#208. saya mahu menyampaikan selamat hari raya kepada kawan-kawan saya iaitu Nur sabrina,sharmila iman,Nur intan suraya,Nur Aya Najwa dan tidak lupa juga guru-guru saya iaitu Pn foaizah Binti Sidek , Ustazah Fazlluliaini dan Datin maznah.Dan semua yang saya kenal SELAMAT HARI RAYA.
Posted by PARVINDER KAUR
on 28-Sep-2008, 20:48 MYT
#207. Film Sepet baguskah? Napa nggak beredar di Indo. Sepet itu sipit ya, Fai? Kalo di Indo Sepet itu buah yg masih mentah berasa kecut dan pahit.
Gue pernah nonton film Cinta Kolesterol (udah lama banget), kayaknya film itu bergenre komedi. Cuma karena gue nggak ngerti bahasa M'sia, jadinya film itu nggak nyambung dan nggak lucu lagi. SEPI PENONTON.
Film Diva juga pernah tayang di bioskop Indo. Ceritanya mirip sinetron Indo th 90-an. Juga SEPI PENONTON.
Plis deh M'sia.... kasih kami film yg bagus2 donk...!!
Posted by Dita
on 28-Sep-2008, 18:21 MYT
#206. Filem Sepet katanya bagus yah? Kamu udah nonton Fai? Kalo ga salah itu film cinta antar ras.... tema yg menarik.... sayang di sini jarang beredar filem2x malaysia... seingatku baru dua filem malaysia yg masuk video ezy (tempat sewa VCD/DVD) deket rumah... judulnya Gol dan Gincu sama filemnya Revalina Temat bareng Yusri KRU (judulnya lupa...) Dua2xnya ga nonton sih... kaya'nya kurang bagus, masih mending filemnya Miller..... 
Mungkin kamu bisa buat artikel tentang filem2x malaysia yg bagus, Fai.... (kriteria filem bagus menurutku adalah filem yg ga bikin kita nyesel buang2x waktu nontonnya dan bisa bikin kita kepengen nonton lagi dilain waktu....)
PS: Tentunya permintaanku ini masih relevan dengan hobi kamu kan Fai...?
Posted by loveprince
- Website
on 24-Sep-2008, 22:47 MYT
#205. FIRDAUS: Saya baru tau tentang Miller. Pernah tampil di filem Sepet katanya (mungkin small role ya) Baguslah kalau dia nak jadi WNI, kenapa tidak? 
SHINTA: Saya nak kasi komen tentang lagu Aspalela by Saiful Apek. Saya pernah baca bahawa lagu itu diproduce oleh KRU dan mereka telah mendapat kebenaran yang sepatutnya dari pihak Indonesia. Jadi kalau kenyataan itu betul, boleh jadi lagu Aspalela itu sah dari segi legal/hukum.
Biasakan, artist kadang2 menggunakan lagu orang lain dengan kebenaran untuk tujuan commercial.
SANDY: Menurut saya, harga CD di Malaysia tidaklah terlalu mahal sekarang. Kita boleh cari dan beli CD artist barat dengan harga RM29.90 - RM35.90 (cetakan/edisi Malaysia). Artist lokal sekarang pun dah bijak dan tidak mahu meletak harga yang terlalu tinggi.
Posted by Fairy
on 24-Sep-2008, 10:32 MYT
#204. Menurut gw boikot musik Indo oleh artis2 Malay bukan satu2nya cara utk meningkatkan penjualan CD/kaset musik Malay. Tindakan itu justeru akan menjadikan mereka seperti katak dlm tempurung, karena nggak ada lagi pembanding antara musik lokal & luar. Ujung2nya mereka akan merasa cepat puas dgn apa yg telah mereka hasilkan, padahal nun diluar sana ada musik yg lebih berbobot dibanding musik lokal.
Berupaya utk menghasilkan karya bermutu adalah cara yg bijak utk keluar dari keterpurukan industri musik lokal. Ini pernah dialami Indonesia sewaktu membanjirnya musik Malay di thn 80-an. Tapi artis musik Indo nggak pernah pesimis akan datangnya kejayaan musik Indo di negerinya sendiri, meskipun pemerintahnya kurang peduli.
Harga CD yg mahal di Malaysia dan juga beredarnya CD bajakan adalah faktor2 lain yg menyebabkan berkutangnya penghasilan artis2 Malay. Di Indonesia pun sulit utk memberantas CD bajakan. Tapi se-tidak2nya harga CD disini lebih murah sehingga terjangkau oleh masyarakat, sekaligus dpt mengurangi membeli bajakan.
Boikot musik Indo akan lebih efektif jika syair lagu tsb mengandung unsur anti suku, anti agama, anti ras, pornografi (lucah) atau pun karya bajakan. Selama syairnya nggak menyalahi norma2 yg berlaku di masyarakat maka boikot tsb hanya menjadi bahan pertanyaan. Bagaimana dgn musik Malay hasil karya artis Indo atau pun bajakan dari musik Indo, apakah akan diboikot atau malah sering diputar disana? Itu yg juga hrs dipikirkan oleh artis2 Malay bersama pemerintahnya.
Posted by Sandy
on 22-Sep-2008, 19:37 MYT
#203. Oh.. si Miller itu ternyata orang Malaysia toh. Baru tau gue! Pantesan aja waktu gue liat filmnya, ngemengnya kok rada aneh gitu. Tapi baguslah... ternyata ada juga orang Malaysia yang main di film Indo. Toh banyak juga artis Indo yang main di film Malaysia. So what gitu loh
Kalau nanti musik Indo jadi diboikot di Malaysia, apakah selanjutnya giliran film Indo akan diboikot juga? Terus film yang dibintangi si Miller itu akan kena boikot juga nggak sih? Duh duh duh...kasihan sekali dia, udah di negaranya sendiri nggak ada peluang, eh filmnya kena boikot. Please deh...
Posted by Geovani
on 20-Sep-2008, 19:58 MYT
#202. Kalo musik Indo jadi diboikot di Malay nggak akan jadi masalah buat artis2 Indo. Job manggung masih tetap mengantri di Indonesia sebab kita sudah punya lebih dari 100 channel TV swasta di seluruh Indonesia. Di Jakarta aja udah ada 15 channel TV swasta yang acaranya bagus2. Hampir setiap hari kita selalu disuguhi acara musik Live dari grup band dan artis2 ngetop Indo.
Buat artis2 Indo, gue harap kalian nggak usah berkecil hati. Kita nggak usah ngebalas tindakan artis2 Malay dengan memboikot artis atau musik dari Malay. Tunjukan kalo kita legowo dan siap menerima persaingan. Anggap aja kalo job manggung di Malay itu cuma sebagai selingan. Job manggung kalian yang sebenarnya ada di Indonesia yang masih mengantri. Hidup Musik Indonesia!!!!
Posted by Rudy
on 17-Sep-2008, 16:16 MYT
#201. Betul Fairy, kami di Indonesia welcome aja sama artis2 dari Malaysia. Kita juga welcome sama Miller yg udah main di film dan sinetron Indonesia. Kalau produk budaya dari Malaysia bagus, kenapa harus kita tolak?
Tentang Miller kamu bisa baca disini Link
Posted by Firdaus
on 16-Sep-2008, 15:14 MYT
#200. Lucunya si Amy Search itu, dia bilang kalau diatas jam 10 malam Malaysia sudah seperti Jakarta hanya karena musik Indonesia sering diputar. Padahal di tahun 80-an keadaan di Indonesia juga seperti itu, seperti di Kuala Lumpur. Tapi artis Indonesia nggak pernah protes tuh!!
Bagaimana artis2 Malaysia akan disuka oleh peminat musik di Malaysia kalau urusan lagu aja masih copy & paste. Contoh yang paling memalukan adalah pembajakan lagu BINTANG KEJORA & ABANG TUKANG BAKSO menjadi lagu ASPALELA. Kemudian 2 buah lagu Raja: JUJUR & TAKKAN MELUPAKANMU dinyanyikan oleh Ella menjadi satu lagu menjadi JUJUR TAKKAN MELUPAKANMU. Bagaimana peminat musik di Malaysia akan respek dengan lagu ciplak. Mereka juga pasti akan bosan mendengarnya. Di Indonesia sendiri lagu baru tidak selalu bisa menjadi hit, apalagi lagu ciplak.
Siapa bilang kalau artis Malaysia tidak dilayan dengan baik di Indonesia?!! Buktinya Raihan masih sering tampil di Indonesia. Kami tidak anti dengan artis Malaysia, asalkan yang kalian tawarkan benar2 bermutu dan disuka orang Indonesia. Kami terbuka dengan artis dari luar Indonesia. Hardy Mirza dari Singapore juga disuka disini. Begitu juga Maribeth dari Filipina yang sukses dengan lagu DENPASAR MOON sudah berkarir dan tinggal di Indonesia sejak tahun 90-an.
Artis Malaysia... please deh ah... jangan cengeng begitu donk...!! Malu tuh dengan pepatah 'Buruk Rupa Cermin Dibelah', Tidak laku lagu Malaysia di negerinya sendiri, eh lagu Indonesia yang diboikot.
Posted by Shinta
on 14-Sep-2008, 18:07 MYT
#199. DITO, RIFKI, HENGKI, terima kasih atas komen2 anda.
Memang betul ada pihak artis dari Malaysia yang mengadu tentang betapa seringnya lagu2 Indonesia diputar di gelombang radio Malaysia.
Yang saya rasa lebih ironis lagi, orang yang paling kuat mengadu itu adalah Amy Search sendiri, artis yang telah mendapat banyak rezeki dari peminat Indonesia pada tahun 80an. Ibarat kacang lupakan kulit, Amy telah lupa dengan jasa orang Indonesia dalam karir muziknya.
Posted by Fairy
on 12-Sep-2008, 11:49 MYT
#198. orang m'sia terlalu lembek alias...malas.sikit2 mengadu ama pemerintah. apa orang m'sia tidak bisa kreatif.makanya hidup jangan dibawah ketiak pemerintah. masa cuma soal lagu aja.ampe ngadu ke pemerintah.di indonesia lagu apa aja bisa tenar. tapi tidak pernah diboikot oleh artis dan pencipta indonesia. mereka menghargai karya seni seseorang atau negara manapun. makanya belajar mengahargai karya seni orang lain. jangan hanya pandai mencaplok dan memboikot karya seni seseorang. di indonesia pun pernah booming lagu2 m'sia. tp tidak pernah diboikot oleh orang artis serta industri musik indonesia. karena mereka menghargai karya seni seseorang
Posted by hengki
on 11-Sep-2008, 01:34 MYT
#197. saya Rifki, asli Indonesia, saya study di Kuala Lumpur... artikel anda bagus sekali... saya hanya ingin kasi info, bahwa indonesia itu bukan hanya Jakarta yg polluted and crowdeed, juga gaji rendah... di hometown saya, Balikpapan (east Borneo), no polluted, dan gaji juga oke... tapi itu hanya salah satu contoh... Indonesia terdiri dari 31 provinsi, so, if you come to Indonesia, please visit another City beside Jakarta, so you can see another side of My Beloved Country, hehehe... dan satu lagi,,, sebenernya, to be honest, orang2 indonesia kurang nyaman (selesa) dgn sebutan "INDON", krn terkesan agak kurang enak di dengar,,, so, boleh tak kalau di ganti menjadi orang Indo sahaja?,,, hehe,,, dgn segala hormat saya ucapkan Terimakasih banyak... with Peace & Love... -Rifki- (^_^)
Posted by Rifki A Brilliant
on 8-Sep-2008, 23:36 MYT
#196. Fairy, sebenarnya ada satu penyanyi Malaysia yang punya potensi untuk dijual albumnya ke Indonesia, yaitu SEAN GHAZI. Gue udah pernah dengar lagu-lagunya di Multiply. Gue cuma bisa bilang BAGUS dan nggak kalah sama penyanyi dari Indonesia. Tapi kayaknya artis atau produser rekaman di Malaysia nggak pernah melihat peluang itu. Mereka malah sibuk ingin memboikot musik Indonesia. Lho kok bisa sih? Sepertinya mereka itu kurang smart dalam mencari, memperkenalkan dan memasarkan potensi artis-artis Malaysia di Indonesia. Kadang-kadang gue berpikir betapa kerdilnya artis-artis Malaysia yang cuma merengek ke pemerintahnya untuk memboikot musik Indonesia. Apakah Malaysia sudah sebegitu makmurnya sehingga bukan masalah perut lagi yang mereka protes, tapi masalah telinga. Telinga orang juga punya selera, nggak bisa dipaksa untuk mendengar lagu yang nggak mereka suka. Mungkin kamu sudah tahu kalau artis Malaysia nggak main-main untuk memboikot musik Indonesia. Ini gue kutip berita dari koran Media Indonesia.
Rabu, 03 September 2008 15:46 WIB Karyawan Malaysia Minta Pemutaran Lagu Indonesia Dibatasi KUALAU LUMPUR--MI: Persatuan karyawan industri musik Malaysia (Karyawan) akan menuntut kepada Menteri Tenaga, Air, dan Komunikasi Malaysia Shaziman Abu Mansor agar dibuatkan aturan yang membatasi penyiaran lagu Indonesia di radio di negeri itu.
"Kami akan menghadap menteri Shaziman besok untuk menyampaikan tuntutan kuota 90 persen siaran lagu-lagu Malaysia, sisanya baru lagu Indonesia 10 persen," kata ketua Karyawan Ahmad Abdullah kepada Malaysiakini.com, Rabu.
Menurut Karyawan, jika tuntutan kuota itu tidak diterima, perbandingan 80:20 masih bisa diterima.
Tuntutan itu didukung sekitar 700 karyawan yang bekerja di industri musik. Dalam pertemuan itu, Presiden Karyawan Freddie Fernandez, komposer dan penyanyi terkenal M Nasir dan Nan Saturnie akan hadir dalam pertemuan dengan menteri.
Para karyawan industri rekaman Malaysia sudah lama memprotes dan menuntut agar radio di Malaysia tidak terlalu banyak menyiarkan lagu Indonesia karena akan menambah penjualan album penyanyi Indonesia di Malaysia, dan menurunkan pangsa pasar album penyanyi Malaysia.
Para penyiar dan pengelola stasiun radio Malaysia beralasan seringnya memutar lagu Indonesia disebabkan karena banyaknya permintaan dari pendengar.
Bahkan, tiga stasiun radio swasta yang saling berlomba menduduki posisi teratas di Malaysia, Era FM, Hot FM, dan Suria FM memiliki program pemutaran lagu Indonesia setiap hari Minggu, antara jam 10-12 siang.
Penyanyi rock terkenal Malaysia Amy Search mengatakan kepada pers, jika jam 10 malam ke atas Malaysia sudah seperti Jakarta karena semua radio menyiarkan lagu-lagu Indonesia hingga dinihari.
Karena banyak penggemarnya, banyak perusahaan telekomunikasi seperti Maxis, DIGI dan Celcom serta Telekom Malaysia (TM) yang mensponsori konser musik group band Indonesia di Malaysia.(Ant/OL-06)
Posted by Dito
on 5-Sep-2008, 16:01 MYT
#195. Hi semua..... lam kenal...
eh... ngomong2 SOUNDRENALINE 2008 akan diadakan di batam yah.....
Posted by dany
on 2-Jul-2008, 16:29 MYT
#194. Kenapa ya musik dan film Indonesia dipuja oleh orang Malaysia, sedangkan negara Indonesia sering mereka caci?
Posted by Tatiana
on 23-Jun-2008, 19:49 MYT
#193. Hey DAUS, apa kabar. Yes saya sudah ada CD Andezzz, memang sengaja saya cari 3 bulan lalu waktu di Jakarta, it's freakin' awesome, love his music tons.
Posted by Fairy
on 10-Jun-2008, 10:28 MYT
#192. Oh iya Fairy sudah tau blum DJ/Bass player Edward Fernandez atau topnya Andezzz yang bawain lagu chillout jazz/ deep house dengan bandnya yang bernama [Departure : People]? Topppp abis dah lagunya!!!  Saya tdk tahu apakah CDnya sudah beredar di Malay, tapi kamu bisa download salah satu single nya di link berikut
Download Koleksi MP3 Indonesia saya di sini!
Posted by daus
- Website
on 8-Jun-2008, 17:09 MYT
#191. The Changcuters is The Hottest band in Indonesia!!!!!
Posted by Changcutrangerswati
on 7-Jun-2008, 18:52 MYT
#190. saya ingin download lagu pengiring tari piring, bagaimana
Posted by Adi Hadi miharja
on 4-Jun-2008, 18:05 MYT
#189. bagaimana dong men-Download yanggratisan aja
Posted by richard
on 7-May-2008, 23:19 MYT
#188. Ada satu yang terlupa untuk kategori the best dari musik Indonesia, yaitu AFGAN. Pendatang baru ini masih terbilang remaja, tapi nggak kalah sama seniornya di dunia musik. Album perdananya terbilang laris manis. Olah vokal dan musiknya mirip dengan Marcel. Tapi Afgan tetap memiliki ciri khas dan power yang jarang dimiliki penyanyi Indonesia lainnya. Saya nggak tau apakah album AFGAN ini sudah beredar di Malaysia atau pun belum. Jikalau pun belum, silakan klik ke Link
Posted by Bobby
on 17-Apr-2008, 15:49 MYT
#187. to Nindy: blom sempet nonton AAC nih.... ngantrinya masih panjang.... nunggu sepi aja ah.....
to Fairy: Pure Saturday emang keren Fai.... kalo Nidji yg baru blom tau semuanya, tapi beberapa lumayan.... cobain juga Efek Rumah Kaca... (ini disaranin Dian Sastro....) asik juga....
to bibie: cobain taro demo lagu nya di myspace, multiply ato friendster.... dah banyak produser dan pencari bakat nyari di situ.....
to dimas: cabul aja bangga.....
Posted by cirebonese
- Website
on 28-Mar-2008, 18:06 MYT
#186. Supergay: Butuh = kemaluan lelaki.
Bibie: kcismail@yahoo.com
Posted by Fairy
on 28-Mar-2008, 12:54 MYT
#185. Loe semua pernah ndengerin lagu nya KUNGPOW CHICKEN ga??? itu tuuh grup hip-hop dari bandung yg lirik2 lagunya asli Cabul banget...!!!! Gw gak yakin remaja malaysia bisa bikin lagu sebebas ekspresi kaya gtu..
Posted by Dimas
on 18-Mar-2008, 02:13 MYT
#184. Emang "Butuh" apa artinya?
Posted by SuperGay
on 16-Mar-2008, 23:50 MYT
#183. fai........
boleh mintak e_mail KC ngak?
Posted by bibie
on 14-Mar-2008, 11:46 MYT
#182. hi......fai
aku ini orang melayu........... aku dan temen-temen punya lagu-lagu yang bagus. dan aku yakin lagu-lagu ini akan top di malay. dan kembali mengangkat citra musik di malaysia, aku bisa kasih dengar demonya kok.. dan lagu-lagu ini aku yakin mampu menandingi lagu-lagu di indonesia.
fai... bisa bantu kita ngak???? aku serius loh ... ini ngak bohong!!!!
e-mail aku ; obi_garang@yahoo.com
kasih kabar ya... nanti aku kasih nomor telp aku...
Posted by bibie
on 14-Mar-2008, 11:37 MYT
#181. NINDY: OK, insyaallah will check out this Ayat2 Cinta. Good stuff.
Posted by Fairy
on 4-Mar-2008, 17:18 MYT
#180. Of courselah Fairy! Buku dan movienya sama2 bagus. Ada lagi novel terbagus dari Indonesia selain karya Habibburahman Elsirazy, yaitu karya ANDREA HIRATA, berjudul: 1. Laskar Pelangi (sedang dibuat filmnya) 2. Sang Pemimpi 3. Edensor 4. Maryamah Karpov
Kalau mau mampir ke situs Andrea Hirata, silakan mampir ke: Link
Kalau Soal musik, The Rock (Dani Dewa) & Mulan Jameela (ex Ratu) juga bagus kok! Sebenarnya masih banyak lagi yang bagus, sayang aku lupa
Posted by Nindy
on 3-Mar-2008, 21:41 MYT
#179. NINDY: Thanks for the news, I also received the same kabar from another reader on myindo.com. How is the movie/book, bagus tak?
Btw, boleh tak you rekomen album2 baru Indonesia yang harus saya miliki?
So far I've identified a few yang saya mau beli, termasuk Andezzz, Andity (gosh, her voice is awesome!), DJ Riri, Jakarta Electronica Movement (saya lebih suka dengerin musik2 yang berbau electronica, nusoul, jazz-influenced lately). Kalau rock saya tertarik untuk membeli The Best of Pure Saturday, Andra and the Backbone (Nidji baru bagus tak?).
Anyway, I'm open to suggestions. Looking forward to hear your thoughts (and anyone else who wants to contribute ideas).
Posted by Fairy
on 3-Mar-2008, 21:11 MYT
#178. Kayaknya berita itu udah basi deh Fairy. Nih, ada berita terbaru yang heboh dari Jakarta. Film Ayat Ayat Cinta udah beredar bulan ini. Filmnya bagus, lucu, romantis dan mengharukan. Tapi difilm itu masih ada kata-kata 'butuh' Mudah2an orang Malaysia nggak salah mengartikannya
Posted by Nindy
on 29-Feb-2008, 23:43 MYT
#177. Jakarta wants to be informed whenever Malaysia uses any part of its cultural heritage for public show. Patutkah?
Jakarta: Inform us when using our songs
Source: News Straits Times Malaysia (12/1/2008) Link
PUTRAJAYA: Indonesia wants to be acknowledged when dances or songs originating from its culture are used by Malaysia. It also wants the courtesy of being informed when "shared songs" like Rasa Sayang are used by Malaysia for commercial purposes, such as in the Tourism Malaysia campaigns.
Indonesian Culture and Tourism Minister Jero Wachik said the government accepted Malaysia's explanation that it never made any official claims on dances like the barongan dance or Rasa Sayang, and that such claims were made by non-official parties.
"I already met Culture, Arts and Tourism Minister Datuk Seri Dr Rais Yatim twice before this, and he said the Malaysian government has never claimed this song or that dance as belonging to Malaysia.
"But just mention that it is an Indonesian song. And if you use something for commercial purposes, no problem, just inform us. It's our shared heritage, it's just like informing your brother," Jero told Malaysian and Indonesian reporters on the sidelines of the Annual Indonesia-Malaysia Consultation, here. A culture war of sorts erupted late last year when Indonesian media and arts activists criticised Malaysian cultural performances at official functions and in tourism campaigns, saying that the songs and dances belonged to Indonesia.
On batik, which was also disputed by the Indonesian press, Jero said the issue would be dealt with by culture representatives on the joint eminent persons group.
Prime Minister Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi and Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono yesterday agreed to establish the group to monitor various contentious issues between the two countries.
"We will choose a wise person to represent (Indonesian) culture on this group. We won't choose a politician or someone who will make issues out of it, but someone who understands culture," Jero said.
He said there would be more arts and cultural missions between both countries.
Posted by Fairy
on 17-Jan-2008, 10:33 MYT
#176. dari jurnalisme-radio.blo gspot.com
Cerita yang menarik tentang bagaimana radio di Kuala Lumpur, Malaysia, menjadikan lagu-lagu Indonesia sebagai "jualannya".
Ini juga menggambarkan bagaimana Malaysia melihat Indonesia: kota Jakarta yang sumpek, orang kaya yang sedikit, orang miskin yang banyak, tapi kagum pada kreativitas musisi Indonesia.
Di Malaysia, negara dengan warga non-Melayu yang cukup besar, ada dilema: apakah musisi harus menciptakan lagu bahasa Inggris atau Melayu? Mereka mencoba Inggris, tapi tidak lagu. Sedangkan lagu Melayu tidak laris.
Bahkan ada ironi: Penjualan kaset Siti Nurhaliza (Anda kenal, kan?) dikalahkah oleh penjualan album penyanyi Indonesia, Sheila on 7, justru "di kandangnya sendiri".
Senang juga masih ada bangsa lain mengagumi salah satu sisi bangsa kita, dari sisi karya musiknya, yang justru pemainnya adalah anak-anak muda. Pencipta lagunya, sebutlah Melly, anak muda. Penyanyinya, Dewa atau KD, anak muda. Di tangan anak-anak muda itulah Indonesia punya kebanggaan.
Saya memang sudah sering mendengar, anak-anak muda bangsa kita, mereka yang lulusan luar negeri, sangat profesional, bisa bersaing dengan tenaga-tenaga terbaik dari bangsa lain.
Ada ahli IT kita yang merancang banyak program Nokia, termasuk Communicator. Ada astronot kita yang mengepalai satu tim ilmuwan di Jerman yang menemukan planet baru.
Senang rasanya mendengar kabar tentang mereka. Satu sisi, kendati kecil sekali: satu sisi yang cerah, satu sisi indah.
Ada banyak sisi lainnya yang buram, memang. TKI (membuat citra bangsa kita seperti produsen pembantu untuk bangsa-bangsa kaya di dunia). Korupsi para pejabat yang gila-gilaan. Polisi yang gampang disogok. Tentara yang jatuh dari atas pesawat Nomad yang terbang dalam kondisi barang rongsokan. Politisi yang kerjanya cuma dua: bertengkar dan meminta kenaikan gaji.
Posted by Fans Tribun Timur
- Website
on 8-Jan-2008, 21:41 MYT
#175. Heiii...!!!!! dari pada rebutan lagu,.tar deh gw bikinin lagu kebangsaan indonesia Versi rock progresive...
Posted by Dimas
on 11-Dec-2007, 23:23 MYT
#174. kenapa musik malaysia kurang berkembang ? saya rasa hanya masalah kebiasaan mengucapkan atau cengkok bahasa melayunya yang terpengaruh logat cinanya itu yang bikin kurang enak didengar kalau perlu belajar musik jazz dulu pasti cengkoknya itu akan hilang, oke !
Posted by jalidu
on 10-Dec-2007, 08:22 MYT
#173. Hi TAMI, thanks for your input. I don't think the Malaysian govt intentionally wanted to infringe 'copyrights' by using the Rasa Sayang. For years, that song has been a part of Malay culture and heritage in Malaysia, and I believe the reason for using the song for its promotional campaign is because it is easily recognizable by many Malaysians.
And who's to say I am not grateful to be Malaysian. I truly am.
NITA: I've not heard about this new lagu ciplak by Saiful (I don't really listen to Malay music apart from the old few favorites that I currently own), it is a shame indeed that it's a ripoff of Abang Tukang Bakso.
To be frank, I am tired of these copycat issues. Next...!
Posted by Fairy
on 28-Nov-2007, 09:51 MYT
#172. Hi Fairy, Sekarang ada issue yang lagi hot nih! Lagu Aspalela yg dinyanyikan oleh Saiful Apek ternyata lagu bajakan dari lagu anak anak Indonesia yang berjudul ABANG TUKANG BAKSO ciptaan Mamo/Agil dan BINTANG KEJORA ciptaan A.T Mahmud. Itu lagu-laguku sewaktu aku masih kecil, lho. Apa iya lagu Aspalela lagi ngetop di M'sia? Duh... kok bisa bisanya sih lagu anak anak Indonesia dibajak...
Posted by Nita
on 25-Nov-2007, 21:07 MYT
#171. Hai Fai... Yesterday I went to goongle trying to get any Indonesian community in Malaysia, suprisingly I found your web so interesting all about Indonesia from ur point of u as a Malay. I am so impressed.
As an Indonesian who got married to Malaysian I found all those conflicts as a normal quarells between bro & sis. Besok-besokpun dah lupa and ok balik.
Before I got married and settled down for 3 years in Langkawi, I was a local staff for Tourism Malaysia at Embassy of Malaysia in Jakarta for 4 years. I've learnt and blend to Malay culture even before I moved to Malaysia.
From my point of u to the hot issue of Angklung, Rasa Sayange, Batik and more, without trying to be on one side only, I have to say yes your govt should be more creative in creating a promotion song. Malaysia Truly Asia is an example, such a good song, so original,so influencable and so easy listening.. I was suprise as well of Rasa Sayange song to be brought as a promotional song. Guess because ur Minister of Tourism's wife is an Indonesian so they choosed the song Maybe they should ask Dato' Ahmad Nawab who composed Malaysia Truly Asia song to create another promotional song use the original Malay like 'Jom come to Malaysia' it'll be not insult other country's heart.
About Indonesia muzic, yes it is alot more creative than Malaysians. Sebab apa? Life in Indonesia is tough. Full of competition, u haveto be creative, be different. Dari kecil kita sudah diajar untuksurvive. Di sekolah, musti cari dana buat bikin pensi (school arts performance), we have to think creative to get those fund in order to get our event succeded. Not like in Mala ysia, u have easy life. Semua kerajaan bagi, semua percuma. Cm dtg aja ke sekolah, duduk and study get the best marks. Sekolah gratis. Hospital pun free, tak payah pikir duit. That's what we don't have in Indonesia. Ur govt cares so much about the people needs, public facillities. That's why I admired Tun M for what he has done to Malaysia. u should be grateful being born as Malaysian I can say those backgrounds above had created the creative and more variety muzic of Indonesia.Kalau nak lebih popular,Pekerja seni Malaysia harus lebih kuat untuk berkompetisi, jgn asyik complain aje.. because I 100 believe, what makes SO7, Samsons, Dewa today are their never gave up works hard.
Aduh... capek juga pake Bhasa Inggris,btw aku kangen bgt ama teh botol. Kmren Lebaran balik Jakarta minumn kbnyakan ampe batuk2 hehe
Fai, kapan mau ke Langkawi? U can contact me and we can have more chat Cheers...
Posted by Tami
on 21-Nov-2007, 12:33 MYT
#170. Belum dengar project Ahmad Dhani yang baru, bagus ya. Saya hanya sempat dengar lagu baru dari band Andra Ramadan (lupa judul lagu dan nama bandnya). Tapi kata orang cuma satu lagu itu saja yang melodis dan slow, yang lainnya metal rock.
Posted by Fairy
on 17-Nov-2007, 10:37 MYT
#169. Tentu Fai, kalian berdua berbeda lah... IMHO, you're better...
Btw, Fai, dah denger lagu2xnya The Rock... proyek coba2x nya Ahmad Dhani ama band indie Australi, Fireshark...?
Melodinya standar seh... tapi main skill....
Not bad.... I like it...
Posted by cirebonese
- Website
on 16-Nov-2007, 19:50 MYT
#168. Fairy Mahdzan looks like Fairy Mahdzan lah, Nirini Zubir, ya mirip diri dia sendirilah.
Posted by Fairy
on 16-Nov-2007, 16:54 MYT
#167. Nirina Zubir emang mirip kamu, Fai...
Waktu liat film nya Nirina berjudul "Kamulah Satu-Satunya", aku malah kira kamu yg jadi inspirasinya...
Di film itu dia jadi fans DEWA juga lho...
Cuma sayang... kualitas film nya... "below average"....
Posted by cirebonese
- Website
on 16-Nov-2007, 06:35 MYT
#166. to fairy: salute ke kamu.. seems u're such a brill n nice gurl 4 me,.
yang bilang mukanya fairy mirip ulfa, masa sih?? ermm, i dont think so.. fairy looks like nirina zubir bangett lagi, he..he
Posted by andika
on 15-Nov-2007, 17:00 MYT
#165. music....
ada apa dengan music.....
kenapa music yg semuanya dr major label yg dikatakan sebagai music?...
indo : radja,so7,kagen,ungu ,...etc...and the new one Matta band...ala rock/dangdut klu ngak salah...
malaysia :jinbara,slam,scoin, spoon...etc adakah semua itu music yg kamu semua debatkan?
jgn ada yg panas dgn komen ku ini ya...ini pendapat dr aku yg meminati music....
mmg music n lirik nya bebeda....tapi klu kita pikirin samuanya sama aja dong...yg dtg nya dr major label semuanya sama aja...it's all 'bout money....tell me if i`m wrong....
saya lebih gemar pada music dr band2 independent/undergro und...ini dlm scene yg org org kebanyakkannya kurang ambil tau lebih jujur dr yg dtgnya dr major label....
seperti indie/underground scene di bandung yg mana terdapat byk label2 independent...sama juga seperti di malaysia...rasanya ngak ada beda...musicnya juga sama tiada yg lebih or kurang....
indie/underground scene x perlu rasa bongkak,hipokrit,fas ist....etc...
asal saje musicnya dr scene yg sama itu udah bagus...walaupon ada yg music nya pop...peminat/pemusi k nya ternyata lebih "support each other"....x kira dari mana asal nya band tersebut...
udah 3 hari saya meneliti komen kamu semua...ternyata yg bikin panas hanya dipertikaikan lagu yg gaya nya "lebih enak" gitu...
semua yg dtg nya dr major label sama aja bg ku...semua nya seperti org mau mati klu ngak ada cinta....
indie/underground scene juga ada "cinta"nya....it's all bout music...jika karyanya fresh ia pasti didengari....
saya juga meminati band dr indie/underground scene bandung....seperti.. .the sigit,the brandals,mocca,every body loves irene,rock n roll mafia,olive tree....etc.
di malaysia pon ada band dr scene yg sama seperti...bittersweet, kluk kluk adventures, the aggrobeat, the times, pintu merah, the bollocks....etc
aku rasa dr band2 yg aku sebut ni mungkin de mat2/minah2 indon ngan malaysia ni x tau n penah dengar...yg kononnye music dr tempat sendiri lagi hebat...ekekekeke
so...ada apa dgn music....culture?... sbb aku rase sume tu dr barat...
adios.....
Posted by aCidSoul
on 10-Nov-2007, 13:57 MYT
#164. perghhh...panas banget kolum neh.....
cam nk bergaduh je...jenuh membace nye...ahaks!....
pe la nk bertekak pasal music.... dlm sume bende mesti arr de good/bad nye...i'm right?
indon malay..malaysia malay gak....so what?
set ur mind with +ve not -ve......
malaysia ckp melayu indon phm... indon ckp melayu malaysia phm....
slang tu de beza arr 50/50..its not a problem...
klo ikut roots pon org malaysia zaman dulu asal dr indon gak...
maknenye klu kutuk kene diri sendiri arr...
hehee....
to cik fairy nye jgn patah semangat...u do the right things....chaiyuuukk kkkkk!!!
Posted by aCidSoul
on 10-Nov-2007, 05:24 MYT
#163. layari Filem Melayu Rasa Sayang, Eh untuk mengetahui lebih lanjut tentang rasa sayang.
Posted by arezeo
- Website
on 1-Nov-2007, 18:27 MYT
#162. MUHAMAD NURE77: Untung masih ada orang Indonesia yang tidak gampang makan apa yang diludah media atau blog2 lain ttg issue ini. Saya hairan kenapa some media Indonesia ngotot dengan statement bahawa Malaysia telah "mematen" batik, angklung, wayang kulit dan sebagainya, padahal dari mulut Pak Duta Malaysia di Jakarta (sekaligus wakil kerajaan Malaysia), beliau sendiri telah menafikannya.
Setengah claim media are lies, deceit and propaganda untuk mengeruhkan hubungan antara dua negara kita ini. Ada yang malah menanyakan soalan tak munasabah seperti, "should Indonesia sever diplomatic relationship with Malaysia?" Itu betul-betul soalan yang tidak pakai pemikiran rasional dan perasaan, tidakkah mereka fikir bahawa itu hampir tidak mungkin, memandangkan kita saling bergantung antara satu sama lain, dari urusan ekonomi, persahabatan dan hubungan kekeluargaan? Kalau kita putus hubungan, para tenaga kerja Indonesia yang mencari rezeki di Malaysia mau dicampak ke mana? Dan pelajar Malaysia yang menimba ilmu di Indonesia mau dihumban ke mana?
Budaya seni kita memang banyak mirip, dan kalau kita kaji dengan lebih mendalam, seni seperti wayang kulit itu malah asalnya dari India. Janganlah ada sikap 'ethnocentric' dimana anda merasa budaya itu khas dari negara sendiri tanpa ambil tahu mungkin seni itu asalnya dari tempat lain yang lebih bertamadun dan maju dari kita dulunya.
Yang ironisnya lagi, kalau kalian ke Google Patent database dan type in "Batik," anda bisa lihat kalau orang yang telah "mematen" cara-cara membuat corak batik rata-rata adalah kaum bukan Indonesia atau Malaysia (kalau kita lihat dari nama-nama mereka!):
Cubalah: Google Patent "Batik"
PS: And no, no one's ever told me I look like ibu Ulfa (plis lah). Tapi byk yang bilang Nirina Zubir mirip saya.
Posted by Fairy
on 20-Oct-2007, 11:25 MYT
#161. Debat yg oke punya nih. Baru ini saya dapat ngerti soalan2 ini ada acuannya. Jadi ngga asal komen+adu otot. Ngga kayak beberapa blog di Indo+m'sia yg nulis artikel cuma pendapat pribadi/marah2 aja tanpa bukti yg bisa kita pegang. mungkin mereka sengaja supaya pengunjung lebih banyak kali yah! Disini saya yakin yg kita ributin seperti batik,wayang,lagu dsb, cuma namanya sama tapi beda bentuk/corak aja. Seperti orang m'sia bilang budaya Indo+m'sia cuma setipis kulit bawang. Jadi soal patent2an saya kira nggak semudah itu khan?
Fai, apa ada yg bilang Kamu itu mirip ulfa dwiyanti, nggak?...buatku kamu mirip2 dia deh...hehehe...
Posted by MUHAMAD NURE77
- Website
on 20-Oct-2007, 04:04 MYT
#160. ADHIT: Ada ke Malaysian awak kenal yang deny? Buku teks sekolah Malaysia pun mengakuinya.
Posted by Fairy
on 16-Oct-2007, 18:54 MYT
#159. Akhirnya, ada juga orang Malaysia yang mengakuinya
Posted by Adhit
on 16-Oct-2007, 12:58 MYT
#158. blue_davidoff: Saya tahu menahu lah tentang sejarah negara saya sendiri dan asal usul lagu Terang Bulan itu. Malaysia tidak pernah menafikan kalau lagu Negaraku itu asal dari lagu Terang Bulan sekaligus berasal dari Indonesia.
"Before its independence, the national anthem of Malaya was the British national anthem, God Save the Queen. In 1957, the Negaraku was created. The choice of song was made by Tunku Abdul Rahman, the first Prime Minister of Malaysia who is also known as Malaysia's 'Father of Independence'. Tunku Abdul Rahman headed a group of judges at the Depoh Police Hall in Kuala Lumpur to decide on which of the four songs that the Royal Police Band presented should be chosen as the national anthem. Terang Bulan, was chosen for having Malay cultural elements. After the board of Malay Kings had given their favour on the decision made by the judges, the lyrics were re-composed by Saiful Bahari based on the Terang Bulan folk song from Indonesia."
Source: Link
Anda sendiri mempermasalahkannya kenapa? Marah?
Kebijaksanaan dan keputusan forefathers kita dahulu memang aneh, tapi nak macam mana - memang anak Malaysia zaman sekarang mengenali lagu kebangsaan seperti itu dan kita sebagai anak bangsa menghormati keadaan seadanya.
Posted by Fairy
on 16-Oct-2007, 01:24 MYT
#157. Gimana seh Fai,oh jadi lagu terang bulan itu lagu kebangsaan negeri perak,kayanya lo perlu belajar sejarah lagi deh,jelas jelas orang kerajaan yg diundang ma inggris tahun jadul itu ngakuin kalo lagu terang bulan itu lagu keroncong yg berasal dari jawa,terus lagu keroncong itu jadi terkenal dimalaysia,eh ngga taunya lagu itu jd lagu kebangsaan negeri perak terus jadi lagu kebangsaan malaysia,berarti lagu terang bulan dari indonesia itu udah 2 kali dong dijiplak jadi lagu kerajaan and lagu kebangsaan kalian hahahahaha,rakyat sama pemerintah sama sama susah banget ngakuin kalo suka jiplak lagu orang :-d coba deh loe pikir kira kira ada ngga dinegara laen pake lagu kerajaan yg berjudul senada dgn terang bulan,seharusnya lagu kerajaan perak itu kenapa judunya ngga yg patriotik aja y seperti negeri perak yg jaya atau apa ke,sekalian aja agu kerajaannya berjudul "gelap gerhana" or "malam yg sunyi" huahahahaha :d :d")
Posted by blue_davidoff
on 16-Oct-2007, 01:02 MYT
#156. this article makes me as indonesian feel so proud, tapi orang2 indonesia juga tidak boleh terlena, harus terus berkreasi dibidang lainnya juga..kalo soal musik di indonesia sepertinya memang sangat disalurkan. Tapi untuk urusan kreativitas yang lain juga sangat kurang, kami orang Indonesia banyak yang tidak suka dengan acara2 televisi Indonesia yang tidak kreatif dan plagiat. Juga budaya bermimpi yang terlalu disalurkan, mimpi yang tanpa usaha...Ayo..Indones ia dan Malaysia, mari kita berusaha, berkreasi yang terbaik
Posted by nurul
- Website
on 13-Oct-2007, 21:36 MYT
#155. More "Rasa Sayang"-fueled editorials!
We’ve lost that loving feeling
I agree wholeheartedly with this article:
Whither the feeling of love?
Posted by Fairy
on 11-Oct-2007, 10:43 MYT
#154. SpyCat : Gue sangat yakin karena memang menurut gw lagu itu kental banget budaya melayunya, ada pantun plus menggunakan bahas melayu. Gue juga pasti akan mengambil sikap yang berlawanan dengan sekarang klo seandainya lagu yang diclaim sebagai lagu Malaysia lagu 'Suwe Ora Jamu' misalnya. Dan satu hal yang pasti in case u didnt notice atau bahkan gak tau, saudara2 kita orang maluku ataupun kepulauan maluku dan papua itu bukan termasuk kedalam golongan ras melayu ataupun bagian dari wilayah malay archipelago. Mereka termasuk dalam golongan Melanesia Link. So kalo saudara2 kita disana berbicara atau menyanyikan lagu melayu pasti ada yang bawa ke mereka lah. Sekali lagi gue cuma mencoba untuk sedikit berpikir rasional.
Posted by SuperGay
on 9-Oct-2007, 23:04 MYT
#153. PAKDIN: Dak penat eh. Selagi boleh berbagi maklumat yang munasabah, saya akan 'teguihkan.' 
Nak pakai foto ketupat tu, silakan. Asal ada credit ke myindo.com, timakacih.
Masih lagi tentang isu Rasa Sayang, seorang rakyat Malaysia memberi pendapat di suratkhabar Utusan Malaysia:
"Kalau benar lagu itu milik Indonesia kenapa baru sekarang timbul isu pemiliknya? Kenapa tidak 10 atau 20 tahun lalu atau sebelum kita mencapai kemerdekaan? Lagu Rasa Sayang sudah dinyanyikan sejak sebelum merdeka lagi. Kenapa tahun 2007 dipilih sebagai tarikh untuk menuntut kembali hak yang dikatakan dimiliki oleh orang lain?"
Source: Apa isunya Rasa Sayang?
Dan sedikit coverage oleh Bernama:
"...Duta Besar Malaysia ke Indonesia Datuk Zainal Abidin Mohamed Zain berkata demi menjaga hubungan baik kedua-dua negara, polemik seperti menuduh Malaysia mencuri lagu tradisional itu perlu dielakkan.
Zainal berkata, ketika menjadi anggota panel satu dialog terbuka "Menata Kembali Hubungan Bilateral Indonesia-Malaysia" di sini pada Khamis, beliau menegaskan terdapat banyak persamaan di antara dua negara yang saling mempengaruhi itu.
Sebagai contoh, katanya, beliau bangga dengan baju batik corak dan ciri khas Malaysia yang dipakainya tanpa pernah sekali-kali menafikan keistimewaan batik Indonesia.
Katanya, begitu juga dengan lagu tradisional nusantara seperti Rasa Sayange yang sangat digemarinya; tidak pernah Malaysia mendakwa sebagai miliknya kerana ia khazanah Nusantara dan didendangkan sekian lama di mana saja ada manusia keturunan Melayu dari Asean hingga ke Afrika."
Source: Rakyat M'sia-RI Jgn Terperangkap Dlm Polemik Lagu 'Rasa Sayange'
Angklung dan batik "dipaten" Malaysia? Oh, tidak:
"Duta Besar Malaysia Dato’ Zainal Abidin Zain meminta agar hubungan Malaysia-Indonesia tidak terganggu hanya karena "sengketa" lagu Rasa Sayange. Menurut dia, lagu tersebut merupakan khazanah budaya rumpun Melayu di Nusantara. Demikian disampaikan Zainal Abidin dalam diskusi di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (4/10).
Dalam diskusi itu, dia juga membantah Malaysia telah menjiplak batik dan mengklaim alat musik angklung. "Batik Malaysia ada cirinya sendiri, batik Indonesia punya ciri dan keistimewaan sendiri.... Jadi, kenapa dipersoalkan jika Malaysia membuat batik dengan coraknya sendiri," kata Zainal Abidin sambil menunjukkan batik Malaysia.
Berkaitan dengan alat musik angklung, Zainal Abidin mengatakan, itu adalah alat musik Nusantara yang juga dimainkan di Malaysia. "Ini tidak bermakna kami ingin menyatakan bahwa alat musik itu berasal dari Malaysia. Di zaman sebelum Indonesia dan Malaysia merdeka, alat-alat musik itu telah dimainkan dan dibawa ke seluruh penjuru dunia," katanya. Pernyataan Zainal Abidin ini disampaikan ketika bangsa Indonesia terkejut melihat lagu Rasa Sayange dijadikan promosi lima puluh tahun Malaysia. Sebelumnya, berbagai pihak di Indonesia menuduh Malaysia mematenkan angklung dan motif batik dari Indonesia. (bsw)"
Source: Petikan dari Kompas.com, Kasus "Rasa Sayange"
Dan last but not least, comments from Menteri Kebudayaan, Kesenian dan Warisan, Datuk Seri Dr. Rais Yatim:
KUALA LUMPUR 5 Okt. – Menteri Kebudayaan, Kesenian dan Warisan, Datuk Seri Dr. Rais Yatim sedia berhujah dari segi undang-undang dan budaya Nusantara bagi membuktikan lagu Rasa Sayang tidak boleh dituntut oleh mana-mana negara termasuk Indonesia.
Beliau juga mahu melihat apakah tindakan dan undang-undang antarabangsa yang bakal digunakan oleh Indonesia bagi membuktikan lagu tersebut sebagai hak warisan negara itu.
‘‘Kita mempunyai bukti yang kukuh daripada kajian terperinci untuk menangkis tuntutan Indonesia tersebut,’’ katanya pada sidang akhbar di sini hari ini.
Beliau berkata demikian sebagai mengulas gesaan ahli-ahli Parlimen Indonesia yang mahu pemerintah Indonesia menyaman kerajaan Malaysia kerana menggunakan lagu tradisonal mereka iaitu Rasa Sayange dalam kempen ‘Malaysia: Truly Asia’ bagi menarik kemasukan pelancong asing.
Warisan
Lagu tersebut dikatakan sudah menjadi warisan sejati republik itu dan penggunaannya perlu mendapat keizinan daripada negara berkenaan terlebih dahulu.
Menurut Rais, pemimpin-pemimpin di Indonesia patut melihat lagu-lagu rakyat Nusantara sebagai medium untuk memupuk keharmonian dan hubungan dua hala di antara negara dan bukan untuk berbalah dengan Malaysia.
Gesaan itu, ujarnya, menunjukkan ahli Parlimen Indonesia yang terlibat tidak memahami makna budaya Nusantara serta mempunyai pemikiran yang mundur.
‘‘Lagu-lagu rakyat Nusantara tidak boleh dituntut oleh mana-mana negara kerana ia telah lama wujud melalui masyarakat pedagang dan tersebar di seluruh Nusantara sejak zaman Sri Wijaya lagi iaitu pada abad keenam hingga 13,’’ jelasnya.
Beliau berkata, rakyat Nusantara bermakna semua penduduk alam Melayu iaitu Malaysia, Indonesia, Selatan Thailand, Singapura, Brunei dan sebahagian daripada masyarakat Melayu minoriti Afrika Selatan serta Sri Lanka.
Source: Rais Yatim sedia debat isu lagu Rasa Sayang
Posted by Fairy
on 9-Oct-2007, 12:09 MYT
#152. Tak Penat ka Fairy?Dok pi buat research. Depa tu kena pebetoi silabus pendidikan. Pak Din dulu belajaq UUD45 (undang-undang dasar 45)penatarn 4P 100 jam isinya.. Selat Melaka pun depa sebut selat Sumatra. Jalan Hang Tuah di Jakarta tu pun pahlawan nasional Indonesia juga. Abdullah Munsyi yang lahir di Melaka pun depa kata sastrwan modern Indonesia. Biaq pilah...lagi tak pebetoi patriotisme melampau tu lagulah......oh ya Pak Din mintak izin ambik gambaq ketupat pulut hang tak pa kan...?
Posted by pakdin
on 9-Oct-2007, 09:02 MYT
#151. SPYCAT: Saya tak boleh buka link ke cerita "Batik Jogja" itu, mungkin salah?
Ok tentang artikel 'patent angklung' di Republika, here's my question to you: why are there two conflicting statements from two established Indonesian Media? Observe:
- According to Republika, your Foreign Minister alias Menlu Hassan Wirajuda said that Malaysia had patented the angklung. Ok fine. This article was dated July 2007.
- But in a recent Jakarta Post article dated 3 October 2007, Andy Noorsaman Sommeng, director general for intellectual property rights at the Justice and Human Rights Ministry, said he had checked in Malaysia (I assume he approached Menteri Kebudayaan M'sia) for batik/angklung patents and there was no such thing. Patents are about technology. This statement got published on October 3, 2007, a few months after the Republika article.
And besides, you cannot patent something that is centuries-old (in today's modern Indonesian law, you can own rights for a patent for a new invention for up to only 20 years.) What you can patent is how to mass produce angklung faster and in bigger quantities, or a specific brand of angklung - in short, the new technology or new process to make angklung.
Who is more credible, Menteri Luar Negeri or a director general who specializes in intellectual property rights?
Besides, Malaysia sendiri mengakui bahawa angklung itu adalah berasal dari Jawa, Indonesia:
"Tradisi kesenian muzik Angklung yang berkembang di Malaysia sekarang ini adalah berasal dari Tanah Jawa, Indonesia. Manakala tradisi Angklung di Jawa adalah merupakan satu ekstensi daripada alat 'Bongkel' yang mula wujud di Banyumas, Indonesia sejak beratus tahun lamanya."
Source: Website Kementerian Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Malaysia (KEKKWA)
"Even though angklung can be found in many parts of Southeast Asia, it is generally believed that it originated on the island of Java. Traditional angklung music is also used in East Java, Central Java and other islands. However the Angklung is now widely played in many parts of Malaysia."
Source: Central Market (Pasar Budaya, Kuala Lumpur) website
Posted by Fairy
on 8-Oct-2007, 18:11 MYT
#150. supergay : hey., mann, what's wrong with u?? kenapa lo gak percaya banget kalo lagu rasa sayange bukan berasal dari maluku??? apa landasan lo ngatain kalo lagu itu berasal dari malaysia dan dibawa ke indo oleh para pedagang dari sana.. asal lo tau, lagu rasa sayange memang milik rakyat indonesia dan orang2 maluku pada khususnya, dan pemkot maluku udah siapin bukti bukti yang menunjang kepemilikan lagu tersebut..
unke : setuju dg comment lu, bro. pas kita klaim balik lagu rasa sayange, Malaysia tanya "Kalau ini lagu lu, bilang pengarangnya siapa?"
Yah.... yang namanya lagu daerah atau lagu kebudayaan memangnya bisa di ketahui pengarangnya siapa? Kalau begitu bisa aja dong malaysia klaim lagu Apuse?
Malah malay sendiri bilang jawabannya "Ini lagu leluhur orang melayu."
Seharusnya Indonesia bertanya balik "Siapa pengarangnya?"
Well, ini sih masalah yang lucu juga. Kedua negara berantem untuk satu lagu.
Fairy: I hope u can click this link
Malaysia mematenkan (melakukan klaim hak paten) Batik Parang asal Yogyakarta Link
Malaysia mencoba melakukan klaim hak paten terhadap Angklung (alat musik khas Jawa Barat) Link
liat fai, jd gak heran orang2 indonesia get annoyed now of that sort of thing, kami disini merasa kecewa dengan segala perlakuan pemerintahan kalian yang seakan akan merendahkan martabat kami. beberapa benda budaya asli Indonesia ternyata sudah ada dipatenkan oleh malaysia sebelum2nya. we dont want our nation's heritage claimed as its own anymore and stolen by that contry.
Posted by spycat
on 8-Oct-2007, 17:23 MYT
#149. Hi all,
I found this article on "Indonesia Raya hasil jiplakan lagu Leka Leka Pinda Pinda" (and other types of jiplakan) on SwaraMuslim.net:
Lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diciptakan Wage Rudolf Supratman, ternyata merupakan karya jiplakan (contekan). Tudingan tersebut datang dari budayawan dan seniman senior Indonesia bernama Remy Sylado (23761). Menurut Remy yang bernama asli Yapi Tambayong ini, lagu Indonesia Raya merupakan jiplakan dari sebuah lagu yang diciptakan tahun 1600-an berjudul Leka Leka Pinda Pinda. Remy juga mengungkapkan selain Indonesia Raya, sebuah lagu lain berjudul Ibu Pertiwi juga merupakan karya jiplakan dari sebuah lagu rohani Kristen (lagu gereja).
Ungkapan tersebut disampaikan Remy Sylado di Jakarta 4 Januari 2007 pada saat menjelaskan hasil Festival Film Indonesia (FFI) 2006 yang kontroversial.
Source: UPAYA PLAGIATOR Membendung Syari’at Islam
Statement yang dikasi Remy Sylado itu belum cukup bukti (for me lah) to believe that lagu Indonesia Raya is memang hasil jiplakan. Saya ingin tahu lagu "Leka Leka Pinda Pinda" itu berasal dari mana? It's not clearly stated. Bahasa apa itu?
I am attaching this link bukan untuk mengapi-apikan rasa sentimen yang tidak enak, it is not a backlash of any kind - but rather sekadar renungan and healthy debate.
Posted by Fairy
on 8-Oct-2007, 17:09 MYT
#148. Fairy : U are so rite
Posted by SuperGay
on 7-Oct-2007, 01:00 MYT
#147. SUPERGAY: I admire your against-the-grain thought. Unpopular opinion is always harder to express. Hey nothing wrong with being a bit deep, eh?
Posted by Fairy
on 6-Oct-2007, 18:58 MYT
#146. Fairy : Indeed Fai, those islands produce a lot of talented artist, some are very amazing, but still it doesnt change my opinion upon the subject. I'm just trying to be rational here. And about the mendalam thingy, plss dech....
SpyCat : See, U do agree that those eastern Indonesian speak malay coz someone actualy brought the language included some songs to them, the Christian missionaries in ur opinion, traders in mine.
Ungke : F.Y.I dearest, I dont have any problems with any mollucans I have some good friends from Ambon, Kupang, Papua 
Posted by SuperGay
on 6-Oct-2007, 18:50 MYT
#145. Nindya: Kalau saya boleh buktikan, saya tak akan bertanya di sini. Masalahnya, saya tidak tahu, makanya saya bertanya tentangnya. 
Statement itu datang dari mulut seorang teman saya (WNI). I don't know where she got that information, but I must say I am very intrigued.
Maybe the Germans copied Indonesia Raya, eh? 
BTW, naskah dalam konteks ini bermaksud apa?
Posted by Fairy
on 6-Oct-2007, 17:53 MYT
#144. Kamu bisa membuktikannya Fai? WR Supratman adalah komponis besar Indonesia yg membuat lagu kebangsaan dan menyebarkan semangat rakyat Indonesia melalui lagu. Banyak lagu2 perjuangan yg sudah diciptakan olehnya sewaktu jaman Belanda dulu. Naskahnya aja masih ada, kok!
Posted by Nindya
on 6-Oct-2007, 14:43 MYT
#143. blue_davidoff: Sesungguhnya nada komen anda adalah cerminan keperibadian anda. Luahan kata-kata yang tidak konstruktif and menyindir hanya boleh menyinggung perasaan orang. Saya approve komen anda semata-mata untuk beri pendapat mengenai lagu Negaraku.
Sebenarnya, dari dulu Malaysia tidak menafi bahawa lagu kebangsaan "Negaraku" berasal dari lagu Terang Bulan (yang kebetulan juga bekas lagu kebangsaan negeri Perak pada waktu dulu). Bekas Perdana Menteri kita yang pertama Almarhum Tunku Abdul Rahman sedia mengakuinya. Sewaktu dia hendak pilih lagu negara untuk Malaya yang merdeka, dia bilang "we don't need a national song, we need a love song," maka dengan itulah lagu Terang Bulan ditukar liriknya menjadi lagu Negaraku, walaupun pada mulanya hendak diakan pertandingan mencipta lagu baru.
Kalau nak bercakap tentang penciplakan lagu negara, saya baru-baru ini diberitahu (oleh seorang teman Indonesia) bahawa lagu Indonesia Raya itu aslinya dari sebuah lagu patriotik Jerman. Saya belum tahu apakah ini benar?
UNGKE: Soal Supergay anti-Maluku, saya merasa tidak. Saya pasti dia punya sebab yang lebih mendalam.
SPYCAT: Thanks for the link. It's amazing how many languages are still being spoken in Maluku alone.
Posted by Fairy
on 5-Oct-2007, 21:54 MYT
#142. jujur saja malaysia punya vokal yang bagus, penyanyi malaysia punya vokal yang tinggi melengking..., tapi sayangnya lagu yg dibawakan sangat monoton..., dan klu di dengar rada bosan..., dari mulai nyanyi ampe kelar semuanya dengan nada tinggi.., beda dengan indonesia.., penyanyi indon lebih berani berimprovisasi.., apalagi didukung dengan lagu dan muzik yg berkuality.., hasilnya tahu sendiri.., penyanyi indinesia tidak kalah dengan artis luar....
Posted by kaghi
on 5-Oct-2007, 18:47 MYT
#141. malaysia malaysia,kasian deh lo bener2 negri yg aneh,kalo ga bisa ngarang lagu ya udah seh tinggal bilang aja sama SBY kalo mau pinjam lagu rasa sayang buat iklan bullshit asia itu,ga papa koq anamanya juga ama saudara sendiri pasti dikasi tapi ya ga usah ngaku ngaku gitu,lagu terang bulan juga diakuin kagu dari sana please dech,sejak kapan orang melayu main keroncong kalo mau bohong yg masuk akal dikit dong huahahahaha,lagu negaraku aja jiplak sama lagu indo terang bulan dia ngga ngaku gimana lagu rasa sayang mau ngaku kalo bajakan dari indo,kasian banget lo bisa bikin twin tower tp ngarang lagu aja ngga bisa,apa jangan2 twin tower itu yang design orang indo juga wakakakakak,HIDUP INDONESIA RAYA BIAR SUSAH TAPI KREATIF !!!!!
Posted by blue_davidoff
on 5-Oct-2007, 18:14 MYT
#140. its Indonesian folklore song..no doubt. there are some words in that song that are unusual for Malaysian but is perfectly normal for us.
supergay : does ambonesse speak Malay too? YES. There are a lot of Creole Malay dialects in eastern Indonesia, you can even found it in Papua. It was brought along with Christian missionaries (so unlike Christians in our neighboring countries who speak western languages, Christian Indonesians speak local Malays).
here's the source. Link
Posted by spycat
on 5-Oct-2007, 12:50 MYT
#139. Fai, Supergay itu kayanya anti banget dengan Maluku Fai, makanya dia mati-matian bilang Rasa Sayange itu bukan dari Maluku. Why is that Supergay? What's your problem with orang Maluku?
BTW, Rasa Sayange itu bukan satu-satunya lagu rakyat Indonesia yang tidak diketahui penciptanya. Jangan-jangan nanti ada kasus Rasa Sayange yang kedua nih?!
Posted by ungke
on 5-Oct-2007, 12:30 MYT
#138. LAUNG: Agreed that credit should be given where due, and if indeed Maluku "owns" the song, then good for them.
But if the Indonesian govt can prove it, this is better, then they have a strong case against Malaysia and can pursue the suing if they wanted to. But honestly, is it worth the effort?
I disagree that the word "lihat" is uncommon in Malay - it is used often in Malay poetry and lyrics, even in today's music.
But the word "nona" is less commonly used in Malay. Though it could be an old word that has over the centuries been outphased by more modern terms to mean "woman."
SUPERGAY: I kinda like your conspiracy theory about the song originating from Malay traders who went over to Maluku and passed on the song. Quite an amusing but not entirely impossible theory. Are Moluccans not a very artsy group of people? I thought they were all into singing?
This topic makes for interesting research, doesn't it! I wish I had access to the type of old books and journals needed to be able to make a solid conclusion.
But I still think this is a silly thing to argue about. Trust politicians to drive this out of proportion.
Posted by Fairy
on 5-Oct-2007, 09:54 MYT
#137. People, think about Kanji (Chinese letters). Japanese use it on everything basis, even create their own sounds for the strokes. Still they always refer it as Chinese characters.
And please know that "lihat" and "nona" are words very rarely used in bahasa Melayu. Had it been Malaysia, should say "tengok" dan "puan". But they are common in Maluku.
It's about credit. As a creator, Fairy, I believe you're sensitive enough to feel having yours claimed by others as "anybody's" .
Posted by Laung
on 4-Oct-2007, 23:55 MYT
#136. SpyCat: Hmmm... setau gue lagu itu isinya penuh dengan pantun, dan setau gue juga pantun itu budaya melayu, gue gak pernah tau kalo orang2 Maluku juga suka berpantun. Nah kalu sampai lagu itu dinyanyikan oleh Ibu2 pada saat menidurkan anaknya di Maluku bisa jadi dari jaman dulu kala lagu itu dibawa oleh pedagang melayu ataupun pedagang maluku yang hilir mudik berdagang rempah2. Yang pasti kita gak bisa yakin dan pasti orang melayu mana yang menciptakan lagu itu, bisa melayu deli, melayu riau, melayu malaka ??? No one knows.
Fairy: See my point Aniway about this mess, it's just one idea of an individual from our House of Representatives. One tiny voice cannot represent our whole nation.
Posted by SuperGay
on 4-Oct-2007, 22:50 MYT
#135. My my, we've hit some nerves. I'm not in the position to claim anything about the song, I only learned it as a child, not being aware of its origin until now. I've always thought it to be a Malay song, and when I say Malay I don't mean specifically to Malaysia, but Malay as a culture that spans across the archipelago.
SWASHBUCKLER: Now about Malaysia supposedly claiming ownership on batik and angklung, where is this being stated? Can you show me where you've read or seen this? This seems to be a very popular accusation, and just today in the Jakarta Post, it has been announced as untrue:
"Asked if the Malaysian government really had patented batik and angklung, as had been rumored, he [Andy Noorsaman Sommeng, director general for intellectual property rights at the Justice and Human Rights Ministry] said this was not true.
"I have checked in Malaysia and there are no patents for batik or angklung," he said.
He said if there were any patents, they would likely be for any new technology to make batik.
"Patents are about technology," Andy said.
He said to get a patent, a person had to prove their creation was a new invention or innovation and that it was applicable in industry."
Source: The Jakarta Post, 3 October 2007 ("RI proposes international treaty for traditional heritage")
And just for the record, having grown up Malaysian, I've never thought of batik as something exclusive to Malaysia. I'm fully aware that Indonesian has their own patterns for batik and certainly Malaysian batik different in the sense that it is more fluid and abstract when compared to Indonesian batik. So I don't know how our govt could ever think to "trademark" batik as being our own. Stranger things have happened, but I don't think we're the ignorant or stupid.
Question to everyone: What's wrong with sharing culture, especially traditional arts and crafts? Why is everyone getting so riled up about things that can unite us, in this case a children's song about feeling love?
Posted by Fairy
on 4-Oct-2007, 17:25 MYT
#134. Rasa Sayange is OBVIOUSLY an Indonesian folk song, as evident in this website: Link
It comes from Maluku, which is clearly a part of Indonesia, its always sung generation to generation..everyone in Indo know the song ...
malaysian government have to stop making this copy-cat thingy. Give your countrymen a chance to prove they are capable of creating their own tunes and stop being petty thieves.
You already claimed ownership of traditional Indonesian handicraft such as batik parang from Yogyakarta and wayang puppets. and then try to copyright and patent Angklung (a tradional music instrument of west java). and now you claim "the rasa sayang" as urs? owh my goodness.. what the hell is wrong with you? you not only try to pluck our islands, but also try to carry off our nation's heritage.
Posted by swashbuckler
on 4-Oct-2007, 17:05 MYT
#133. He he panass lagi nih....ada baiknya Departemen Pendidikan RI memperbetul silabus sejarah dan geografisnya agar lebih bersifat regional ..kita lebih mengenali Thailand,Malaysia,Br unei,Singapura" agar tidak "over patriotis" ini cuplikan dari Kolom Kita Kompas..disuarakan oleh orang Indonesia sendiri...yah kan bisa saja Soekarnokan tak pernah terima kewujudan Federasi Malaysia..tak ada itu negara yang bernama Malaysia
Posted by pakdin
on 4-Oct-2007, 15:14 MYT
#132. SUPERGAY: Why do you say Rasa Sayang is not a Maluku song? So far it's all I've been hearing, that Rasa Sayang is from Maluku. 
BTW an update on the Rasa Sayange story:
RI proposes international treaty for traditional heritage
I've heard this time and time again by some Indonesians who come to my website and post up comments - that Malaysia has supposedly "trademarked" batik (and other supposedly Indonesian artifacts) as its own. I wonder where they're getting this information.
Posted by Fairy
on 4-Oct-2007, 13:23 MYT
#131. supergay: u're totally wrong.. lagu rasa sayange memang berasal dari maluku.. lagu itu biasa dinyanyikan oleh para ibu2 maluku pd saat menidurkan anaknya...
Posted by spycat
on 4-Oct-2007, 12:34 MYT
#130. I have to say that Rasa Sayange is a malay song but I dont know which malays (Indonesian or Malaysian). One thing 4 sure it's not mollucan's.
Posted by SuperGay
on 3-Oct-2007, 20:10 MYT
#129. Guys & girls, I was tempted to write a new article about this issue but I'll post it here first.
THE RASA SAYANG SONG ISSUE:
Malaysia has been using this song this year to as the theme music for a campaign, including a TV commercial, promoting Malaysian tourism for year 2007.
Now some parties in Indonesia are protesting against the usage because the song is said to originate from Indonesia, Maluku specifically.
In its defense, the Malaysian govt is saying that the song belongs to all people in the Nusantara and can be used freely.
Now I'd like to hear what you have to say about it:
Do you think Indonesia is making too big a deal on issue? Do you think Malaysia should have exercised more caution in using the song? Or really, is the song just everyone's and that the commercial usage is not wrong?
Apakah pendapat kalian?
Some references on the story:
Indonesian Media: Lawmaker accuses Malaysia of heritage theft
Malaysian Media: Rasa Sayang belongs to all
Campaign to promote Malaysia
Call To Sue Malaysia Over "Rasa Sayang" Unrealistic, Says Rais
Isu lagu Rasa Sayang -- Buktikan - Rais Yatim
The Rasa Sayang official website
Posted by Fairy
on 3-Oct-2007, 10:30 MYT
#128. Wow, ada juga manusia yang defend Mawi! Amazing. Saya personally tidak dengar lagunya, I'm sure ada orang yang suka.
Betul, Sheila Majid tidak pula menggelar dirinya sebagai ratu jazz. Mungkin orang di sini keliru dengan apa itu konsep jazz music. Tapi tak dinafikan ada juga music Sheila yang ada unsur-unsur jazz.
Actually Adibah Noor juga not bad. Bagus.
I don't really agree that radio is entirely governed by the wants of the listening public. Some of the time the content is dictated by what the DJ puts together juga. He/She is, after all, in control of the console. So I personally think it's half and half. If you ask the radio DJs, they will sheepishly tell you that yes, sometimes they don't even bother to play what listeners want.
Posted by Fairy
on 3-Oct-2007, 10:16 MYT
#127. AMBOIIIIII Sampai cam tu seklai mengutuk malaysian music.. I tak fikir la sumer lagu dr malaysia tu sucks, memang bbrp iya, tapi bbrp nya not bad la, the singer can sing their own song very well too with nice vocal, just like mawi.. I think mawi is cool and i understand his song i mean.. the way he plays it is way much better than those piece of crap!!!
Why it seems very hard for Malaysians singers to grab the attention of the Indonesian people,. Alasannya sebenarnya karena di indo sendiri udah ada banyak bgt orang2 yang pny talent in singing yg menawarkan dan menyajikan their own songs yang kalo gue pikir jauh lebih keren dan fresh ketimbang apa yang Malaysia punya sekarang dan dicoba ditawarkan kpd Indonesian public here. Actually, persaingan dunia entertainment di Indo sendiri is crazy tight, nggak segampang yg kita bayangin to be accepted and be well known of many people. Siapa yg berbakat, punya talent, and pandai menyiasatin this entertainment realm, orang itu pasti bakal sukses, at least diterima lah oleh para fans and music lovers disini.
Di indo sendiri sebetulnya ada banyak banget penyayi2 dan band2 indie yg punya quality yg jelas gak kalah bagusnya dgn band2 papan atas yg sudah sangat familiar sekali kita dengar on tv maybe, melainkan banyak juga musisi tempatan, penyanyi atau group bands2 indie yg vocalnya bagus, punya good quality, lagu2 nya easy listening, malah yg sering direquest dan menempati top chart di radio2 dan digandrungi oleh banyak kaula muda di indo, tapi video clipnya tidak pernah atau jarang sekali keluar atau diperdengarkan di tv.
Di radio2 malaysia, lagu2 indo yg sering diperdengarkan oleh dj itu plg cuman yg hits di tv2 doank, atau yg sudah sering diputer di radio2 sini sampe2 orang2 dah pada boring dengerinnya, sebetulnya ada banyak bgt lagu2 yg hits di radio sini tapi belum tentu hits and embrace to Malaysia. so, musisi Malaysia mesti kerja lebih keras lagi untuk buat musik yg baru, fresh, beda dgn yang udah2 ada, yg jelas punya quality yg bagus agar dapat diterima oleh fans2 dan pencinta musik Indonesia disini. he..he..
sorry I don't meant to be chauvinistic or too proud, but it's just a fact. ok last but not least.... indomusic still the best and will remain bestest.
Posted by relinda
on 1-Oct-2007, 11:34 MYT
#126. Janji Manis nya Terry klo gak salah lagu Malaysia kan? Jadi keren banget tuch sekarang
Posted by SuperGay
on 29-Sep-2007, 23:18 MYT
#125. Artis Malay yg pernah coba promo album di Indo adalah Farawahida (seharusnya diganti Farah aja kali ya biar lebih keren). Tapi aneh gue nggak pernah denger lagunya. Kasetnya aja nggak gue temuin di toko kaset/musik. Apa iya dia pernah promo album di Indo? Atau cuma main2 aja kali ya... Nggak jelas, deh!
Gue juga pernah iseng2 coba putar lagunya Mawi di toko kaset. Pengen tau aja... Lagunya... mak oi ...tak sedaplah pakcik. Malaysian Idol-kah?
Artis Malay yg kualitasnya hampir sama dgn artis Indo cuma Sheila Majid doang. Tapi kenapa ya dia disebut Ratu Jazz? Padahal nyanyinya lagu2 pop. Semakin nggak jelas deh!
Posted by Cinta
on 27-Sep-2007, 21:48 MYT
#124. I already heard it before if music association of Malaysia complains to private radio stations there in order to they often play the songs which come from Indonesia.
gue pikir itu si konyol bgt, coz music itu sebenarnya universal, mana yang bagus pasti bakal mendapatkan tempat di hati para fans or listeners. Sekarang, di stasiun2 radionya indo sendiri sebetulnya juga banyak yg lebih sering muterin foreign songs, bagi gue si itu jangan dijadiin masalah, there's nothing wrong if there's someone prefer songs that come from certain country, why not.. it's ok2 aja if everyone can enjoy it.. moreover a radio station is a business. They cater to the demands of the market.
The reason why malaysians radio stations are not playing as much local music is because no one wants to hear it or not many people want to hear it.
so, what should be done?, malaysian songwriters should improve or make something brand new or unique to fans.
musik2 indo is good karena ada various genre of musics yang dikasi or made by indonesian songwriters or singers buat public..
thats why indonesian people suka dengan musik tanah airnya sendiri or local music.
di stasiun2 radio sini juga sebenarnya tetep masih ada yg sering muter2in lagu jiran sana ato yang khusus mainin malaysians song only all day, but that's true, lagu2nya yang jadul si (yang ngetop 2 dulu), lagu2 yang sering gue dengar ketika gue masih pake seragam merah putih dulu.. gue juga sometime like tuning radio station nya malaysia.. I wonder, kok lagu2 malaysia lebih enakan yang dulu2 ya ketimbang yang sekarang2?? Itu si menurut gue, tau deh menurut lu2 pade??? How do u think guys?
Posted by rei
on 27-Sep-2007, 18:18 MYT
#123. Hey, I already heard it before if music association of Malaysia complains to private radio stations there in order to they often play the songs which come from Indonesia. A radio station is a business. They cater to the demands of the market.
The reason why malaysians radio stations are not playing as much local music is because no one wants to hear it or not many people want to hear it.
Posted by linda
on 27-Sep-2007, 17:28 MYT
#122. Hey guys and gals, thanks banget for your comments so far, interesting to hear your points of view on acceptance of Malaysian music in Indonesia. It's true that Malaysian artists need to revolutionize the way they compose music today to grab the attention of the Indonesian people (and even locals, actually).
But I also know many Malaysians will argue with me that we do have a cornucopia of talent that goes unknown by the mainstream public because media does not help to publicize them.
Anyway, keep the comments coming in! I like reading them.
Posted by Fairy
on 27-Sep-2007, 10:25 MYT
#121. Sebenarnya orang Indo bukannya nggak mau menerima musik dari Malay. Tapi musik yg kalian tawarkan ke Indo bukan sesuatu yg baru, jadi kami nggak berminat karena kami disini sudah punya lebih banyak dan lebih bagus.
Kalo menurut gue, lagu dari Malay itu kadang nggak jelas genre-nya. Dibilang musik pop/rock, tapi cara menyanyikannya seperti lagu melayu, meliuk-liuk gitu loh. Syairnya pun seperti pantun. Itulah sebabnya kami kurang berminat dengan musik dari Malay.
Menurut pengamatan gue, nama artis Malay umumnya kental sekali kemelayuannya sehingga kami di Indo terkadang nggak familiar/susah menghapal nama tsb, contohnya: Siti Nurhaliza, Syarifah Aini, Dayang Nurfaizah, Adibah Noor, etc. Yang lebih familiar adalah Maya Karin karena nama tsb mirip dgn nama orang Indo. Tapi apalah artinya sebuah nama kalau memang artis tsb benar2 mempunyai talent seperti Siti Nurhaliza. Ye tak?
Posted by Cinta
on 26-Sep-2007, 22:53 MYT
#120. Kusangkakaan panaas berpanjangaan... Syairnya rada aneh aja menurut gua
Posted by Nina
on 26-Sep-2007, 00:22 MYT
#119. Amy Search tuh ya mestinya ingat2, waktu dulu dia berjaya menaklukkan dunia musik Indonesia, artis2 Indonesia santai aja tuh, nggak sirik kayak dia. Justru persaingan dari luar bikin artis2 Indonesia merasa tertantang untuk menghasilkan karya yang lebih baik lagi. Sekarang mereka menikmati hasilnya, musik Indonesia dikenal di seantero Asia Tenggara. Bukan cuma di negara2 yg berbahasa Melayu. Temen2 gw yg orang Philipina sekarang pada tergila2 sama lagu "Kenangan terindah" nya samsons. Lagunya Peterpan "Tak Bisakah" yang dibajak orang India buat jadi soundtrack filmnya teryata jadi hit nomor satu di India sana, bahkan nyaris disebut sebagai lagu India terbaik (sebelum akhirnya mereka nyadar tuh lagu jiplak abis dari lagu Indo). Itu udah bukti bahwa musik Indonesia memang berkualitas.
BTW, semalam gw mutar DVD filmnya Wong Kar Wai "In the Mood for Love", film yang bikin Tony Leung dapet piala Aktor Terbaik di Cannes. Ternyata di film itu ada lagu Bengawan Solo. Gila man, seorang Wong Kar Wai aja make lagu Indonesia buat salah satu soundtrack filmnya. Bangga banget deh gw.
Posted by indie
on 25-Sep-2007, 03:28 MYT
#118. Wah...seru juga ya musik Indo diprotes artis Malay. Gue baru tau tuh! Tapi nggak pa-pa juga sih... Di Malaysia musik Indo diprotes karena lebih sering diputar di radio dari pada musik Malay sendiri. Itu artinya musik Indo lebih berkualitas dibanding musik Malay. Gue yakin kalau pun musik Indo di boikot di Malaysia nggak akan ada pengaruhnya buat artis Indo. Artis Indo akan tetap terus berkarya menghasilkan album2 terbarunya. Jangan lupa bahwa rakyat Indo berjumlah 220 juta jiwa merupakan pasar yg potensial buat pemasaran album. Itu pun pernah diakui Siti Nurhaliza. Taruhlah 1/4 penduduk Indo adalah konsumen musik Indo. Itu setara dengan 55 juta jiwa yg membeli musik Indo. Jumlah tsb udah melebihi jumlah penduduk Malaysia yang 20 juta jiwa, yg belum tentu semuanya membeli musik Indo. Selain di Brunei, Singapura dan Timor Leste, pasaran musik Indo masih terbuka di Thailand yg mana orang2 Thai suka banget musik Indo spt: Samsons, Vina, Krisdayanti, dll. Orang2 Thai pun masih suka menyanyikan lagu Widuri-nya Bob Tutupoli.
Amy Search emang dulu pernah punya nama besar di Indo. Semua orang udah tahu, kok! Sayang sekali nama besar itu dikerdilkan lagi dengan mulut besarnya yg memprotes musik Indo. Mungkin dia nggak tau kalau dulu musiknya selalu diputar di radio2 di Indo. Tapi kenapa sekarang dia yg protes musik Indo. Apa dia lagi cari sensasi ya? Atau biar dia jadi ngetop lagi, setelah itu diajak rekaman di Indo? Aduh...jangan sampe deh! Udah tuing gitu loh! Malas dengerinnya.... Isabela adalah....
Posted by Paundra
on 22-Sep-2007, 15:22 MYT
#117. Memang betul kalo dulu lagu2 Malaysia sering diputar di stasiun radio di Indonesia. Tidak cuma Search, tapi juga Wings, Iklim, UKS, Exist, Ella, Sheila Majid, dst (duh, gue lupa siapa lagi sih...). Tapi kami di Indonesia nggak pernah menganggap hal tsb menjadi ancaman yang serious. Artis Indonesia juga nggak pernah protes ke pemerintah RI, apalagi memboikot. Kami disini sangat terbuka terhadap musik Malaysia dan menganggap itu hal yang biasa. Tapi iya juga sih...itu memang jaman dulu (jadul) banget sewaktu musik Malaysia masih setaraf dengan musik Indonesia. Kualitasnya nggak beda jauh. Lain dulu lain sekarang, memang.... Sekarang musik Indonesia sedang berada diatas karena kualitas dan fresh, dan musik Malaysia sedang berada dibawah karena monoton. Hey, perkembangan musik itu ibarat roda berputar juga ya.... kadang diatas kadang dibawah...
Kalo menurut gue sih musik Malaysia itu sudah terkena seleksi alam oleh telinga pendengar di Malaysia sehingga jarang diputar. Sudah pasti stasiun radio hanya ingin memutar musik yang enak didengar sehingga listeners-nya bisa stay tune terus. Buat apa memutar musik yang nggak enak didengar, bisa2 pendengarnya lari. Tapi kalo memboikot musik yang enak didengar hanya karena musik tsb berasal dari luar, itu artinya artis Malaysia BELUM INGIN bersaing dengan artis dari luar Gue bilang BELUM INGIN lho ya...bukan BELUM MAMPU
Kalo nanti musik Indonesia memang bener2 diboikot di Malaysia, itu berarti artis Malaysia kalah untuk yang kedua kalinya. Lho, kok bisa sih? Ya iyalah...! Yang pertama, mereka udah kalah di kandang sendiri. Yang kedua, di jaman yang modern kayak gini apa sih yang nggak bisa didapat? Gue yakin anak2 muda di Malaysia jadi rajin cari musik Indonesia di internet, baik yang berbayar maupun yang illegal. Tapi bagaimana pun juga Indonesia nggak perlu memboikot musik Malaysia karena pada dasarnya orang Indonesia itu cinta musik. Kami tetap welcome pada Siti Nurhaliza kalo masih mau nyanyi di Indonesia. Jaclyn Victor juga pasti bisa tembus pasaran musik Indonesia karena dia punya kualitas. Albumnya juga udah beredar di Indonesia kok! Hey, Farawahida....! Kemana aja sih loe kok cuma sekali aja nyanyi di televisi Indonesia. Kok nggak tampil lagi sih..! Buat bang Amy Search, mungkin anda sedang mengalami Post Power Syndrome. Popularitas anda di Indonesia itu masa lalu. Ada baiknya anda menghimbau artis muda Malaysia untuk berkarya lebih baik lagi. Bagaimana perasaan anda sewaktu terkenal di Indonesia? Bangga bukan? Sama halnya dengan artis Indonesia yang dikenal di Malaysia karena kerja keras mereka. Sekali lagi HIDUP MUSIK INDONESIA!!!.
Posted by Musikant
on 21-Sep-2007, 16:34 MYT
#116. Here's the Malay version of the NST article on Amy's statements. Check out the comments submitted by readers, I found some amusing. Link
Posted by Fairy
- Website
on 21-Sep-2007, 09:30 MYT
#115. MUSIKANT: Itu kan dulu, bukan sekarang. Tapi menurut saya secara peribadi, kenyataan yang diberi Amy tidaklah terlalu outrageous, ada kebenaran di sebaliknya. There's always two sides of a story and I think Amy has the right to stand up for what he believes.
Posted by Fairy
on 20-Sep-2007, 23:35 MYT
#114. Menurut gue, kalo musik Indonesia lebih sering diputar di stasiun radio di Malaysia dibanding musik Malaysia sendiri, itu berarti musik Indonesia memang benar2 udah diterima oleh pendengar di Malaysia dan mempunyai kualitas. Sebaliknya kalo musik Malaysia jarang diputar di stasiun radio dinegaranya sendiri, itu berarti memang harus ada yang dibenahi dengan musik Malaysia. Boikot musik Indonesia oleh artis Malaysia menunjukkan sikap yang kerdil dan bukan merupakan suatu cara untuk meningkatkan kualitas musik Malaysia. Lihatlah di Indonesia, setiap orang boleh mendengar berbagai aliran musik dunia, apakah dari Barat, India, Cina, Arab, Latin, dst. Dari situlah orang Indonesia banyak belajar tentang musik. Jadi permalahannya disini adalah, bahwa kualitas musik Malaysia harus ditingkatkan kalo ingin diputar terus menerus di stasiun radio.
Yang bikin gue jadi heran, justru Amy Search yang paling gerah sama lagu Indonesia yang sering diputar di stasiun radio malaysia. Padahal lagunya dulu sering diputar di stasiun radio di Indonesia. Please deeeeehhh....
Posted by Musikant
on 20-Sep-2007, 22:21 MYT
#113. Some recent and interesting news about the protests from Malaysian artists on the overplaying of Indonesian pop music here in Malaysia:
Indo-pop rules the airwaves
Protes Artis Malaysia Atas Musik Indonesia Berlanjut
Posted by Fairy
on 20-Sep-2007, 16:03 MYT
#112. Muzik Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei tiada bezanya, kita semua menggunakan Bahasa Melayu sebagai bahasa yang manyatukan bangsa kita di empat negara ini. Sejak dahulu lagi kita bersama... jadi sekarang kita dipisahkan oleh politik dan menyatukan adalah budaya dan muzik melayu yang kita gunakan..
Posted by dhwan
- Website
on 17-Sep-2007, 12:40 MYT
#111. Ass.. maaf kalau saudara kami di malaysia menyusahkan.. tapi yang datang ke malaysia saudara yang terkena seleksi di indonesia. negara kami padat manusia. yang lemah kalah dari yang kuat ini merupakan kejadian yang terjadi setiap hari di negeri kami hentikan cacian dan makian kepada indonesia tidak semua orang sama...! Wass
|