzik yg berkuality.., hasilnya tahu sendiri.., penyanyi indinesia tidak kalah dengan artis luar....
Posted by kaghi
on 5-Oct-2007, 18:47 MYT
#141. malaysia malaysia,kasian deh lo bener2 negri yg aneh,kalo ga bisa ngarang lagu ya udah seh tinggal bilang aja sama SBY kalo mau pinjam lagu rasa sayang buat iklan bullshit asia itu,ga papa koq anamanya juga ama saudara sendiri pasti dikasi tapi ya ga usah ngaku ngaku gitu,lagu terang bulan juga diakuin kagu dari sana please dech,sejak kapan orang melayu main keroncong kalo mau bohong yg masuk akal dikit dong huahahahaha,lagu negaraku aja jiplak sama lagu indo terang bulan dia ngga ngaku gimana lagu rasa sayang mau ngaku kalo bajakan dari indo,kasian banget lo bisa bikin twin tower tp ngarang lagu aja ngga bisa,apa jangan2 twin tower itu yang design orang indo juga wakakakakak,HIDUP INDONESIA RAYA BIAR SUSAH TAPI KREATIF !!!!!
Posted by blue_davidoff
on 5-Oct-2007, 18:14 MYT
#140. its Indonesian folklore song..no doubt. there are some words in that song that are unusual for Malaysian but is perfectly normal for us.
supergay : does ambonesse speak Malay too? YES. There are a lot of Creole Malay dialects in eastern Indonesia, you can even found it in Papua. It was brought along with Christian missionaries (so unlike Christians in our neighboring countries who speak western languages, Christian Indonesians speak local Malays).
here's the source. Link
Posted by spycat
on 5-Oct-2007, 12:50 MYT
#139. Fai, Supergay itu kayanya anti banget dengan Maluku Fai, makanya dia mati-matian bilang Rasa Sayange itu bukan dari Maluku. Why is that Supergay? What's your problem with orang Maluku?
BTW, Rasa Sayange itu bukan satu-satunya lagu rakyat Indonesia yang tidak diketahui penciptanya. Jangan-jangan nanti ada kasus Rasa Sayange yang kedua nih?!
Posted by ungke
on 5-Oct-2007, 12:30 MYT
#138. LAUNG: Agreed that credit should be given where due, and if indeed Maluku "owns" the song, then good for them.
But if the Indonesian govt can prove it, this is better, then they have a strong case against Malaysia and can pursue the suing if they wanted to. But honestly, is it worth the effort?
I disagree that the word "lihat" is uncommon in Malay - it is used often in Malay poetry and lyrics, even in today's music.
But the word "nona" is less commonly used in Malay. Though it could be an old word that has over the centuries been outphased by more modern terms to mean "woman."
SUPERGAY: I kinda like your conspiracy theory about the song originating from Malay traders who went over to Maluku and passed on the song. Quite an amusing but not entirely impossible theory. Are Moluccans not a very artsy group of people? I thought they were all into singing?
This topic makes for interesting research, doesn't it! I wish I had access to the type of old books and journals needed to be able to make a solid conclusion.
But I still think this is a silly thing to argue about. Trust politicians to drive this out of proportion.
Posted by Fairy
on 5-Oct-2007, 09:54 MYT
#137. People, think about Kanji (Chinese letters). Japanese use it on everything basis, even create their own sounds for the strokes. Still they always refer it as Chinese characters.
And please know that "lihat" and "nona" are words very rarely used in bahasa Melayu. Had it been Malaysia, should say "tengok" dan "puan". But they are common in Maluku.
It's about credit. As a creator, Fairy, I believe you're sensitive enough to feel having yours claimed by others as "anybody's" .
Posted by Laung
on 4-Oct-2007, 23:55 MYT
#136. SpyCat: Hmmm... setau gue lagu itu isinya penuh dengan pantun, dan setau gue juga pantun itu budaya melayu, gue gak pernah tau kalo orang2 Maluku juga suka berpantun. Nah kalu sampai lagu itu dinyanyikan oleh Ibu2 pada saat menidurkan anaknya di Maluku bisa jadi dari jaman dulu kala lagu itu dibawa oleh pedagang melayu ataupun pedagang maluku yang hilir mudik berdagang rempah2. Yang pasti kita gak bisa yakin dan pasti orang melayu mana yang menciptakan lagu itu, bisa melayu deli, melayu riau, melayu malaka ??? No one knows.
Fairy: See my point Aniway about this mess, it's just one idea of an individual from our House of Representatives. One tiny voice cannot represent our whole nation.
Posted by SuperGay
on 4-Oct-2007, 22:50 MYT
#135. My my, we've hit some nerves. I'm not in the position to claim anything about the song, I only learned it as a child, not being aware of its origin until now. I've always thought it to be a Malay song, and when I say Malay I don't mean specifically to Malaysia, but Malay as a culture that spans across the archipelago.
SWASHBUCKLER: Now about Malaysia supposedly claiming ownership on batik and angklung, where is this being stated? Can you show me where you've read or seen this? This seems to be a very popular accusation, and just today in the Jakarta Post, it has been announced as untrue:
"Asked if the Malaysian government really had patented batik and angklung, as had been rumored, he [Andy Noorsaman Sommeng, director general for intellectual property rights at the Justice and Human Rights Ministry] said this was not true.
"I have checked in Malaysia and there are no patents for batik or angklung," he said.
He said if there were any patents, they would likely be for any new technology to make batik.
"Patents are about technology," Andy said.
He said to get a patent, a person had to prove their creation was a new invention or innovation and that it was applicable in industry."
Source: The Jakarta Post, 3 October 2007 ("RI proposes international treaty for traditional heritage")
And just for the record, having grown up Malaysian, I've never thought of batik as something exclusive to Malaysia. I'm fully aware that Indonesian has their own patterns for batik and certainly Malaysian batik different in the sense that it is more fluid and abstract when compared to Indonesian batik. So I don't know how our govt could ever think to "trademark" batik as being our own. Stranger things have happened, but I don't think we're the ignorant or stupid.
Question to everyone: What's wrong with sharing culture, especially traditional arts and crafts? Why is everyone getting so riled up about things that can unite us, in this case a children's song about feeling love?
Posted by Fairy
on 4-Oct-2007, 17:25 MYT
#134. Rasa Sayange is OBVIOUSLY an Indonesian folk song, as evident in this website: Link
It comes from Maluku, which is clearly a part of Indonesia, its always sung generation to generation..everyone in Indo know the song ...
malaysian government have to stop making this copy-cat thingy. Give your countrymen a chance to prove they are capable of creating their own tunes and stop being petty thieves.
You already claimed ownership of traditional Indonesian handicraft such as batik parang from Yogyakarta and wayang puppets. and then try to copyright and patent Angklung (a tradional music instrument of west java). and now you claim "the rasa sayang" as urs? owh my goodness.. what the hell is wrong with you? you not only try to pluck our islands, but also try to carry off our nation's heritage.
Posted by swashbuckler
on 4-Oct-2007, 17:05 MYT
#133. He he panass lagi nih....ada baiknya Departemen Pendidikan RI memperbetul silabus sejarah dan geografisnya agar lebih bersifat regional ..kita lebih mengenali Thailand,Malaysia,Br unei,Singapura" agar tidak "over patriotis" ini cuplikan dari Kolom Kita Kompas..disuarakan oleh orang Indonesia sendiri...yah kan bisa saja Soekarnokan tak pernah terima kewujudan Federasi Malaysia..tak ada itu negara yang bernama Malaysia
Posted by pakdin
on 4-Oct-2007, 15:14 MYT
#132. SUPERGAY: Why do you say Rasa Sayang is not a Maluku song? So far it's all I've been hearing, that Rasa Sayang is from Maluku. 
BTW an update on the Rasa Sayange story:
RI proposes international treaty for traditional heritage
I've heard this time and time again by some Indonesians who come to my website and post up comments - that Malaysia has supposedly "trademarked" batik (and other supposedly Indonesian artifacts) as its own. I wonder where they're getting this information.
Posted by Fairy
on 4-Oct-2007, 13:23 MYT
#131. supergay: u're totally wrong.. lagu rasa sayange memang berasal dari maluku.. lagu itu biasa dinyanyikan oleh para ibu2 maluku pd saat menidurkan anaknya...
Posted by spycat
on 4-Oct-2007, 12:34 MYT
#130. I have to say that Rasa Sayange is a malay song but I dont know which malays (Indonesian or Malaysian). One thing 4 sure it's not mollucan's.
Posted by SuperGay
on 3-Oct-2007, 20:10 MYT
#129. Guys & girls, I was tempted to write a new article about this issue but I'll post it here first.
THE RASA SAYANG SONG ISSUE:
Malaysia has been using this song this year to as the theme music for a campaign, including a TV commercial, promoting Malaysian tourism for year 2007.
Now some parties in Indonesia are protesting against the usage because the song is said to originate from Indonesia, Maluku specifically.
In its defense, the Malaysian govt is saying that the song belongs to all people in the Nusantara and can be used freely.
Now I'd like to hear what you have to say about it:
Do you think Indonesia is making too big a deal on issue? Do you think Malaysia should have exercised more caution in using the song? Or really, is the song just everyone's and that the commercial usage is not wrong?
Apakah pendapat kalian?
Some references on the story:
Indonesian Media: Lawmaker accuses Malaysia of heritage theft
Malaysian Media: Rasa Sayang belongs to all
Campaign to promote Malaysia
Call To Sue Malaysia Over "Rasa Sayang" Unrealistic, Says Rais
Isu lagu Rasa Sayang -- Buktikan - Rais Yatim
The Rasa Sayang official website
Posted by Fairy
on 3-Oct-2007, 10:30 MYT
#128. Wow, ada juga manusia yang defend Mawi! Amazing. Saya personally tidak dengar lagunya, I'm sure ada orang yang suka.
Betul, Sheila Majid tidak pula menggelar dirinya sebagai ratu jazz. Mungkin orang di sini keliru dengan apa itu konsep jazz music. Tapi tak dinafikan ada juga music Sheila yang ada unsur-unsur jazz.
Actually Adibah Noor juga not bad. Bagus.
I don't really agree that radio is entirely governed by the wants of the listening public. Some of the time the content is dictated by what the DJ puts together juga. He/She is, after all, in control of the console. So I personally think it's half and half. If you ask the radio DJs, they will sheepishly tell you that yes, sometimes they don't even bother to play what listeners want.
Posted by Fairy
on 3-Oct-2007, 10:16 MYT
#127. AMBOIIIIII Sampai cam tu seklai mengutuk malaysian music.. I tak fikir la sumer lagu dr malaysia tu sucks, memang bbrp iya, tapi bbrp nya not bad la, the singer can sing their own song very well too with nice vocal, just like mawi.. I think mawi is cool and i understand his song i mean.. the way he plays it is way much better than those piece of crap!!!
Why it seems very hard for Malaysians singers to grab the attention of the Indonesian people,. Alasannya sebenarnya karena di indo sendiri udah ada banyak bgt orang2 yang pny talent in singing yg menawarkan dan menyajikan their own songs yang kalo gue pikir jauh lebih keren dan fresh ketimbang apa yang Malaysia punya sekarang dan dicoba ditawarkan kpd Indonesian public here. Actually, persaingan dunia entertainment di Indo sendiri is crazy tight, nggak segampang yg kita bayangin to be accepted and be well known of many people. Siapa yg berbakat, punya talent, and pandai menyiasatin this entertainment realm, orang itu pasti bakal sukses, at least diterima lah oleh para fans and music lovers disini.
Di indo sendiri sebetulnya ada banyak banget penyayi2 dan band2 indie yg punya quality yg jelas gak kalah bagusnya dgn band2 papan atas yg sudah sangat familiar sekali kita dengar on tv maybe, melainkan banyak juga musisi tempatan, penyanyi atau group bands2 indie yg vocalnya bagus, punya good quality, lagu2 nya easy listening, malah yg sering direquest dan menempati top chart di radio2 dan digandrungi oleh banyak kaula muda di indo, tapi video clipnya tidak pernah atau jarang sekali keluar atau diperdengarkan di tv.
Di radio2 malaysia, lagu2 indo yg sering diperdengarkan oleh dj itu plg cuman yg hits di tv2 doank, atau yg sudah sering diputer di radio2 sini sampe2 orang2 dah pada boring dengerinnya, sebetulnya ada banyak bgt lagu2 yg hits di radio sini tapi belum tentu hits and embrace to Malaysia. so, musisi Malaysia mesti kerja lebih keras lagi untuk buat musik yg baru, fresh, beda dgn yang udah2 ada, yg jelas punya quality yg bagus agar dapat diterima oleh fans2 dan pencinta musik Indonesia disini. he..he..
sorry I don't meant to be chauvinistic or too proud, but it's just a fact. ok last but not least.... indomusic still the best and will remain bestest.
Posted by relinda
on 1-Oct-2007, 11:34 MYT
#126. Janji Manis nya Terry klo gak salah lagu Malaysia kan? Jadi keren banget tuch sekarang
Posted by SuperGay
on 29-Sep-2007, 23:18 MYT
#125. Artis Malay yg pernah coba promo album di Indo adalah Farawahida (seharusnya diganti Farah aja kali ya biar lebih keren). Tapi aneh gue nggak pernah denger lagunya. Kasetnya aja nggak gue temuin di toko kaset/musik. Apa iya dia pernah promo album di Indo? Atau cuma main2 aja kali ya... Nggak jelas, deh!
Gue juga pernah iseng2 coba putar lagunya Mawi di toko kaset. Pengen tau aja... Lagunya... mak oi ...tak sedaplah pakcik. Malaysian Idol-kah?
Artis Malay yg kualitasnya hampir sama dgn artis Indo cuma Sheila Majid doang. Tapi kenapa ya dia disebut Ratu Jazz? Padahal nyanyinya lagu2 pop. Semakin nggak jelas deh!
Posted by Cinta
on 27-Sep-2007, 21:48 MYT
#124. I already heard it before if music association of Malaysia complains to private radio stations there in order to they often play the songs which come from Indonesia.
gue pikir itu si konyol bgt, coz music itu sebenarnya universal, mana yang bagus pasti bakal mendapatkan tempat di hati para fans or listeners. Sekarang, di stasiun2 radionya indo sendiri sebetulnya juga banyak yg lebih sering muterin foreign songs, bagi gue si itu jangan dijadiin masalah, there's nothing wrong if there's someone prefer songs that come from certain country, why not.. it's ok2 aja if everyone can enjoy it.. moreover a radio station is a business. They cater to the demands of the market.
The reason why malaysians radio stations are not playing as much local music is because no one wants to hear it or not many people want to hear it.
so, what should be done?, malaysian songwriters should improve or make something brand new or unique to fans.
musik2 indo is good karena ada various genre of musics yang dikasi or made by indonesian songwriters or singers buat public..
thats why indonesian people suka dengan musik tanah airnya sendiri or local music.
di stasiun2 radio sini juga sebenarnya tetep masih ada yg sering muter2in lagu jiran sana ato yang khusus mainin malaysians song only all day, but that's true, lagu2nya yang jadul si (yang ngetop 2 dulu), lagu2 yang sering gue dengar ketika gue masih pake seragam merah putih dulu.. gue juga sometime like tuning radio station nya malaysia.. I wonder, kok lagu2 malaysia lebih enakan yang dulu2 ya ketimbang yang sekarang2?? Itu si menurut gue, tau deh menurut lu2 pade??? How do u think guys?
Posted by rei
on 27-Sep-2007, 18:18 MYT
#123. Hey, I already heard it before if music association of Malaysia complains to private radio stations there in order to they often play the songs which come from Indonesia. A radio station is a business. They cater to the demands of the market.
The reason why malaysians radio stations are not playing as much local music is because no one wants to hear it or not many people want to hear it.
Posted by linda
on 27-Sep-2007, 17:28 MYT
#122. Hey guys and gals, thanks banget for your comments so far, interesting to hear your points of view on acceptance of Malaysian music in Indonesia. It's true that Malaysian artists need to revolutionize the way they compose music today to grab the attention of the Indonesian people (and even locals, actually).
But I also know many Malaysians will argue with me that we do have a cornucopia of talent that goes unknown by the mainstream public because media does not help to publicize them.
Anyway, keep the comments coming in! I like reading them.
Posted by Fairy
on 27-Sep-2007, 10:25 MYT
#121. Sebenarnya orang Indo bukannya nggak mau menerima musik dari Malay. Tapi musik yg kalian tawarkan ke Indo bukan sesuatu yg baru, jadi kami nggak berminat karena kami disini sudah punya lebih banyak dan lebih bagus.
Kalo menurut gue, lagu dari Malay itu kadang nggak jelas genre-nya. Dibilang musik pop/rock, tapi cara menyanyikannya seperti lagu melayu, meliuk-liuk gitu loh. Syairnya pun seperti pantun. Itulah sebabnya kami kurang berminat dengan musik dari Malay.
Menurut pengamatan gue, nama artis Malay umumnya kental sekali kemelayuannya sehingga kami di Indo terkadang nggak familiar/susah menghapal nama tsb, contohnya: Siti Nurhaliza, Syarifah Aini, Dayang Nurfaizah, Adibah Noor, etc. Yang lebih familiar adalah Maya Karin karena nama tsb mirip dgn nama orang Indo. Tapi apalah artinya sebuah nama kalau memang artis tsb benar2 mempunyai talent seperti Siti Nurhaliza. Ye tak?
Posted by Cinta
on 26-Sep-2007, 22:53 MYT
#120. Kusangkakaan panaas berpanjangaan... Syairnya rada aneh aja menurut gua
Posted by Nina
on 26-Sep-2007, 00:22 MYT
#119. Amy Search tuh ya mestinya ingat2, waktu dulu dia berjaya menaklukkan dunia musik Indonesia, artis2 Indonesia santai aja tuh, nggak sirik kayak dia. Justru persaingan dari luar bikin artis2 Indonesia merasa tertantang untuk menghasilkan karya yang lebih baik lagi. Sekarang mereka menikmati hasilnya, musik Indonesia dikenal di seantero Asia Tenggara. Bukan cuma di negara2 yg berbahasa Melayu. Temen2 gw yg orang Philipina sekarang pada tergila2 sama lagu "Kenangan terindah" nya samsons. Lagunya Peterpan "Tak Bisakah" yang dibajak orang India buat jadi soundtrack filmnya teryata jadi hit nomor satu di India sana, bahkan nyaris disebut sebagai lagu India terbaik (sebelum akhirnya mereka nyadar tuh lagu jiplak abis dari lagu Indo). Itu udah bukti bahwa musik Indonesia memang berkualitas.
BTW, semalam gw mutar DVD filmnya Wong Kar Wai "In the Mood for Love", film yang bikin Tony Leung dapet piala Aktor Terbaik di Cannes. Ternyata di film itu ada lagu Bengawan Solo. Gila man, seorang Wong Kar Wai aja make lagu Indonesia buat salah satu soundtrack filmnya. Bangga banget deh gw.
Posted by indie
on 25-Sep-2007, 03:28 MYT
#118. Wah...seru juga ya musik Indo diprotes artis Malay. Gue baru tau tuh! Tapi nggak pa-pa juga sih... Di Malaysia musik Indo diprotes karena lebih sering diputar di radio dari pada musik Malay sendiri. Itu artinya musik Indo lebih berkualitas dibanding musik Malay. Gue yakin kalau pun musik Indo di boikot di Malaysia nggak akan ada pengaruhnya buat artis Indo. Artis Indo akan tetap terus berkarya menghasilkan album2 terbarunya. Jangan lupa bahwa rakyat Indo berjumlah 220 juta jiwa merupakan pasar yg potensial buat pemasaran album. Itu pun pernah diakui Siti Nurhaliza. Taruhlah 1/4 penduduk Indo adalah konsumen musik Indo. Itu setara dengan 55 juta jiwa yg membeli musik Indo. Jumlah tsb udah melebihi jumlah penduduk Malaysia yang 20 juta jiwa, yg belum tentu semuanya membeli musik Indo. Selain di Brunei, Singapura dan Timor Leste, pasaran musik Indo masih terbuka di Thailand yg mana orang2 Thai suka banget musik Indo spt: Samsons, Vina, Krisdayanti, dll. Orang2 Thai pun masih suka menyanyikan lagu Widuri-nya Bob Tutupoli.
Amy Search emang dulu pernah punya nama besar di Indo. Semua orang udah tahu, kok! Sayang sekali nama besar itu dikerdilkan lagi dengan mulut besarnya yg memprotes musik Indo. Mungkin dia nggak tau kalau dulu musiknya selalu diputar di radio2 di Indo. Tapi kenapa sekarang dia yg protes musik Indo. Apa dia lagi cari sensasi ya? Atau biar dia jadi ngetop lagi, setelah itu diajak rekaman di Indo? Aduh...jangan sampe deh! Udah tuing gitu loh! Malas dengerinnya.... Isabela adalah....
Posted by Paundra
on 22-Sep-2007, 15:22 MYT
#117. Memang betul kalo dulu lagu2 Malaysia sering diputar di stasiun radio di Indonesia. Tidak cuma Search, tapi juga Wings, Iklim, UKS, Exist, Ella, Sheila Majid, dst (duh, gue lupa siapa lagi sih...). Tapi kami di Indonesia nggak pernah menganggap hal tsb menjadi ancaman yang serious. Artis Indonesia juga nggak pernah protes ke pemerintah RI, apalagi memboikot. Kami disini sangat terbuka terhadap musik Malaysia dan menganggap itu hal yang biasa. Tapi iya juga sih...itu memang jaman dulu (jadul) banget sewaktu musik Malaysia masih setaraf dengan musik Indonesia. Kualitasnya nggak beda jauh. Lain dulu lain sekarang, memang.... Sekarang musik Indonesia sedang berada diatas karena kualitas dan fresh, dan musik Malaysia sedang berada dibawah karena monoton. Hey, perkembangan musik itu ibarat roda berputar juga ya.... kadang diatas kadang dibawah...
Kalo menurut gue sih musik Malaysia itu sudah terkena seleksi alam oleh telinga pendengar di Malaysia sehingga jarang diputar. Sudah pasti stasiun radio hanya ingin memutar musik yang enak didengar sehingga listeners-nya bisa stay tune terus. Buat apa memutar musik yang nggak enak didengar, bisa2 pendengarnya lari. Tapi kalo memboikot musik yang enak didengar hanya karena musik tsb berasal dari luar, itu artinya artis Malaysia BELUM INGIN bersaing dengan artis dari luar Gue bilang BELUM INGIN lho ya...bukan BELUM MAMPU
Kalo nanti musik Indonesia memang bener2 diboikot di Malaysia, itu berarti artis Malaysia kalah untuk yang kedua kalinya. Lho, kok bisa sih? Ya iyalah...! Yang pertama, mereka udah kalah di kandang sendiri. Yang kedua, di jaman yang modern kayak gini apa sih yang nggak bisa didapat? Gue yakin anak2 muda di Malaysia jadi rajin cari musik Indonesia di internet, baik yang berbayar maupun yang illegal. Tapi bagaimana pun juga Indonesia nggak perlu memboikot musik Malaysia karena pada dasarnya orang Indonesia itu cinta musik. Kami tetap welcome pada Siti Nurhaliza kalo masih mau nyanyi di Indonesia. Jaclyn Victor juga pasti bisa tembus pasaran musik Indonesia karena dia punya kualitas. Albumnya juga udah beredar di Indonesia kok! Hey, Farawahida....! Kemana aja sih loe kok cuma sekali aja nyanyi di televisi Indonesia. Kok nggak tampil lagi sih..! Buat bang Amy Search, mungkin anda sedang mengalami Post Power Syndrome. Popularitas anda di Indonesia itu masa lalu. Ada baiknya anda menghimbau artis muda Malaysia untuk berkarya lebih baik lagi. Bagaimana perasaan anda sewaktu terkenal di Indonesia? Bangga bukan? Sama halnya dengan artis Indonesia yang dikenal di Malaysia karena kerja keras mereka. Sekali lagi HIDUP MUSIK INDONESIA!!!.
Posted by Musikant
on 21-Sep-2007, 16:34 MYT
#116. Here's the Malay version of the NST article on Amy's statements. Check out the comments submitted by readers, I found some amusing. Link
Posted by Fairy
- Website
on 21-Sep-2007, 09:30 MYT
#115. MUSIKANT: Itu kan dulu, bukan sekarang. Tapi menurut saya secara peribadi, kenyataan yang diberi Amy tidaklah terlalu outrageous, ada kebenaran di sebaliknya. There's always two sides of a story and I think Amy has the right to stand up for what he believes.
Posted by Fairy
on 20-Sep-2007, 23:35 MYT
#114. Menurut gue, kalo musik Indonesia lebih sering diputar di stasiun radio di Malaysia dibanding musik Malaysia sendiri, itu berarti musik Indonesia memang benar2 udah diterima oleh pendengar di Malaysia dan mempunyai kualitas. Sebaliknya kalo musik Malaysia jarang diputar di stasiun radio dinegaranya sendiri, itu berarti memang harus ada yang dibenahi dengan musik Malaysia. Boikot musik Indonesia oleh artis Malaysia menunjukkan sikap yang kerdil dan bukan merupakan suatu cara untuk meningkatkan kualitas musik Malaysia. Lihatlah di Indonesia, setiap orang boleh mendengar berbagai aliran musik dunia, apakah dari Barat, India, Cina, Arab, Latin, dst. Dari situlah orang Indonesia banyak belajar tentang musik. Jadi permalahannya disini adalah, bahwa kualitas musik Malaysia harus ditingkatkan kalo ingin diputar terus menerus di stasiun radio.
Yang bikin gue jadi heran, justru Amy Search yang paling gerah sama lagu Indonesia yang sering diputar di stasiun radio malaysia. Padahal lagunya dulu sering diputar di stasiun radio di Indonesia. Please deeeeehhh....
Posted by Musikant
on 20-Sep-2007, 22:21 MYT
#113. Some recent and interesting news about the protests from Malaysian artists on the overplaying of Indonesian pop music here in Malaysia:
Indo-pop rules the airwaves
Protes Artis Malaysia Atas Musik Indonesia Berlanjut
Posted by Fairy
on 20-Sep-2007, 16:03 MYT
#112. Muzik Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei tiada bezanya, kita semua menggunakan Bahasa Melayu sebagai bahasa yang manyatukan bangsa kita di empat negara ini. Sejak dahulu lagi kita bersama... jadi sekarang kita dipisahkan oleh politik dan menyatukan adalah budaya dan muzik melayu yang kita gunakan..
Posted by dhwan
- Website
on 17-Sep-2007, 12:40 MYT
#111. Ass.. maaf kalau saudara kami di malaysia menyusahkan.. tapi yang datang ke malaysia saudara yang terkena seleksi di indonesia. negara kami padat manusia. yang lemah kalah dari yang kuat ini merupakan kejadian yang terjadi setiap hari di negeri kami hentikan cacian dan makian kepada indonesia tidak semua orang sama...! Wass
Posted by Sony
on 19-Aug-2007, 06:52 MYT
#110. I watched MTV Jus and they mentioned Letto a lot, they even topped the top ten list.
Posted by SuperGay
on 27-Jul-2007, 20:00 MYT
#109. DEE! Thanks for the info, I guess I'm out of touch with newer bands. My head's in a bit of a vacuum with relations to new bands from Indonesia, but that's what I have you guys for!
Maybe I need to start watching Astro again.
Posted by Fairy
on 27-Jul-2007, 14:12 MYT
#108. Letto is this new band, emerged at about the same time as samsons and nidji. They're famous coz many of their singles became soundtrack of several hit sinetron. They're ok, i guess... but the singer's really terrible when performing live...
Posted by Dee
- Website
on 27-Jul-2007, 08:42 MYT
#107. SUPERGAY: Wah, I don't know deh. Letto? Siapa tu. Enlighten me!
Posted by Fairy
on 27-Jul-2007, 08:34 MYT
#106. Fairy : I heard Letto rocks ya?
Posted by SuperGay
on 26-Jul-2007, 22:06 MYT
#105. Indonesia negri 1.000.000 band... banyak band2 indie bertebaran... viva indie Indonesia... keep the sprit of indie... salam.
Posted by budee
on 7-Jul-2007, 16:41 MYT
#104. say yes to global music
Posted by anaz
- Website
on 30-Jun-2007, 17:38 MYT
#103. fairy, minta dong teh botolnya...
Posted by anaz
on 30-Jun-2007, 17:36 MYT
#102. Gue akuin sejujurnya kalo musik Indonesia itu emang bagus dan romantis. Musik Indonesia setiap waktu selalu berbeda dan baru. Bukannya gue banggain Indonesia. Tapi kalo dibandingin ama musik Portugis yg rada aneh itu, musik Indonesia lebih diterima di Timor Leste.
Posted by R. Soares
on 9-Jun-2007, 18:35 MYT
#101. Gue dari indonesia.......Gue salah satu penyiar radio di indonesia.gue udah lama banget denger BBC..........Untuk DJ KC, gue bersedia ngirim sample lagu-lagu terbaru dari indonesia........Apa aja, samsons, peterpan, ungu, nidji, melly dan dewa.....semua deh....via email....asalkan Gue tau email DJ KC,,,, PLease reply jika berminat di email gue........no payment alias gratiis
Posted by Nicky KeirenZy
- Website
on 1-Jun-2007, 17:23 MYT
#100. G Van Joed saya suka komentar anda. saya kira komposer Malaysia masih itu-itu juga...5 tahun ketinggalan. Dilema juga kalau mahu ikut aliran easy listening rock seperti Dewa, radja, Padi takut khawatir nanti di bilang ikut-ikutan band anak muda Indonesia jadinya.
Posted by pakdin
on 23-May-2007, 16:30 MYT
#99. Sejarah perkembangan musik Malaysia di Indonesia dimulai pada th 1987 ketika Sheila Majid mulai dikenal publik Indonesia dgn lagunya Antara Anyer & Jakarta dan Sinaran. Lagu Antara Anyer & Jakarta merupakan lagu remake yg sebelumnya pernah dinyanyikan oleh Atiek CB, karya Odie Agam. Setelah itu Search mulai berlaga di Indonesia dgn Isabellanya pd thn 1989. Lagu tsb benar2 berjaya dan sering diputar di stasiun2 radio di Indonesia. Kemudian banyak lagi bermunculan grup band dan penyanyi Malaysia menyusul ketenaran penyanyi terdahulu selama 1 dekade (antara pertengahan 80-an s/d 90-an), semisal: Iklim, Ella, dan yg lainnya (saya tdk ingat lagi).
Menurut hemat saya, kala itu lagu-lagu Malaysia yg didominasi irama slow rock begitu disukai orang Indonesia. Karena keunikannya lagu slow rock dari negeri jiran itu mampu mengisi kekosongan genre musik tsb yg mana mayoritas lagu-lagu rock di Indonesia begitu menghentak-hentak. Lagu-lagu slow rock Malaysia ikut memperkaya persada musik Indonesia selama 1 dekade. Tapi setelah itu pendengar musik di Indonesia mulai merasa bosan karena suguhan musik dari Malaysia dari waktu ke waktu tidak pernah berubah dan terlalu mendayu-dayu sehingga mereka beralih kembali ke musik Indonesia (termasuk saya).
Setelah beberapa waktu musik Malaysia tenggelam, kemudian hadir Siti Nurhaliza dgn lagu Betapa Kucinta Padamu. Si cantik ini membawa angin segar bagi perkembangan musik Malaysia di Indonesia . Dengan suara dan kecantikannya, ia menjadi pujaan pecinta musik di Indonesia dan laris manis dgn sering tampilnya diberbagai stasiun TV di Indonesia. Tapi sayang sekali hanya Siti seorang yg bisa sukses di Indonesia. Bagaimana dengan Farawahida yg pernah promo album di Indonesia? Akankah Jaclyn Victor bisa mengisi menggantikan Siti Nurhaliza nanti? Kita lihat saja nanti....
Posted by G Van Joed
- Website
on 22-May-2007, 18:12 MYT
#98. KNP SIH KALIAN MEMATENKAN SEMUA YG BERASAL DARI INDONESIA MULAI DARI BATIK,ANGKLUNG,DSB.. .?
Posted by HIDUP INDONESIA
on 21-May-2007, 21:04 MYT
#97. Fairy.....
I recently no dat da owner of dis site not indonesian.. I'm dying thoutht u're an indonesian..
2 thumbs for u, salute.....
Posted by Rian
on 16-May-2007, 20:42 MYT
#96. Fairy.. salam kenal.. I am Indonesian I like read this site.. Honest n open minded.. Keep going ya..!
Posted by Nida
- Website
on 14-May-2007, 12:27 MYT
#95. Sejujurnya, gue pengen tau banget musik2 dari negara malaysia.. Karena kami blank banget dengan namanya musik dari negara seberang... yang gue tau sih penyanyi dari malaysia cuman siti nurhaliza doank, itu pun sekarang udah gak kedengeran beritanya, kapan mulai release new albumnya kembali dan bisa dengerin suara merdunya.. I miss her alot. Sibuk ngurus datuk K kaleee ya?? he.. he..he Anyway I'm crazy about her.. Maniz banget sih tu cewek, abiz tu santun banget lagi orangnya.. Huuh, tipe gue banget. Tapi sayang, udah di ambil duluan ama si datuk K.. Sedih banget gue..
Nah lo..., kok jadi ngomongin mbak Siti ya??? ha ha..ha Sorry jadi ngelantur.. Maklum lah.. gue lagi dikit error sekarang nie.
Ok, back to the topic...
Oya, gue juga dengar sheila madjid juga well-known kat sini dulu2 nya, tapi gue ndiri gak tau tuh mana orangnya... can anyone tell me wat's her hit single?
Jadi, tolong donk.. musics malaysia dipromosiiin juga kemari biar kami gak ketinggalan info tentang dunia musics kat sana coz kami disini pasti bakalan nerima musics dari negeri manapun sejauh lagunya nya enak di kuping dan asik buat di dengar...
Coz music iz universal.... Setuju gak lu pade??
Maju terus blantika musik indonesia dan juga malaysia...
Malaysia boleh Indonesia ok
Posted by Rei
on 11-May-2007, 22:18 MYT
#94. musik hrs mengambarkan jiwa kita yg moving forward. gak cuma nangis n nangis terus.
aku rasa itulah yg dibuat oleh musisi indonesia, sesuai kata hati...
Posted by nano
on 5-May-2007, 11:41 MYT
#93. Ya...saya setuju benar bahawa industri Muzik Malaysia kini telah jauh ketinggalan berbanding di Indonesia. Mereka yang terlibat di dalam industri hiburan perlu lakukan sesuatu... Saya harap, kita dapat pelajari sesuatu dan boleh ambil contoh yang baik daripada para karyawan seni, industri rakaman dan artis seberang. Kembalikanlah semula zaman kegemilangan muzik kita.
Kepada syarikat rakaman, saya menyeru agar anda sentiasa melaksanakan kajian/research tentang minat dan apa yang market kita perlukan dan apa teguran atau pandangan dari masyarakat kita tentang industri muzik Malaysia. Harus diingat bahawa masyarakat Malaysia pada masa sekarang sudah penat melihat kebanjiran album-album kompilasi di pasaran. Cuba-cubalah bawakan pembaharuan dalam arena muzik, pelbagaikan pilihan genre muzik apabila anda ingin membuat projek rakaman album artis anda (maaf, saya telah penat melihat terlalu banyak album berkonsepkan balada meleleh , tangkap lentok dan seumpamananya di pasaran), beranikanlah diri untuk melabur untuk sesuatu karya baru dan berkualiti, janganlah anda memilih artis yang hanya ada rupa semata-mata tapi bakat dan kualiti nyanyian, haprak.... ).
Ingin saya tekankan disini bahawa tak semua rakyat Malaysia hanyut dan terlalu fanatik dengan penyanyi yang berwajah kack/cantik jelita tapi kualiti vokal hancus... Kepada syarikat rakaman, saya menyeru, pilihlah artis yang punya kualiti dan bakat dan bukannya rupa semata-mata).
Negara kita sebenarnya kaya dengan artis berbakat besar, dan punyai kualiti sebagai seorang penyanyi. Saya mengambil contoh, Adibah Noor, Anuar Zain, Dayang Nurfaizah, Nora, Jaclyn Victor , Ning Baizura, dsb. Malahan mereka mungkin lebih baik atau setanding dengan artis Indonesia malahan juga boleh pergi lebih jauh di arena antarabangsa.
Seperkara lagi, saya bersetuju bahawa industri muzik Indonesia lebih segar, kreatif dan ada varieti/kepelbagaian . Saya sebenarnya juga meminati muzik dari karya negara seberang terutamanya dari genre R&B, jazz, pop dan hard rock/alternative.
Pada pendapat saya, karyawan muzik Indonesia begitu kreatif lebih segar, updated dimana mereka mampu mengadaptasikan karya barat dan mensesuaikannya dengan ciptaan baru muzik mereka. Saya sedih melihat pasaran muzik di Malaysia hanya tertumpu kepada genre balada, pop dan rock (ballad rock, hard rock, metal).
Cuba-cubalah juga penuhi keperluan kami yang meminati genre selain dari yang tersebut. Kerana inilah sebabnya saya beralih kepada muzik dari Indonesia. Saya kagumi penyanyi kita seperti Sheila Majid, Jac, Anuar Zain, Hazami dll yang cuba penuhi selera kami dengan memuatkan lagu-lagu dari genre ini.
Kini bagi memenuhi selera muzik saya, saya cuba beralih untuk meminati juga muzik dari Indonesia dan penyanyi/band dari Indonesia. Kini saya telah mengenali dan mjula meminati kumpulan Bunglon, Ecoutez , Karimata (jazz band), Kris Dayanti , Ruth Sahanaya (pop dan R&B yang turut saya kagumi), Vina Panduwinata , Harvey Malaiholo, Tompi, dll (jazz vocalist), kump Dewa 19, Sheila on 7, Radja, dll (band pop rock/alternative/har d rock).
Kadang-kadang, saya rasa nak bertandang ke Indonesia saja bila keadaan mengizinkan sebab bila saya ke sana, saya akan membeli album-album dari genre yang saya sukai tetapi sukar diperolehi di pasaran Malaysia. Maaf, Ini hanyalah luahan hati dari saya saja.
Harap pihak berkenaan di dalam industri muzik Malaysia dapat berbuat sesuatu untuk memulihkan kembali kegemilangan muzik kita. Pada masa yang saya, saya juga berharap industri muzik di Indonesia akan terus berkembang manju.
Posted by hood zeedan
on 4-May-2007, 21:10 MYT
#92. Mungkin orang M'sia sedang terlena dengan kemajuan ekonomi dan kemakmuran yang sedang terjadi saat ini di M'sia sehingga mereka lupa untuk meningkatkan mutu di sektor yang lain. Itu pernah terjadi di Indonesia, hingga pada akhirnya bangsa Indonesia mulai tersadar dan membuka mata untuk mengejar ketertinggalannya. Ketertinggalan Indonesia dikarenakan suatu REZIM yang berkuasa pada masa lalu dimana seniman Indonesia tidak bebas berekspresi sehingga banyak industri film yang gulung tikar (bankrupt), dan lagu-lagu popular banyak yang dicekal/dilarang.
Posted by Lukman
on 20-Apr-2007, 14:22 MYT
#91. Untuk masalah seni, berhubung saya adalah pekerja seni atau kakiseni, saya tahu betul bahawa seni di m’sia tue memang hampeh...tak bernyawa. (memang tak sume, tapi generally seperti itu). Rock malay seperti search pon dikenal kerana pada masa tu, stesen tv kat sini hanya satu sahaja yaitu TVRI , apa yang dorang pasang pasti terkenal. tapi setelah private TV such as RCTI, SCTV, etc bermunculan, tak banyak lagu m’sia masuk kat sini. temen2 saya yang di riau pun dah berganti selera, dahulu mereka asyik layan lagu m’sia, kerana mereka tak dapat relay dari stesen TV indonesia, tapi sekarang mereka tak tahu lagu m’sia. mereka lebih suke lagu indonesia yang dinamis dan banyak corak. Lagu m’sia hanya asyik anguk-angguk geleng-geleng, takde makna, syair/lirik tak jelas, kalo pun ada, lirik yang merapu-rapu, meleleh tiada henti. Sume temen m’sia saya yang keje kat indonesia bilang seperti itu, mereka pon tak suke ngan lagu negara sendiri, filem yang tak jelas citernyer, sudah karut, teruk dan hodoh pulak. Jika anda fasih berbahasa indonesia, banyak buku2 hebat karangan penulis tempatan. dah dicetak ribuan exemplar tapi tetap sold out jugak.
Buku2 di indonesia memakai bahasa indonesia dan buku dari luar negeri banyak di translate ke bahasa indonesia, tak seperti di malaysia yang lebih banyak buku terbitan berbahasa inggeris. macam mana nak menghargai karya kalau tak faham isinya secara lebih dalam? baru baca dah pening, tak tahu maksud penulis. Harry potterpun di Indonesia memakai bahasa Indonesia walaupun ada cetakan yang berbahasa inggeris. orang m’sia tak jugak mau membuka mata dan minda. memang bukan senang kalau anda menerima kritik, tapi tak lebih senang apabila kerjaya kita failed dan hanya jadi bahan cemooh kerana kita tak mau menerima kritik. kritik tue buat memperbaiki diri kite sendiri.
Kita memang sudah bercampur ngan budaya barat, tapi kita harus bisa adopted sesuai budaya sendiri. Duit/Uang memang penting, tapi dalam berkarya, itu nombor 2. Yang utama adalah kualiti. kalau kualiti dah baik, wang dengan senang akan masuk kantong. tak sume seni di indonesia itu baik tapi setiap hari pasti menjadi lebih baik.
saya pernah ketemu dan berborak ngan beberapa mat saleh, mereka memuji seniman di indonesia. mereka bilang: ”There are a lot of talented people in art in your country. no wonder your people love your own culture and make art as a way for living, sharing and helping. your people have beautiful and handsome face. if you have the same technologies like in USA, I’m sure you’ll make the second Hollywood in asia at least in Asean.’
Saya pun merasa, orang indonesia sangat menyukai seni, seperti dah merasuk ke dalam jiwa, tapi kadang mereka tak menghargainya dengan membeli cetak rompak. itu adalah problem.
Posted by acukucin
on 16-Apr-2007, 21:03 MYT
#90. hai.......... fairy cerita pasal muzik indonesia sekarang ini yang aku lihat mengalami sedikit pergeseran. tahun2 kemarin mungkin group2 band yang menguasai pasar,tapi sekarang penyanyi solo perempuan mulai berkuasa nih. ini juga karena aliran musik para penyanyi perempuan ini mulai berubah. kalau dulunya mendayu dayu,sekarang lebih ngerock. contohnya aza rebecca n mantan penyanyi cilik sherina. ada juga terry yang sering disebut the next audy,n satu lagi yang paling digilai remaja indonesia bunga citra lestari "kirim aku malaikatmu,biar jadi kawan hidupku,dan tunjukkan jalan yang memang kau pilihkan untukku. kirim aku malaikatmu,karena ku sepi berada disini,dan didunia ini aku tak mau sendiri".
Posted by thia
on 9-Mar-2007, 22:00 MYT
#89. ERNICHKA:
Thank you for bringing up the much overlooked members of Indonesian society who are great singers: former q'ariahs. Indeed we tend to associate good singing with the church, but of course folks from other faiths are just as equally capable of developing into outstanding singers.
And truly, I like the reasoning of diversity of languages and cultures in Indonesia as being the catalysts for shaping up Indonesian music creativity.
This article I wrote is already 5 years old but I'm glad to see people are still interested to discuss about Indonesian music. A timeless topic indeed.
Posted by Fairy
on 28-Feb-2007, 09:48 MYT
#88. I agree with Ungke and Rininta that religion also influence Indonesians' ability to sing better, but I think it is not only religion but also culture (by this I mean the diversity of ethnic groups). Most people from Batak and Maluku sing very well because they sing a lot in churches (note that most Christians in Indonesia are religious). But the moslems also sing very well, remember some of Indonesian famous singers used to be Qoriah (masters of reading Al-Qur'an in rhytmical way). I used to have a classmate who was a Qoriah, and she was the best singer in our school.
My point is both moslems and christians in Indonesia can learn the technic of singing while practicing their religions. Like I said before, the diversity of ethnic groups and the diversity of music genre also affects the singing ability and the musical sense of Indonesians. Most children in Indonesia learn to sing songs from different ethnic groups (thus different languages as well as different tunes and technics) since childhood. From high tone batak songs to melancholic low tone Sundanese songs to cheerful Moluccan songs. We are very open to different tunes and very eager to hear different types of music. I think those are some of the things that contribute to Indonesians' music ability.
By the way I live very far away from Indonesia right now, but still I love singing Indonesian songs. If I happen to browse Indonesian chatting forums in internet, most Indonesians who live abroad say in the forum that apart from food, the thing they miss most from Indonesia is the music. They still admit that Indonesian music is the best.
Posted by ernichka
on 27-Feb-2007, 22:23 MYT
#87. hey..mista KC.i 100 agree 4 ur blog saying indonesian music more progresif than m'sia music.im malaysian too as u.gue juga suka banget sama muzik indonesia....gue emangnya dari dulu lg udah ikut rancangan kendalian kamu.dr awal RED104.9..yg dulunya dkenali RFM.yes..gue akui byk lagu baru dr sana gue tahu infonya dr kamu...eksklusif.lag ian..langsung dgr lagu2 tu..gue langsung dpt kn album mrk.kbetulan gue punya abg ipar dsana..gue bisa pesan langsung sama dia juga gue kesana utk dptkn album2 artis baru indon yg emangnya bagus banget.gue baru saje tambahkn collection gue utk album Jimmy...ya lagunya kamu pnh putarkn...'Dengan atau tanpamu' dan beli sekali lagi albumnya Dygta yg punya lagu 'Karna Ku Sayang Kamu' dan byk lagi.Gue pingin lagi kesana...!!terima kasih KC 4 ur good promoted of indonesian artist!!~~
Posted by farra
on 27-Feb-2007, 15:11 MYT
#86. assalamu'alaikum untuk tim KC yang cool banget
salam kenal gw satria dari jakarta ini pertama saya masuk web KC
gw mau kasih tanggapan nih  tim KC itu adalh tim yg active mencari informasi. tim ini bisa gw katakan cocok ama D'Lawas-nya garasi, yaitu " hanya melayani pecinta musik"
yg paling menarik buat gw itu "Muzik Indonesia lebih progresif dari muzik Malaysia"
dari itu gw ingin ngasih masukan sbg warga indo. masukan ini untuk musik malaysia......
kususnya untuk band2-nya : 1. kalian harus berani nunjukin jiwa kalian, jika kalian musisi hebat 2. harus berani menjadi suara yang keras, bukan cengeng 3. jika perlu, jadilah musisi yg bisa menjadi wakil, orang yang terpenjara, karena system negara kalian yg ketat. 4. berani beda, dari musisi lain.
ok itu aja kok dari gw gw sendiri baladewa, kususnya Dani Manaf ama garasi (musik pemberontakan).
o...iya lupa ni untuk siti nurhaliza : 1. gw suka alunan musik kamu, yg khas melayu, bkan inggris 2. gw suka siti dari umur 12 th, sbga icon penyanyi musik m'laysia, yg masih bertahan.
thanks untuk timKC... o..iya jika perlu berita tentang band2 indonesia,... gw bisa bantu, kirim aja ke mail gw...ya
makasih, ahmad satria
Posted by ahmad satria
- Website
on 19-Feb-2007, 05:20 MYT
#85. Cool...
Indonesian Lyrics | indonesian songs lyrics provider
Link 1
Link 2
Cipta Mandiri
Link 3
Link 4
Link 5
Posted by Jepes
- Website
on 20-Dec-2006, 05:24 MYT
#84. hiii,duh best bgt nih... aku bru aja ke laman ini ga nyangka ada pencinta fanatik ngan muzik indon di negri yg bgi aku{setelah setahun di sini} yg maju bgt!!!bener2 ga nyangka deh!!!!!!apalagi ada yg kenal TEH BOTOL SOSRO...pokoknya syabas 2 u DJ KC deh!!!!
Posted by rycha cg
on 11-Dec-2006, 11:36 MYT
#83. Gospel influence yess agreed...I used to join my Bat (oops nanti ada yang sensitif) my Toba friends to sing during my college life. They can sing at anytime and anywhere with the harmonise vocal.
Posted by PakDin
- Website
on 9-Oct-2006, 13:13 MYT
#82. UNGKE: Thanks for sharing your theory, saya rasa ada kebenaran juga di sebaliknya. Active church folks do spend a significant amount of time singing gospels, a weekly activity that might have helped hone their crooning skill.
Posted by Fairy
on 9-Oct-2006, 09:37 MYT
#81. Komen dari saudara Ungke memang betul. Saya mau menambahi bahwa di Jawa Barat, terutama di kota Bandung juga memiliki segudang artis penyanyi, meskipun berlatar belakang bukan dari gereja, contohnya : Nicky Astria, Mel Shandy, Inka Christi, Rita Effendi, Bimbo, dll. Tapi yang jelas memang Indonesia mempunyai rakyat yang talented, meski pun mayoritas dari mereka middle class. Seni budayanya juga terkenal di seluruh dunia. Mungkin saudara Ungke sudah mendengar bahwa seni karawitan dan pewayangan dari Jawa dan Bali sudah dipelajari oleh orang orang Amerika dan Australia, begitu juga di Eropa.
Posted by Rininta
on 6-Oct-2006, 19:52 MYT
#80. Hi Fai, it seems so interesting to talk about music!
This is my point of view : Indonesia memang memiliki lot of good singers. Dan sebagian besar, mereka berasal dari Indonesia bagian timur (east Indonesia) seperti North Sulawesi, Maluku, Papua, Nusa Tenggara. Hal ini karena di sana majority are Christian so they love to sing every sunday in church. I live in small town called Bitung in North Sulawesi and everybody here loves to sings and most of us starts singing since we were 4 or 5 years old, i myself can sing well eventhough im not a singer Di indonesia bagian barat (West Indonesia) ada juga daerah yang memiliki banyak good singers yaitu Batak (north Sumatera) alasannya sama dengan di atas. Jadi kesimpulan saya adalah religion might influence the quality of music ability. Ada komen?
Posted by ungke
on 5-Oct-2006, 13:17 MYT
#79. Dengerin musik Malaysia? Aduh ngantuk bo
Posted by Sasa
on 3-Oct-2006, 21:44 MYT
#78. I have to agree with this, in term of music, they are more progresive compare to us. Banyak faktor yang dapat diutarakan di sini yang paling utama adalah : pendidikan (educations) almost of the group that popular lately have at least their first degree. They can tackle our undergrads ears. But here in Malaysia we have mamat burger and mamat rempit who use to sing or jamm later on they form a group. The lyric my god ! (not all) but to me is rubish! Being undergrad in Indonesia from 1988 to 1992 I did some research on this. Since then, Indonesia is my second "country". I say the fact. no such things like "dull patriotism" refering to my 1st comment on "dont call them Indon". But teh sosro still doesn't work for my throat he he I prefer air Badak (sasparilla) Indonesian version. bye Fairy.. PakDin (the ex Indonesian Alumni)
Posted by PakDin
on 3-Oct-2006, 09:34 MYT
#77. MUSIK ITU ADALAH SENI..........YANG DICIPTAKAN OLEH ORANG ATAU SEKELOMPOK ORANG YANG DI HARAPKAN BISA MEMPENGARUSI TINGKAT EMOSI SESEORANG TAPI PADA UMUMNYA MUSIK ADALAH HIBURAN.......... musik adalah sesuatu yg universal, semua orang boleh menikmati musik tak pandang bulu (suku, agama , ras bahkan bangsa). asalkan bisa diterima, musik nggak perlu dipermasalahkan dari mana ia berasal yg penting bagus dan mengena dihati pasti akan disuka. musik malaysia yg didominasi slowrock dari pandangan kami di Indonesia: memang diakui monoton, tak banyak variasi dan satuhal yg gw ga suka : grup musik malaysia banyak yg tidak mencipta lagu sendiri (contoh : lagu : disini menunggu cipt. saari amri penyanyi UK's). ada satu lagu tapi dinyanyikan beberapa grup dg gaya yg hampir sama bahkan nyaris ga beda sama sekali, sbg contoh : lagu dirantai digelangi rindu -penyanyi : exist dan spoon (lagu sama, gaya persis). lagu satu nama tetap di hati-new boys (dinyanyikan lagi oleh grup lain dg gaya yg ga beda). nah kalo musik malaysia pengen maju, jangan mengekor grup lain-harus punya ciri khas n mencipta lagu sendiri biar ga tergantung ama orang lain.
Odaraku yang ada di Malaysia.......... Jangan pernah berpikiran sempit tentang musik, apa pun bentuk musiknya dan dari mana musik itu berasal, selama tidak berdampak negatif..... Kalau ada band dari Malaysia yang cakap negatif mengenai music Indonesia berarti dia mesti banyak belajar tentang musik.... Orang yang profesional dengan musik dia tidak akan pernah menutup telinga bila menilai sebuah musik, begitu pun yang bukan profesional tapi tahu dan penikmat musik dia akan berkata jujur musik ini bagus, musik ini hebat. Tapi kalau orang yang benci dengan Indonesia dia akan menutup telinganya.........walaupun musik itu bagus dia belang nggak bagus....karena dia menilai musik dengan kebencian. Tapi harusnya band Malaysia yang cakap macam tu...... Melihat diri sendiri...kenapa band Indonesia lebih di minati disini,,....... Ada apa dengan band kita mana kekurangannya....... ...belajar ,belajar dan belajar, kalau kita malau belajar...bodohlah kita. Sebelumnya maaf saya nak berkata jujur............. Orang Indonesia ini sangat tak minat dengan band Malaysia karena lagu-lagunya monoton...and nggak berkembang.......mel iuk-liuk.... Dan maaf agak kampungan. Jika band Malaysia ingin maju dan jaya di Indonesia harus mereform dan membawa sesuatau yang beda.......kalau begini terus ya,,,,susah nak maju.......ok itu aja dulu, opini gue
Posted by pinkAN
on 2-Oct-2006, 16:03 MYT
#76. Hi JAMES: I have at one point considered writing about the influences of Malaysian rock music in Indonesia especially during the 1980s (think of bands like Search, Wings, etc) but it's in the back burner for now. Thanks for the suggestion though!
Posted by Fairy
on 22-Sep-2006, 13:10 MYT
#75. dear Fai, I really enjoy your articles  Yep, I proudly concur with you that our music is better (although I must admit that during my junior high days I did sing along to that MY rock band Search's, ehm, "megahit": "Isabella adalahh ..." used to remember the lyrics in fact, but not anymore). You could ponder about writing an article about that special genre of music that manage to carve a niche in Indonesian music scene during the late 80's and 90's , the very melancholic "musik Rock Malaysia". I used to have a friend (he's definitely Indonesian and AFAIK never been to MY) that only sang those melancholic MY rock songs (sorry, I still shudder everytime I remember him). BTW, your DJ sure looks a lot like Eko Patrio, the comedian and Kubah National Park in Sarawak really needs some brushing up. Peace james "don't call me an indon" p.
Posted by james
- Website
on 21-Sep-2006, 11:01 MYT
#74. Hi Fairy, saya agak sedikit heran dengan kamu soalnya biasanya orang Malaysia tidak suka dengan Indonesia bahkan cenderung muak karena banyak warga indo yang cari makan di sana dan katanya sering buat onar, tapi kok kamu malah suka mengangkat hal-hal yang berhubungan dengan Indonesia seperti halnya musik??? Apa sih yang membuat kamu tertarik dengan Indonesia??? Padahal orang Indonesia sendiri banyak yang tidak suka bahkan malu mengaku sebagai orang Indonesia???
Posted by ungke
on 13-Sep-2006, 13:31 MYT
#73. Aku mau ngomong apa ya? Gini aja deh... Kalo kamu penggila musik Indonesia, coba deh mampir ke homepage aku.
Posted by gunavanjoed
- Website
on 11-Sep-2006, 13:45 MYT
#72. Fairy, aku minta website-nya CBB dong....... Ada nggak? Trim's ya...
Posted by Nirina
on 4-Sep-2006, 11:31 MYT
#71. Memang bener kalo musik indo itu lebig bagus 3 kali dari musik malaysia. Di tv indo mana ada yang muter lagu dari artis malaysia malah sebaliknya lagu indo banyak diputar di tv dan radio malaysia, mungkin musik malaysia itu terlalu kampungan dan mendayu dayu ditambah artis penyanyinya ga menjual dari segi penampilan alias ga gaul itu loh
Posted by Bella
on 1-Sep-2006, 18:28 MYT
#70. NIRINA: Tidak, saya bukan wartawan. Cuma pengamat.
Posted by Fairy
on 30-Aug-2006, 09:48 MYT
#69. Aku kagum sama kamu. Segitu jelinya kamu membandingkan musik Malaysia dengan musik Indonesia. Bahkan wartawan pun belum ada yang sempat mengulas topik ini. Eh, kamu wartawan bukan sih!!??
Posted by Nirina
on 29-Aug-2006, 15:45 MYT
#68. Aku memang selalu dengar CBB..dan RED.FM xkira malay or english..paling minat KC dan Anne..English suka sangat dengan Terry dan Sheilla...
Aku selalu participate di RED.FM
Posted by Adriz
on 9-Aug-2006, 12:14 MYT
#67. Musik Indonesia memang mengalami perkembangan yang pesat sekali sejak reformasi digulirkan. Itu ditandai dengan banyaknya grup musik pendatang baru yang masing-masing mempunyai keunikan tersendiri. Kalau dulu di tahun 80-an remaja-remaja Indonesia selalu gandrung dengan grup musik dari luar, kini remaja Indonesia lebih menyukai grup musik lokal, seperti Dewa, Gigi, Peterpan, dll. Yang jelas, sekarang ini musik Indonesia sudah menjadi Tuan Rumah di negeri sendiri.
Industri film di Indonesia pun kini sedang mengalami perkembangan yang pesat. Selain sinetron yang mulai mengurangi tayangan film Barat, Mandarin dan India, film layar lebar Indonesia pun sedikit demi sedikit mulai bersaing dengan film Barat dan Mandarin di bioskop dengan harga tiket masuk yang sama. Dan ternyata antusias orang Indonesia terhadap industri film lokal pun cukup mengagumkan.
Posted by Dito
on 3-Aug-2006, 13:51 MYT
#66. Salam Teh Botol
Hi Fairy, boleh tanya nggak? Apa betul vokalis group band 'Sixth Sense' yang ngetop di Malaysia itu berasal dari Indonesia (Jawa Timur)? Kalo nggak salah namanya Adhi Priyo Sambodo, mirip namaku ya Terus kapan dong kamu mau wawancarain dia? Wah..kalo yang berbau Indonesia aku jadi semangat nih! Aku tunggu ya, Fairy
Posted by Adhimas
on 28-Jul-2006, 14:30 MYT
#65. boleh ngasih komen nggak? musik indo belakangan ini memang sedang berkembang dengan pesat. ini dikarenakan musik sudah menjadi kebutuhan pokok di indonesia. kalau bisa dibilang sih, orang indonesia tuh lebih baik kelaparan karena nggak makan daripada harus kelaparan karena nggak dengerin musik sehari. perkembangan musik di indonesia dibuktikan dengan adanya pendatang2 baru "new comer" diblantika musik indonesia dengan penjualan album perdana mereka laku besar dipasaran. contohnya aza nidji,samsons,letto, the upstairs, steven n coconuttreez,kerispa tih,ecountez,maliq n d'essential,kotak, kapten,garasi n masih banyak lagi. dimana mereka memberikan warna musik yang baru bagi ranah musik indonesia.belum lagi munculnya group musik lokal yang menjadi tuan rumah didaerahnya sendiri. mereka ini tidak bisa dipandang sebelah mata,walaupun hanya berkiprah didaerah tetapi mereka setidaknya telah mengeluarkan album dan menjadi duta didaerah mereka. mungkin musisi malaysia haruslah berani menerima hal2 baru, jangan pernah takut untuk bersaing dan bereksperimen. dan mungkin masyarakat malaysia haruslah mencoba untuk mencoba mendengarkan musik dari group yang belum punya nama besar. dan juga untuk mencintai musik negeri sendiri, mungkin enyiar radio atau para presenter musik malaysia dapat meniru kata2 yang selalu diucapkan para penyiar dan presenter di indonesia. "DUKUNG DAN CINTAILAH MUSIK INDONESIA AND STOP PIRACY" atau yang sering mereka ucapkan "TETAP DENGARKAN LAGU-LAGU INDONESIA".
Posted by thia
- Website
on 11-Jul-2006, 15:41 MYT
#64. Hi Fai,
Emang bagus bener tuh musiknya! Tapi napa nggak beredar di Indonesia ya?
Posted by Adhimas
on 4-Jul-2006, 19:44 MYT
#63. more indie indo bands to check out.. soo many talents so little time!! he3
olive tree, the Sastro, Annemarie, the changcuters (what a name..he3), everbody loves irene..
Posted by chinue
on 30-Jun-2006, 19:39 MYT
#62. yup.. same here in indo.. indie bands/singer from all genre (even regge) are blossoming.. my friends recomends me these two indie bands dirty dolls and float i was so blown away by their talent.., many indo bands festivals also taken places in bandung and jakarta.. since the music industry in indo is very competitive, i think its hard for them to make it big because due to their genre they'r not vert matketable
Posted by chinue
on 30-Jun-2006, 19:31 MYT
#61. ADHIMAS: Forget Malay rock yang cengeng, tidak semua musik dari Malaysia begitu. Kamu harus coba dengar band2 wave indie yang sama sekali tidak mendayu, contoh some of the ones I like yang explorative with sounds and progressive, dan saya sendiri mengikuti perkembangan musik mereka:-
O@G Myspace Link
Nice Stupid Playground Myspace Link
Butterfingers Myspace Link
Lucy in the Loo (a girl-fronted band!) Myspace Link
Coba ya dengar! Expand your Malaysian music horizon.
Posted by Fairy
- Website
on 30-Jun-2006, 13:35 MYT
#60. Sebenarnya sih nggak susah-susah amat buat musik Malaysia supaya bisa diterima oleh pendengar di Indonesia. Toh kami di Indonesia tidak begitu suka musik yang rumit-rumit. Resepnya mudah, yaitu:
Musiknya tidak monoton, dan harus berani bereksperimen dengan warna lain. Dan tentunya genre musiknya harus jelas. Kalau genre lagu tsb adalah lagu Rock, menyanyikan harus sesuai dengan karakter lagu Rock. Ini sering dikeluhkan oleh pendengar di Indonesia bahwa musik Rock dari Malaysia begitu mendayu-dayu. Oleh sebab itu kami di Indonesia sering menyebut lagu Rock Malaysia sebagai Rock Melayu. Contohnya adalah lagu Suci Dalam Debu(?) yang dinyanyikan oleh Iklim (kalau tidak salah). Meskipun musiknya rock tapi cara menyanyikannya tak ubahnya lagu melayu. Jadi memang harus ada kejelasan dari genre musik tsb. Musik dari Malaysia begitu rancu.
Syairnya harus bagus dan mudah diterima oleh semua kalangan. Walaupun syairnya melankolis bukan berarti menyanyikannya harus mendayu-dayu, cengeng, atau lembik. Coba dengarkan lagunya Dewa yang berjudul Kangen. Walaupun lagu tsb sangat melankolis, tetapi Ari Lasso menyanyikannya dengan karakter vokal yang kuat dan penuh perasaan.
Penyanyi Malaysia harus mempunyai ciri khas dalam vokal maupun penampilannya. Jangan pernah sekali-kali meniru vokal dan gaya yang dimiliki oleh penyanyi yang sudah ada, karena orang akan bosan dan tidak akan interest sama sekali. Ini pernah terjadi di Indonesia. Contoh penyanyi Malaysia yang bisa diterima oleh semua kalangan di Indonesia adalah Siti Nurhaliza. Dia mempunyai gaya dan karakter vokal yang kuat (meskipun masih ada cengkok Melayunya). Dia mempunyai ciri khas tersendiri yang tidak ada di Indonesia.
Jadi gitu loh resepnya
Fai, akika mawar teh botolnya dong
Posted by Adhimas
on 29-Jun-2006, 18:20 MYT
#59. mas KC sangat mengharukan perkembangan musik klasik kita yang kurang boming lagi.. gimana untuk mengangkat musik klasik bisa diterima lagi apakah dengan memodifikasi lagunya atau pa ya ?
Posted by ardda
on 28-Jun-2006, 04:37 MYT
#58. Hi Fai,
Skali-skali dong buat artikel tentang istilah-istilah bahasa gaul di Indo dan di Malaysia. Kamu kan ahli dibidang itu...Makasih ya
Posted by Adhimas
on 26-Jun-2006, 19:00 MYT
#57. dengerin juga musik nya almarhum benyamin sueb..bang bens....
Posted by ade baehaqi
on 7-May-2006, 13:01 MYT
#56. pada aku lagu melayu dah semakin hilang kualitinya sebaba dengan adanye perubahan bahasa yang mendadak.orang skunk ni pentingkan lagu yang sedap didengar berbannding lagu yang ade message di sebaliknya.especiall y lagu melayu.kadang-kadang kalo aku demagr lagu skunk nie,aku rase cam nak muntah sebab lagu die merepek gler.lebih baik aku layan lagu english dapat gak kau blajo bahasa inggeris tak ke gitu cek kiah?
Posted by seed
on 6-May-2006, 11:34 MYT
#55. Lagu2 indonesia sangat progresive,terutama lagu2 yang dikeluarkan oleh band/kumpulan2..bany ak diadakan festival2 band rock mungkin salah satu sebab musik indonesia lebih berani dan cenderung BERONTAK dengan keadaan2 saat ini.kebebasan berekspresi juga menjadi kelebihan band indonesia.banyak band2 rock indonesia yang tak SUNGKAN memasukkan kata2 (maaf) kasar.sekarang banyak band rock/musisi baru dari indonesia yang mulai populer.contoh :U9 band (Juara 1 festival rock seindonesia,musiknya mirip2 dream theatre).ada juga bondan prakoso mantan penyanyi cilik indonesia yang sekarang menjadi pemain bass(lagu dan tekhnik bermain bassnya oke banget coooyyy..mirip flea) band2 rock indonesia saat ini cenderung mengedepankan lirik dan tekhnik mereka saat memainkan musik.tak heran banyak musisi rock indonesia yang sangat piawai dalam memainkan alat musik mereka..baru2 ini musisi bass indonesia mengeluarkan album yang berjudul
Posted by Dimas
on 30-Mar-2006, 14:20 MYT
#54. Keberanian mncoba hal2 baru merupakan kunci sukses. Itu yg tidak ada pada musisi and penyanyi Malaysia. Jadi saya sarankan kepada para musisi malaysia harus berani bereksperimen karena kegagalan merupakan kesuksesan yg tertunda. Dan nggak salah kalau bljar dg musisi dr indo.
Posted by Amin Aroma
on 16-Feb-2006, 16:41 MYT
#53. Siapatah kumpulan muzik terbaik Indonesia semasa ini? Mungkin Dewa, Padi, arau Sheila on 7 yang boleh dibilang. Namun bila bicara kumpulan Indonesia yang paling diakui di dunia Internasional Discus-lah yang paling menyerlah.
Menekuni aliran Progressive Rock (sebuah genre Rock non komersial dan berorintasi art), Discus kerap diundang oleh ke berbagai negara. Berbanding dengan Padi atau kumpulan lain yang sering diundang ke luar Indonesia oleh mahasiswa Indonesia yang studi di sana, Discus lebih diakui dunia; pencintanya orang western dari berbagai negeri.
Dia di sebut-sebut khalayak muzik telah melahirkan album Progessive Rock terbaik dalam 10 tahun terakhir. CD nya boleh dibeli lewat internet.
tengok pula: Link sebuah artikel tentang discus
Musik Dunia dari Discus
Mereka adalah band prog-rock yang lebih populer di luar negeri.
Malam pembukaan Jakarta World Music Festival, Senin (12/12) di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), membuat mata dan kuping penonton tercengang. Grup band beraliran progressive-rock (prog-rock), Discus, menggebrak dengan sajian musik ''kelas dunia''.
Siapa Discus? Nama dan musiknya tidak sepopuler grup band beken seperti Peterpan, Dewa, Gigi. atau Jamrud. Tampaknya, memang bukan untuk disejajarkan dengan mereka. Sebab, Discus adalah band yang menggabungkan berbagai aliran musik, terutama jazz dengan rock. Oplosan mereka menghasilkan warna musik yang khas Discus.
Tapi, pada ajang penghargaan AMI-Samsung Award 2004, nama Discus sempat melambung di Tanah Air. Kala itu, mereka tampil untuk menerima penghargaan untuk kategori musik progresif yang pertama kali. Discus beranggotakan delapan orang: Iwan Hasan (gitar, 21 string harpguitar, keyboards/, vokal), Fadhil Indra (keyboards, rindik, kempli, gong, electronic percussion, vokal), Anto Praboe (clarinet, flute, suling, puik-puik, bass clarinet, saxophones, vakal), Hayunaji (drum, tawo-tawo), Kiki Caloh (bass), Eko Partitur (violin, vokal), Krisna Prameswara (keyboards), dan Yuyun (vokal).
Buah bibir di luar negeri Mereka banyak mencatat sukses di luar negeri. Album pertamanya, 1st (1999), dirilis perusahaan rekaman Italia, Mellow Records. Album ini menjdi buah bibir dan mendapat ulasan dari majalah-majalah musik di Amerika Serikat (AS), Prancis, Brasil, Belgia dan Italia. Sedangkan album kedua, ...tot licht! (2003), dirilis perusahaan oleh Musea Records (Prancis).
Discus juga sempat tampil di festival musik progresif bertajuk ProgDay 2000, di North Carolina dan beberapa kota lainnya di AS. Lalu pada 2001, mereka diundang tampil di festival Baja Prog V ( Meksiko) dan ProgSol Switzerland (Swiss) pada Oktober 2005. Pada 2006 mendatang, Discus diundang untuk tampil pada Zappanale di Jerman. Ini merupakan festival tahunan terbesar untuk menghormati komponis Frank Zappa. Discus menjadi satu-satunya grup musik Asia yang akan tampil di festival tersebut.
Penampilan Discus di Jakarta World Music Festival juga didukung sejumlah musisi kenamaan Indonesia, yaitu penyanyi pop Fadli yang merupakan vokalis grup band Padi, penyanyi jazz Andien, growler metal Krisna Suckerhead, dan tokoh musik kontemporer Bali, I Gusti Kompiang Raka.
Aduhai dan canggih Kolaborasi berbagai aliran dan alat musik mereka, menghasilkan sajian yang bukan hanya unik. Sekaligus, memperkaya khazanah musik. Discus menampilkan lagu-lagu dari album mereka, seperti System Manipulation, solo piano mengiringi lagu Nanggroe yang dibawakan Fadly. Lalu Andien melanntunkan tembang For This Love yang sangat jazzy. Sedangkan Yuyun mengetengahkan Lamentation & Fantasia Gamelatronique, Contrast, dan Gambang Suling yang sangat unik. Lagu Jawa ini menjadi lain oleh perpaduan gamelan dengan gitar elektrik.
Sementara itu lagu berjudul Kepada Yth Tuan dan Nyonya dibawakan oleh Krisna. Lagu ini menghasilkan musik yang unik, hasil perpaduan alat musik dengan lagu yang dibawakan dengan cara menggeram. Di akhir acara, penonton berdecak puas. Malah, plaus panjang membuat para personel Discus balas menghormat dengan kembali ke panggung. Mereka memberi bonus satu lagu.
Jakarta World Music Festival yang pertama kali diadakan di Gedung GKJ, berlangsung dati 12-16 Desember. Musisi lain yang dijadwalkan tampil adalah Sapto Rahardjo, Innisisri, SP Joko, dan Azied (Selasa, 13/12), Rahayu Supanggah yang membawakan ''Komunitas Bunyi I La Galigo'' (Rabu, 14/12), serta IKJ World Music yang menghadirkan Vonty S Nahan, Pongki Nuzirwan dan Epi Martison (Jumat, 16/12). ''Jakarta World Music Festival hadir untuk pertama kalinya sebagai bagian dari musik Indonesia yang makin berkembang. Mengimbangi kemajuan perjalanan teknologi yang semakin aduhai dan canggihnya,'' kata pengantar dari Direktur GKJ, Marusya Nainggolan, seperti dikutip Antara.
Posted by guntur
- Website
on 4-Feb-2006, 12:45 MYT
#52. Hallo guy's.... Ada tau tak web mane nak download lagunya
Posted by gind
- Website
on 3-Feb-2006, 02:16 MYT
#51. hallo...i just heard that a lot of indonesian singers/bands is very popular in malaysia since i mailed with some of malaysian people at friendster. well, i think i have to thank GOD for that. in indonesia its just siti nurhaliza and toophat that was popular currently. sheila madjid was long time no hear.
my oppinion about malaysian songs is the lyrics is too melancolic and the musics is also like that. you have got to more progresif.
lirik dan musiknya jangan terlalu mendayu-dayu menguras air mata...hehehe
if you have time, just check out my blog http://chevmukarom.blogs.friendster.com/chevs/
Posted by chev
- Website
on 11-Jan-2006, 00:42 MYT
#50. ::::::: EWA 19 - Republik Cinta::::::::
Tahun 2005 memiliki catatan penting bagi grup band DEWA 19. Tidak hanya masalah rumit yang telah menimpa grup musik asal Surabaya ini, tetapi pada tahun 2005 ini DEWA 19 berhasil menorehkan sejarah penting bagi dunia musik Indonesia.
DEWA 19 telah menerobos pasar international, dengan telah ditanda tanganinya kontrak dengan EMI Music International Hongkong yang berlaku efektif per 1 Januari tahun 2006. DEWA 19 dan EMI Music International telah sepakat untuk go international. EMI adalah perusahaan rekaman ke tiga selama DEWA 19 berkarier di industri rekaman. Tercatat Team Record, Aquarius Musikindo merupakan perusahaan yang selama ini menaungi dan membesarkan DEWA 19.
Keberhasilan DEWA 19 menembus pasar international ini, disambut suka cita oleh personil DEWA 19 dengan mengeluarkan album dua versi, yakni versi untuk pasar Indonesia dan pasar international.
Sebagai pemanasan sebelum dilaunchingnya album Republik Cinta, DEWA 19 dan Emi Music Indonesia telah melempar single albumnya yang berjudul Laskar Cinta di 150 radio di Indonesia pada tanggal 12 Desember 2005. Lagu Laskar Cinta ini mengusung thema yang berisi, betapa pentingnya sebuah kesadaran atas perbedaan-perbedaan diantara umat beragama dan aliran-alirannya, sehingga tidak ada yang perlu merasa benar sendiri. Karena kebenaran adalah milik Allah semata.
Tentu ada maksud dibalik thema yang diambil Dhani itu. Dhani mencoba men-sinergikan karya lagunya dengan isu international yang saat ini sedang marak. Isu teroris dan kekerasan itu telah membawa nama Ahmad Dhani dan DEWA 19 dikenal secara international. Tulisan KH. Abdurrahman Wahid(Gus Dur) di The New York Times koran terkemuka di Amerika telah mengantarkan Dhani dan DEWA 19 dikenal secara international. Perseteruannya dengan beberapa ormas Islam beberapa waktu yang lalu, ternyata telah mengilhami Ahmad Dhani untuk mencipta lagu yang berjudul Laskar Cinta.
Keseluruhan lagu-lagu didalam album Republik Cinta tetap didominasi warna rock, pop ala DEWA 19. Khusus untuk lagu Laskar Cinta, Dhani mencoba meramu dan menampilkan irama world music. Sehingga warnanya sangat kontras dibanding lagu-lagu lainnya.
Pada album Republik Cinta terdapat 10 lagu baru DEWA 19, yang terdiri dari; Laskar Cinta (Chapter I), Laskar Cinta (Chapter II), Emotional Love Song, Larut, Sedang Ingin Bercinta, Perasaanku Tentang Perasaanku Kepadamu, Lelaki Pecemburu, Lover's Rhapsody, Flower In The Desert, Live On, Selimut Hati.
Selain itu, didalam album ini, DEWA 19 juga me-recycling lagu milik grup musik legendaris Queen I Want To Break Free.
Tercatat 30 persen lagu-lagu di album Republik Cinta ini ditulis dalam bahasa Inggris.
Seperti sudah menjadi kebiasaan dari grup musik DEWA 19, Ahmad Dhani sebagai panglima DEWA 19 tetap dominan didalam penggarapan album Republik Cinta. Hanya Andra dan Once yang menyertakan lagu ciptaanya. Andra menghadirkan lagu yang berjudul Selimut Hati, hal ini adalah langkah maju dari gitaris asal Surabaya ini. Tidak seperti biasanya yang hanya membuat notasi dan musiknya saja. Didalam lagu Selimut Hati, Andra telah membuat musik dan lirik lagu tersebut diatas.
Once mencipta satu lagu berbahasa Inggris yang berjudul Live On. Tak lupa Ahmad Dhani juga melibatkan pencipta lagu produktif Bebi Romeo didalam lagu yang berjudul Flower In The Desert.
Direncanakan album Republik Cinta ini akan segera beredar di pasar musik Indonesia pada akhir Desember 2005, dan direncanakan akan masuk pasar Asia pada pertengahan bulan Januari 2006.
Dhani optimis, bahwa hasil karyanya di album Republik Cinta ini dapat memberi pencerahan kepada beberapa pihak yang saat ini sangat memuja kekerasan dan teror. Dan dalam hal ini, Dhani juga meminta kepada pihak lain untuk tidak mencurigai dan mudah menjustutifikasi apa yang telah diperbuatnya. Karena maksud dan tujuan dari apa yang tersebut diatas adalah untuk mengajak perdamaian kepada seluruh umat manusia didunia.
Dengan telah bergabungnya DEWA 19 dengan EMI Music International Hongkong, niat Dhani untuk go international dan dikenal di seluruh dunia semakin terbuka lebar. Diharapkan,rencanany a itu bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana yang sudah dicanangkan.(MH)
Posted by ANTON_AW05
on 31-Dec-2005, 13:49 MYT
#49. orang indonesia lebih berani mencoba yang blum ada dengan sgala resikonya. Karna itu gue saranin ama Malaysia supaya lebih berani ambil resiko dan menjadi beda, ok? semoga musik kita sama2 maju.
Posted by ria
on 1-Dec-2005, 13:41 MYT
#48. selamat puasa
Posted by judin
- Website
on 20-Oct-2005, 12:57 MYT
#47. saya salah satu penggemar musik malaysia,terutama lagu2 yang di nyanyikan oleh artis malaysia tapi ciptaan Melly Goeslaw,saya mengalami kesuliatan dalam mendapatkan kaset atau cd artis malaysia di jakarta (indonesia),mohon bantuan teman2 di malaysia unruk memberikan referensi toko kaset yang bisa mengirimkan kaset/cd melalui post,atau teman2 yang mau membantu membelikan kaset/cd artis malaysia yang ada lagu ciptaan melly goeslaw:diantaranya yang saya ketahui :umie aida (kasih),nora (terhitung hari ini),erra fazira (dengan kamu),camellia(?),El la,(?)......mohon bantuan teman2 di malaysia untuk memberikan informasi judul album,judul lagu,atau toko tempat pemesanan kasetnya,bagi teman2 yang memiliki kaset atau cd bekasnya,saya juga berani beli....terima kasih....web saya:www.face-pic.co m/a_p_p dan email saya:maildhie@yahoo. com...thanks a lot!
Posted by dody
on 29-Sep-2005, 17:47 MYT
#46. i think record companies in malaysia has no vision in upgrading local artists .whats counts is only profit . there is a lot of hanky panky going on such as artiste contracts , royalties and etc. local srtiste is the victims always many pr, anr,labels managers are not fit with the jobs .they are not creative people . they should work somewhere else . all the artiste should build up thier own companies and production in order not to be cheated by record labels never sign anything without a lawyer attendance .majar record labels are not helping they are sucking artiste . mostly malay artiste biuld your own labels .production because malay artiste is the main victim in malaysia .wake up dont let them suck you .dont just think of only wrting song and music .you should not sell music rights to record labeks which hold rights up to 25 years ,this is a scam . do your own labels hold your songs rights published your own song. is a normal practice in the west .and international artists .malay artiste have been cheated and screwed since the 60 era . is time to wake up. sell your own products dr. mahathir has lead the way follow him .no use staying lates every nites writing, arranging recording ,doing demos while others getting rich out of it is really time to wake up ... c u nex time
Posted by zami hassan
on 12-Sep-2005, 06:49 MYT
#45.
aku bab muzik tak leh nak kater yg malay banyak tiru muzik indon...tak nafi yg indon memang bagus dalam muzik....tapi kat malaysia pun banyak gak yg bagus cumer dorang tak dapat peluang jerk nak tonjol bakat.....kite tgk contoh maser pertandingan batlle off the bands asian beats ngan rithhem off champions..byk bands yg kiter tak tahu masuk tapi muzik dorang care dorang main lebih hebat dari artis artis yg join so aku n...cadangkan yg bagi can kat artis malaysia undergrounds tonjolkan bakat .,...contohnye bands pawana dorang banyak main lagu sendiri...tapi bukan satu jenis muzik jerk yg bands pawana main macam macam muzik bands pawana maion....60 ans pun bands nih bedal main aper lkagi kalau muzik zam sekarang nih....
Posted by zam
- Website
on 22-Aug-2005, 17:02 MYT
#44. the point is.. mlay-Indon..we are familly and love each other.. 'bout muzik? no problem.... gooooooooo maly muzik..gooooooooo
Posted by simon
on 12-Jun-2005, 22:08 MYT
#43. semua muzik yang dicipta kan ada kelebihan n kekurangan yang tersendiri..bukan nya muzik di malaysia tidak bagus terus.kita di malaysia menganggap muzik indonesia bagus kerana berlainan di muzik nya di malaysia..moga kedua2 negara terua aman n tidak ada sebarang persengketaan hanya kerana MUZIK!!!semuanya bagus bangat....
Posted by miss_eyla
- Website
on 8-Jun-2005, 15:41 MYT
#42. I'm looking for Aisyah Compilation album, did u all here can inform it to me? How can I get the CD's? I really love her malay song and her "fanclub" album. "Never Give Up on You" and "I'll be there" is the best. If I'm a singer, I will sing that song with my own carracter.
Posted by Dyto
on 1-Jun-2005, 22:16 MYT
#41. MUSIK INDONESIA IS THE BEST,AKU SUKA BANGET MAKIN KREATIF DAN TIAP HARI MUNCUL LAGU2 BARU SEPERTI BAND2 INDIE YANG REKAMANNYA TIDAK DENGAN MAJOR LABEL TAPI TETEP SEMANGAT BERKREASI DAN TAHU NGGAK?KASET MEREKA JUGA SANGAT LAKU RATA2 TERJUAL 50-1OO RIBU KOPI....
Posted by yovie
on 1-Jun-2005, 13:46 MYT
#40. Hi I love Peterpan sooooo much they are soooo cool!
Posted by Stella
on 26-May-2005, 16:29 MYT
#39. GW SEBAGAI ORANG INDONESIA DAN JUGA SALAH SEORANG MUSIKUS INDONESIA YANG GAK SUKSES CUMA MAU BILANG KEPADA MUSIKUS MALAYSIA JANGAN PATAH SEMANGAT. KITA DISINI JUGA SUKA KOK SAMA MUSIK2 MALAYSIA. MUSIK MELAYU MASIH DIGEMARI KOK DI INDONESIA, APALAGI ORANG2 DARI SUMATRA. TAPI KENAPA YAA, PENYANYI MALAYSIA YANG MASUK KE INDONESIA HANYA SITI NURHALIZA & TOO PHAT. YANG LAINNYA KEMANA. SAYA PIKIR PENYANYI MALAYSIA MASUK KE INDONESIA TIDAK SESULIT ITU. ASALKAN UNIK SAJA. KALIAN YANG DI MALAYSIA HARUS BANGGA DENGAN SITI NURHALIZA YANG HAMPIR GO INTERNATIONAL. INDONESIA PUNYA ANGGUN, JOY TOBING YANG SUDAH REKAMAN DI INGGRIS BARENG JOSS STONE & TAMPIL DI CHEZH REPUBLIC IDOL. AGNESS MONICA YANG REKAMAN & MAIN FILM DI TAIWAN DAN HONGKONG. YANG PASTI MUSIK INDONESIA&MALAYSIA LEBIH BAIK DIBANDING PHILIPPINES DAN THAILAND. APALAGI SINGAPORE(HA...HA... HA...). TETAPI KENAPA YAA MTV SOUTHEAST ASIA BERPUSAT DI SINGAPORE, HANYA KARENA STRATEGIS SAJA KAN NEGARANYA. MUSIKNYA (HA...HA...HA..)
Posted by Jafar Khasim
on 17-May-2005, 06:02 MYT
#38. Salam buat semua yang ada di sini daripada Achehnese.tk
Posted by Achehnese
- Website
on 12-May-2005, 01:06 MYT
#37. Setuju..industri musik di Malaysia masih lagi ketinggalan...but still we have a very good artis like Dayang Nurfaizah, Anuar Zain, Ning Baizura and others..Maybe the market here to small not like in Indonesia..banyak pendengar..but we in Malaysia are very open minded..kita suka apa saja yang best..tak kira dari India, Indonesia, Hong Kong, Spain dll...
Posted by nora
on 11-May-2005, 15:36 MYT
#36. yah gue suka banget musik indonesia lebih bervariasi
Posted by yovie
on 21-Apr-2005, 14:38 MYT
#35. i'd like to comment that indonesian music is more progresif thanmalaysian muzik b'cause indonesian music have a lot of musician and the songs of indonesia have strong for listener.
Posted by rhandy
on 1-Apr-2005, 16:38 MYT
#34. try : www.hardrockfm.com www.pramborsfm.com www.swaragama.com www.999.fm www.mtvsky.com www.geronimo.fm
Posted by viki
on 28-Feb-2005, 16:50 MYT
#33. Dyto, following up with your comments and jazzmate's, I don't think it's necessarily about the living conditions of the country that 100 percent influences the creativity of music.
I think the size of the country also plays a role: the bigger the country, the bigger the talent pool. USA, Indonesia are huge countries with lots of talented people. Malaysia and Singapore are much smaller.
Posted by Fairy
on 24-Feb-2005, 00:14 MYT
#32. Hi, sorry I did not agree with Jazzmate, tha "because Malaysian and Singaporean are very well treated (by government) and happy with their lives, they don't feel as deep and depress enough to create good music.. Living conditions and suffering in Indo and Philippines makes the people more creative and expressive..Thus, the music from the 2 countries are very much better and appreciated because it truly comes from the heart.."
The impotant things is how make it different dear, if u said that all, how about US, UK, and Australia...? they are very well treated (by government) and happy with their lives??? and I think Indonesia have studied with Australian face about music.. what new and what different, that was the best ever.
If u want to be famous in music, just make some different music, create some newly, and make ur own music body. U can mentions: SO7, Cokelat, Dewa, Anggun, Siti Nurhaliza, Kris Dayanti, Dewi Sandra, Peterpan, Glenn Fredly, Rio Febrian, and latest (the lady) Agnes Monica who will play on Taiwan television drama on March 2005!!!!
An Indonesian Idols #1 finalist have some different thing in Indonesia, they have a new concept and more energic. It's real that Delon and Joy Tobing can reach more 300,000 copies in their own 1st album in Indonesia... and next we will see another Idol #1 (Helena and Karen) will release their 1st album....
BTW, I love Aisah, and I think she is the most favorite artist from Malaysia, couse she just like Sheila Majid who have own character in music industry.
I love Aisah, but I lost her latest info;( I like her all songs (from Fans Club and own album) and want to have her compilation. I heard that Sony Malaysia have the compilation, and not release in Indonesia.... so sorry..
Posted by dyto
on 23-Feb-2005, 21:58 MYT
#31. hello.im a big fan of jamrud.can anybody assist me to get the jamrud album.it's hard to get the cd in malaysia.
thank you
Posted by izam
on 26-Jan-2005, 01:56 MYT
#30. I read an article about an Indon, he said because Malaysian and Singaporean are very well treated (by government) and happy with their lives, they don't feel as deep and depress enough to create good music.. Living conditions and suffering in Indo and Philippines makes the people more creative and expressive..Thus, the music from the 2 countries are very much better and appreciated because it truly comes from the heart.. Probably very true..something to ponder..
Posted by jazzmate
on 11-Jan-2005, 14:15 MYT
#29. gue sebagai orang indo pastilah bangga jika musik negeri gue bisa disukai oleh orang2 dari negara lain. tapi gue juga berharap jika nantinya musik malay bisa sama majunya dengan musik indo. agar kedua negara bisa menjalin kerjasama yang baik dibidang seni, kuhusunya seni musik.
Posted by thia
on 3-Jan-2005, 14:24 MYT
#28. saya pikir pola rasa dan pola pikir org id'sia dan m'sia hampir sama. demikian selera musik mereka. hal yang disuka ord id'sia pasti digemari org m'sia.saya dulu gemar dgn lagu m'sia spt searc n wings.tapi karakter lagu mereka kurang berkembang. cengenng n frustasi. dan tdk ada grup baru yg coba mendinamisasi kelemahan grup top tsb. Beda dengan id'sia, nuansa musiknya lebih variatif dan progressif.grup baru coba menghadirkan sense baru dari penggemar musik, spt slank, dewa, shela on 7, jikustik, dan baru-baru ini peter pan yg mulai menggeser para senior-senior mereka tsb. penggemar pop,rock, R n B, dandut sama baiknya dan banyaknya. tTapi, seperti saya katakan rasa dan seleras musik id"sia dan m'sia sama saja. masalahnya di I'sia mereka lebih maju selangkah dan m'sia akan ikut sama. Ok, Guys! gile banget!
Posted by TOMMY aHAMAD
on 8-Dec-2004, 09:47 MYT
#27. i love you all . i want Indonesian band can playing to out country . hidup Indonesia
GOOD LUCK ? SALAM BUAT SILVIE YAH
Posted by lasidoa
on 11-Sep-2004, 07:18 MYT
#26. hello semua,
sebenarnye, I'm a very big fan of Indonesian music tak tahu pulak yang di m'sia ade satu time slot yang devoted to Indonesian music. Di Singapore jugak, muzik Indonesia begitu popular dan diterima. Mungkin jugak S07 telah memulakan craze ini, tetapi muzik indonesia bukan berligar around them only. Thier bands are the best! Groups like dewa represents what New Boys is like in m'sia (i may be very wrong!) but their seni kata lagu dan muzik will give you an emotional impact. Jamrud presents rather blunt songs which I think can sometime offends listeners In Singapore and M'sia. Untuk solo artist pula, Chrisye is very good as an artist. Lagu2 able to captives the listener. Pendek kata, sekiranya didengar dengan teliti, seni kata gidung Indonesia dapat menyetuh jiwa dengan lebih mendalam. Sorry to say, I think lagu cinta M'sia terlalu merayu2 sehingga tidak kedengaran romantisnya lagi. I agree with what most people say about M'sian CDs being very expensive as compared to Indonesian. Just reduce the price to generate sales! CD Indon kat Singapore pun mahal...15-20 dollars. So kalau saya turun kat Bali tu, berCD2 untuk last me for several months. Bukan sahaja market force yang menbezakan muzik m'sia dan indon, kemungkinan besar jugak orang indonesia ini lebih expressive and talented. Mereka lebih mudah menerima dan mengubah suai foreign muzik to suit their taste. So walaupun ramai yang mengatakan yang lagu band sekarang banyak mengikuti Brit pop, lagu indonesia masih mempunyai keaslian atau jiwa keindonesiannya tersendiri. However, ni pendapat saya and many ppl won't think it that way.... orang yang mengukai lagu yang mendayu2 tak habis2 tentu sekali tidak dapat melihat keindahan lagu indon. OK, stop di sini. Ade komens, saya sedia mendengari. Hidup musik Indonesia!
Posted by imboggie
on 15-Dec-2003, 10:49 MYT
#25. sebenarnya ada juga lagu dr m'sia yg popular di indonesia spt isabella from search, bahkan sampai dibuat filmnya di indonesia, tetapi akhir2 ini music m'sia sangat kurang diminati di indo karena musiknya terlalu mendayu-dayu dan sangat cengeng. bahkan maaf menurut orang indonesia terkesan kampungan. dan temanya itu2 aja. sebagai orang indonesia yang tinggal di malaysia cobalah musisi m'sia belajar dari musisi negeri kami. dari dulu musiknya tidak mengalami perubahan sama sekali.
Posted by ijul
on 15-Jul-2002, 12:30 MYT
#24. saya kaget sekali, ternyata music indo amat sangat disukai di m'sia. well, saya akui music indo memang bagus2 and terbukti music indo bisa mengalahkan music westlife, bsb and more. bahkan music indo bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri. saya sangat bangga dengan itu semua. orang2 di indo lebih mencintai music mereka sendiri semenjak kemunculan so7 yang menjadi pembuka jalan bagi musisi lain untuk berkarya. well, sebagai orang indo saya senang dengan kemajuan music indo. saya dulu sgt menyukai lagu malaysia yang siti nurhaliza nyanyikan, but kenapa siti now tidak menyanyikan lagu sebagus yang dulu.
Posted by nicky
on 15-Jul-2002, 11:04 MYT
#23. Aku baru tahu ternyata di malaysia lagu2 indo punya fans tersendiri...btw apa album dari group "coklat" sudah dirilis di sini, lagunya juga ok banget...lagu malay cuga cukup digemari disini mungkin krn sometimes kita rindu dengan irama melayu...
Posted by lia
on 17-Jun-2002, 12:32 MYT
#22. ebb, you boleh cari kat audiogalaxy.com.
Posted by Fairy
on 5-Apr-2002, 09:20 MYT
#21. mana nak carik the mp3 for the new SO7 song tu?
Posted by Ebb
on 5-Apr-2002, 04:44 MYT
#20. Iano, obviously yes, the recording company have "belakang tabir" with the retail store in Indonesia. But I believe they always try to set the price as low as they can. For example, now there is a local CD of Padi (produced by Sony Music Indonesia) which is the price only Rp. 30.000 (equals to RM6, if I am right?). So as long as "belakang tabir" is positive for us as a consumer, I think its ok! There will be more competition about the price between the recording companies in Indonesia. Well, you know what will happen then?
Posted by Pandu
on 29-Mar-2002, 22:06 MYT
#19. Iano, a very interesting comment indeed. Ok, so retailers set the prices for CDs and cassettes, which is belieavable because sometimes in certain stores, the same CD can cost different. For example I know Music Valley sells their CDs at a really low and affordable price, nothing above Rm40. If you buy one, it's about RM35. If you buy 2, it's RM34/CD, then if you buy 3 it's RM99 for all 3. I kinda like shopping kat this store, considerably cheaper.
If you go to Tower Records where you can find the same CD, prices are set higher. TR is a retailer that totally chokes blood (cekik darah!)man, literally speaking. I guess coz they're the big guys.. they can afford to kill you slowly with their prices. Though I must admit some of the CDs you can find in TR cannot be found in other CD stores, rather exclusive.
And yes I can see and understand why label companies keep chugging out those compilation albums (I'm a business major too), it makes money. In Indo they also have compilations, TONS of them, but at the same time they produce NEW material from new bands or current existing bands.
I suppose you can also argue in Indonesia, a humangous land of about 200+ million people, the talent pool is bigger therefore there are more creative people.
I just say Indons are just damn artistic.... awesome.
Posted by Fairy
on 28-Mar-2002, 11:01 MYT
#18. Pandu: Oh okay. Di U.S the retailers yang set the prices. It makes sense kerana apabila the Music Distributor (EMI,WARNER,UNIVERSAL etc) sell the items to the retailers (Tower Records etc), the retailers ada hak untuk set the prices. I guess its less regulated here then over in Indonesia...
but anyway Im sure retailers and music distributors have something going on...belakang tabir 
Btw, Music Labels and Music Distributors are two separate entities. Labels produces the music while Distributor sell/distributes the music....All the big music distributors (universal, warner etc) have record labels under them ( ie. EMI owns Capitol and Virgin Records) and only EMI distributes music from those labels...
Posted by IaNo
on 27-Mar-2002, 12:37 MYT
#17. Iano, harga kaset dan CD di Indonesia bukan ditentukan oleh retailer store. There is a standar price for the CD's and Cassettes which is the label company has set it. The retail store only allowed to sell it with that standard price, no more added price, even for the tax. They (label company & retail store) had their own agreement to share the profit.
Posted by Pandu
on 27-Mar-2002, 11:54 MYT
#16. Oh yeah lupa nak cakap...youre right about Indonesian music. 100 times better than Malaysian music. I've been to Indo, I know whats up hehe..Mteve!
Posted by IaNo
on 27-Mar-2002, 10:49 MYT
#15. In regards to Record Labels tiada faith?
You hit right on the point. Companies are using the same formula to generate sales/profit because why stop when itsworking right?
I agree that because of that there is less creativity in the music business tapi the core reason why companies are doing this (repeating the formula and putting out catalog music/old stuff/compilation) is because they are coming from a purely business aspect of the industry. Face it, they want to make money in order to stay alive. The economy hasnt been doing that well. Thus, music companies tend to put out old music that will continue to generate sales/profit.
Posted by IaNo
on 27-Mar-2002, 10:46 MYT
#14. Fairy: Erm saya tidak tahu menahu banyak tentang pricing strategy tetapi apa yang saya pelajari di EMI adalah harga jual yang anda lihat di kedai kedai muzik telah ditetapkan on kedai muzik tersebut. OKAY guys i tried....
anyway, yeah the stores actually set the retail price high or low for a product be it international or local. I assume that the cost price for making local CDs is probably a few bucks cheaper than the cost of making an international CD. Tak banyak difference. BUT masalah price timbul apabila the CDs are sold to the retail stores and they set the final selling prices for the CDs. So my point is....blame it on the retail stores for giving us the impression that local and international CDs are the both expensive, padahal cost for local CDs murah sikit.....tetapi keghairahan penjual produk muzik untuk mengaut untung patut disalahkan.
Apart from that, why CDs are cheaper in Indonesia could also be due to the economy and standard of living over there, like what epigo pointed out.
Over here at least, the cost of a CD for an average band/group/artist is about 9 bucks and we usually sell it to the retailers at profit of 4 bucks.
Posted by IaNo
on 27-Mar-2002, 10:29 MYT
#13. Epigo, dalam tulisan I, I bilang kalau di Indonesia itu masih ada price differentiation antara CD local dan CD internasional. Misalnya, CD Dewa baru itu paling mahal (becoz ia terbaru dan jelas donk, itu Dewa, mahal dikit lah) itu adalah Rp.50.000 kan? Beda banget dengan CD International (misalnya Pink) yang mungkin berkisar di atas harga itu, Rp.60.000 ke atas, contohnya. Jadi itu ada perbedaan Rp.10.000 + kan tu?
Nah, kalo CD Malaysia, suka sok (eksyen) harga CD International tu. I liat ada CD baru Fauziah Latif, harganya around RM 45. And ada CD lain spt Ramones yg gue beli untuk kamu, harganya juga sama! Ya mungkin logisnya CD Ramones itu dibuat copynya di sini, tapi orang gak tau kan?
That was my point actually.
And about Indo bands singing in Indonesian, I also mentioned it in my article that it's a socio-culture issue. Memang, majoriti Indonesians gak bisa berbahasa Inggris (dengan fasih terutamanya). Malaysians lebih ramai yang bisa karena mungkin kita dulu jajahan British dan pengaruh itu terlekat di masyarakat kita. Plus kita banyak kaum bukan Melayu juga, jadi English becomes important in closing communication gap.
Tasia, very interesting insight on Amelina (that's her name, or nama glamer. I think her real name is something else, something definitely 'less glamorous' than Amelina!). My roomate dulu in the States was related to her by marriage haha. Lawak siot. Positive Tone label is ok lah. But I myself don't really like the artists they produce. Got lah a few. But I have issues on the kinds of music they produce. Let's not get into that until someone provokes me.
Posted by Fairy
on 27-Mar-2002, 10:04 MYT
#12. rafthah: aper tak nya.. i listened to that song almost 24/7.. eheh melampau betull.. sekarang nih even suara dj CBB tuh pun dah melekat
Posted by tasia
on 27-Mar-2002, 08:52 MYT
#11. i have read somewhere.. that Amelia ( is this her name?) the one who sang dangdut song.. when she first got auditioned she sang pop songs.. but sadly at that time dangdut was considered hot stuff so the recording company chose to make her dangdut artist instead.. i bet the only recording company that dare to come out with different style is positive tone.
Posted by tasia
on 27-Mar-2002, 08:47 MYT
#10. Epigo: makes sense!
Posted by IaNo
on 27-Mar-2002, 01:15 MYT
#9. wah ada iklan KC nih..btw cd di indonesia juga mahal buanget hanya orang kaya aja yang bisa beli cd tuh dan orang miskinnya kebanyakan.. hahaha.. trus band indonesia menyanyi dengan bahasa indonesia karena memang gak bisa bahasa Inggrisss hahahaaha
Posted by epigo
on 26-Mar-2002, 17:58 MYT
#8. sad but true... the reality of life... a mild live... im coming...
Posted by zack
on 26-Mar-2002, 12:00 MYT
#7. ahahaha tasia pu dah hafal dialogue kc i bet hahahahahaha
Posted by Rafthah
on 26-Mar-2002, 10:12 MYT
#6. ouhh so this is KC Ismail.. great article fairy.. " dah puas?.. suka la tuh.. "
Posted by tasia
on 26-Mar-2002, 08:35 MYT
#5. makk aiii.. lengkap tuh fairy. bilo masa ko jumpe KC.. tak story pun.
Posted by im
on 25-Mar-2002, 21:57 MYT
#4. for sure he did a great job on manning that show. i think i can even memorize his dialogue on that particular mp3, first time aku dload lagu ada sore dj hahahhaa
well hopes to get the disc soon. *sigh*
lucky u fai
Posted by Rafthah
on 25-Mar-2002, 16:32 MYT
#3. That Sheila on 7 "Seberapa Pantas" MP3 you downloaded was actually taken from KC's show, yes Rafthah, that's him. I pun nak tergelak dengar ada orang rekod lagu tu sampai includekan voice KC as well (a bit amateur lah). He sengaja tak habis mainkan lagu tu, sebab dia tau sure ada orang rekod punya.
Posted by Fairy
on 25-Mar-2002, 15:25 MYT
#2. ayyy quite a piece but a mix of indon n malay thee, quite great. now i know the face of the dj which i keep on hearing over n over again on my mp3
(lanun telah mendownload lagu SO7 yg terbaru WITH the dj voice hahahahaa taken from his show i bet )
Posted by Rafthah
on 25-Mar-2002, 14:29 MYT
#1. Great BM article Fairy! 
Nampak gaya tu sorang lagi fan Teh Botol.
Posted by MK84
on 25-Mar-2002, 13:16 MYT
|